Gunung Merbabu merupakan salah satu gunung di Jawa Tengah yang memiliki jalur pendakian paling indah. Gunung ini merupakan gunung kesukaan para pendaki yang tinggal di Solo, Jogja, Semarang serta kota-kota di sekitarnya

Gunung Merbabu sendiri dapat didaki melalui beberapa jalur. Salah satunya adalah jalur Selo yang berada di Kabupaten Boyolali. Dari beberapa jalur pendakian Gunung Merbabu, jalur Selo boleh dikatakan sebagai jalur yang paling populer. Banyak pendaki dari berbagai kota yang memilih melakukan pendakian melalui jalur ini.

Selo sendiri merupakan sebuah kecamatan di Kabupaten Boyolali yang berada di antara kaki Gunung Merbabu dan Merapi. Melakukan pendakian Gunung Merbabu via Selo kita akan ditemani oleh pemandangan Gunung Merapi di sepanjang perjalanan

Baca Juga

Agen Bola
Bandar Bola
Taruhan Bola

Meski trackya cukup panjang, jalur pendakian via Selo juga cukup bersahabat. Selain karna jalur yang sudah sangat terbuka dan terlihat dengan jelas, track yang kita lewati juga tidak naik secara konstan. Di beberapa titik kita akan melewati track datar

Gunung Merbabu sendiri memiliki tinggi maksimal 3.145 mdpl. Persiapan fisik mutlak diperlakukan sebelum melakukan pendakian ke gunung ini. Selain itu, ada beberapa hal yang sebaiknya kamu tahu sebelum melakukan pendakian Gunung Merbabu via Selo

 

1. Tracknya cukup panjang tapi banyak “bonus”

Seperti yang sudah disinggung di atas, jalur pendakian Gunung Merbabu via Selo memiliki track yang cukup panjang sehingga kita harus melangkahkan kaki lebih jauh menuju tempat yang kita tuju: puncak

Kabar baiknya, di track pendakian jalur Selo juga terdapat cukup banyak track datar sehingga kita bisa sedikit bernafas lega. Oleh para pendaki, track datar di jalur pendakian biasa disebut bonus. Hampir 100% track pendakian jalur Selo berupa tanah liat. Kita tidak akan menemukan track pasir sama sekali. Ini karna status Gunung Merbabu yang saat ini sedang istirahat. Gunung ini terakhir kali meletus pada tahun 1797. Sudah lama sekali

 

2. Tidak ada ada sumbe air

Jalur Selo Gunung Merbabu tidak menyediakan sumber air sama sekali sehingga kita harus mempersiapkan bekal air yang cukup. Biar lebih aman, satu orang sebaiknya membawa dua botol air ukuran 1.500 ml. Ingat, kita tidak hanya membutuhkan air untuk perjalanan naik. Namun juga saat melakukan perjalanan turun

Saat di atas pun kita juga akan membutuhkan air untuk membuat minuman hangat, memasak serta beberapa keperluan lain. So, perhitungkan dengan teliti perihal air

 

3. “Tanjakan maut” setelah Pos Batu Tulis

batu tulis

Mendaki Gunung Merbabu via Selo kita akan melewati beberapa bukit dengan tanjakan yang cukup curam. Salah satu bukit yang tracknya paling menyengsarakan adalah bukit yang berada di atas Pos Batu Tulis. Kemiringan track ini hampir 90 derajat. Walau tidak terlalu panjang, tanjakan ini benar-benar membuat para pendaki kepayahan. Kedua tangan dan kaki harus benar-benar bekerja saat melewati tanjakan maut ini. Kalau hilang keseimbangan kita bisa jatuh dan menimpa pendaki lain di bawahnya. Jadi, berhati-hatilah ketika melewati tanjakan ini. Dan tetap fokus

 

4. Akan melewati beberapa padang sabana super cantik

Walaupun track yang akan kita lewati lumayan panjang dan melelahkan, tapi kita sedikit terbantu dengan pemandangan indah yang dipersembahkan oleh Gunung Merbabu. Kita akan melewati beberapa padang sabana di mana pada masing-masing padang sabana tersebut kita akan disambut oleh rumput-rumput hijau yang terlihat sangat cantik. Para pendaki biasanya akan camping di Sabana 1 dan Sabana 2 sebelum melakukan summit attack keesokan harinya

 

5. Bunga edelweis? Ada dong

sabana 2 merbabu

Kalau kamu termasuk penggemar bunga edelweis, Gunung Merbabu tak akan pernah mengecewakan. Gunung ini merupakan salah satu tempat terbaik di Indonesia untuk menikmati keindahan bunga edelweis. Vegetasi bunga edelweis di Gunung Merbabu banyak tersebar di lereng bukit di pos Batu Tulis, Sabana 1 dan Sabana 2. Jika sedang musimnya, pemandangan bunga edelweis di Gunung Merbabu ini terlihat sangat indah. Membuat kita enggan beranjak

 

6. “Ditemani” oleh Gunung Merapi

merapi dari selo

Salah satu hal menyenangkan saat mendaki Gunung Merbabu via Selo adalah kita bisa melihat keindahan Gunung Merapi dengan sangat dekat. Di sepanjang perjalanan kita akan “ditemani” oleh Gunung Merapi yang tampak begitu gagah dalam diamnya. Pemandangan Gunung Merapi dari jalur Selo ini akan terlihat semakin indah setelah kita berhasil melewati bukit di Pos Batu Tulis

Sekarang ini, mendaki gunung menjadi aktivitas yang digemari banyak orang,  tidak hanya laki-laki saja yang mendominasi,  akan tetapi banyak perempuan yang mulai menyukai aktivitas outdoor ini. Pemandangan alam yang keren dan tantangan mencapai puncak tertinggi, menjadi alasan utama para pendaki.

tanjakan cinta semeru

Salah satu gunung yang menjadi favorit di kalangan pendaki   adalah Gunung Semeru. Setiap tahun, ribuan pendaki mendatangi gunung ini untuk bisa mencapai puncak tertingginya Mahameru dan hampir setiap tahun juga selalu ada korban baik terluka dan meninggal dunia.

Baca Selengkapnya

Agen 338a
Agen Bola Terbesar
Agen Maxbet

Karena termasuk aktivitas outdoor yang memiliki potensi bahaya tinggi. Maka sebelum melakukan pendakian, diperlukan persiapan yang matang dan perlengkapan yang selengkap mungkin. Berikut ini tips mendaki gunung Semeru yang pernah saya lakukan, sebagai pendaki pemula ketika mendaki gunung semeru beberapa waktu lalu.

  1. Persiapkan peralatan mendaki  meliputi :
    • Tas gunung (sebaiknya pilih tas gunung yang ringan dan nyaman, usahakan beli tas yang bermerek, seperti Deuter, meskipun agak mahal tapi sangat nyaman  saat dipakai untuk mendaki).
    • Sepatu gunung atau sendal gunung? lebih baik menggunakan sepatu gunung saat mendaki gunung Semeru, karena sepatu bisa melindungi kaki secara keseluruhan dibandingkan dengan sendal. Selain itu, saat mendaki ke puncak mahameru, sepatu juga akan melindungi kaki dari pasir dan batu.
    • Jaket gunung, pilih jaket gunung yang mampu melindungi tubuh dari dingin/angin, mampu menyimpan panas, sehingga terhindar dari hipotermia.
    • Baju dan celana gunung, usahakan yang berbahan ringan tapi mampu mempertahankan panas tubuh dan anti angin.
    • Kaos kaki panjang, menjadi salah satu yang sering dilupakan padahal fungsi kaos kaki cukup penting untuk menjaga kaki tetap hangat. Bawa beberapa pasang kaos kaki untuk saat perjalanan dan saat tidur.
    • Sleeping Bag, pilihlah sleeping bag yang mampu menahan dingin sekitar 0 derajat celcius.
    • Mantel / jas hujan untuk persiapan jika terjadi hujan
    • Sarung tangan
    • Penutup kepala, usahakan bukan hanya topi tapi yang bisa melindungi seluruh kepala, sangat berguna ketika pendakian ke puncak mahameru
    • Kacamata untuk melindungi mata dari debu
    • Masker
    • Tongkat gunung, sangat membantu ketika mendaki ke puncak
    • Gaiter, penghalang pasir untuk sepatu
    • Tas kecil untuk membawa botol air minum saat naik ke puncak Semeru dan makanan seperti cokelat dan madu.
    • Tisu basah untuk membersihkan diri.
    • Tenda dan alat masak, biasanya jika kita naik menggunakan porter, kita tidak perlu repot membawa.
    • Obat pribadi dan P3K
    • Makanan cepat saji yang menambah energi  seperi coklat, sosis, madu
    • Lampu senter, sebaiknya yang model untuk di kepala, minimal bawa dua
    • Tabung oksigen ukuran kecil
    • Korek api
    • Pisau
    • Botol air minum
    • Tas plastik sampah, untuk menampung sampah kita.
  2. Latihan   fisik setiap hari, minimal sebulan sebelum mendaki semeru. Bisa dengan lari atau jalan kaki, minimal selama 1 jam.
  3. Cari infomasi tentang bahaya dan penanganan hipotermia
  4. Cari informasi tentang apa yang harus dilakukan jika tersesat di gunung
  5. Cari informasi tentang jalur pendakian yang akan dilalui. Di Semeru, jalur pendakian yang paling berbahaya adalah jalur dari kalimati menuju puncak. Oleh karena itu, pendakian ke puncak dilarang oleh pengelola gunung Semeru.
  6. Jika memaksakan diri untuk tetap mendaki ke puncak Mahameru, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan :
    • PENDAKIAN KE PUNCAK MAHAMERU MERUPAKAN KEGIATAN ILEGAL  karena sebenarnya dilarang. Jadi apapun resikonya, kita sendiri yang menanggungnya.
    • Selalu ingat bahwa gunung Semeru merupakan gunung yang masih aktif sehingga banyak hal berbahaya.
    • Pendakian ke puncak selalu dimulai saat tengah malam, dan dihentikan ketika pagi hari karena bahaya dari gas beracun.
    • Sebaiknya saat di Kalimati gunakan waktu tunggu sebelum pendakian ke puncak untuk tidur, sehingga bisa memulihkan tenaga.
    • Bawa air minum yang cukup, usahakan minimal 2 liter air. Pengalaman saya, waktu mendaki ke puncak membawa 1,5 liter masih kurang.
    • Bawa makanan yang cepat memulihkan tenaga, seperti madu, cokelat.
    • Selalu waspada dengan jalur puncak Mahameru. Selain kondisi lingkungan yang mudah berubah seperti angin,  jalur yang curam dan jalur pasir , berbatu  selalu mudah untuk longsor.
    • Jika melihat batu jatuh, selalu berteriak untuk mengingatkan pendaki lain yang berada dibawah kita.
    • Jika istirahat, usahakan menghadap ke atas, supaya tetap waspada ketika ada batu yang jatuh.
    • Batas pendakian kurang dari jam 10 pagi, meskipun tergantung dari kondisi angin yang menghembuskan gas beracun.
    • Selalu utamakan keselamatan “Puncak bukan segalanya” , jika fisik sudah tidak sanggup, kondisi lingkungan semakin berbahaya, JANGAN DIPAKSAKAN, lebih baik untuk kembali turun.
    • Sebelum mendaki, sebaiknya selalu berdoa.  Pendakian ke puncak Mahameru selalu berbahaya bagi siapapun, baik untuk pendaki yang berpengalaman ataupun yang baru.

Semoga sedikit tips standar mendaki gunung Semeru bagi pemula ini bisa membantu dan membuat pendakian lebih aman. Selain itu, janga lupa untuk  SELALU MENJAGA KEBERSIHAN GUNUNG DAN MENJAGA KELESTARIAN ALAM.

Saat itu aku masih duduk di bangku sekolah dasar. Tepat pukul 06.00 WIB dimana aku dan adekku sedang bersiap-siap menuju sekolah. Dari arah belakang rumah terdengar suara “bruuuukkk..” seperti suara runtuhan bangunan akibat gempa. Namun pagi itu tidak terjadi gempa apapun. Suara itu terdegar dari belakang. Aku dan ibuku segera lari kebelakang rumah. Aku dan ibuku sudah bermuka pucat, khawatir jika ayah ada disana. Ada apakah gerangan?

Di belakang rumah adalah bangunan kandang ayam ayahku, sekitar 200 ayam dipelihara oleh ayahku di bangunan warisan nenek-kakek, sudah puluhan tahun bangunan itu. Rumah tempo lama yang disulap menjad rumah ayam, di mana menggunakan model kandang ayam bertingkat. Jam enam adalah jadwal ayam kampung ayahku sarapan setiap harinya. Dengan rutin ayahku memberi makan ayam kampung kami.

Ya,inilah ayahku berwiraswasta dengan beternak telur ayam kampung. Setiap hari kami makan dari hasil penjualan telur ayam kampung yang dihasilkan. Tentu saja, ayam kampung ini menjadi kesayangan keluarga kami yang menjadi sumber kehidupan kami.

Tanganku gemetar dan terperengga melihat bangunan itu rubuh 50% dari total bangunan. Terdengar suara ayam berteriak-teriak “petoook.. petook “. Aku semakin khawatir apakah ayahku baik-baik saja disana. Ibuku mulai panik mencari dimana ayahku. Aku pun ikut mencari. Aku dan ibuku mencari di segala sudut. Tiba-tiba dari belakang  terdengar suara pria, “Lagi pada nyari apa ? “

Aku berbalik arah. “Ayahhhh ..” kupeluk erat ayahku tak bisa ku bayangkan hal buruk yang akan terjadi apabila ayah ada didalam sana. Aku sangat bersyukur ayah ternyata baik-baik saja. Hari itu sepertinya Tuhan telah memberikan tanda kepada ayahku untuk jangan memberi makan ayam pada enam. Pagi itu entah kenapa ayahku memberi makan ayam jam lebih awal. di agen maxbet

Akibat kejadian itu kerugian cukup banyak, karena banyak ayam yang mati tertimpa runtuhan bangunan. Tempat dimana ayam itu dipelihara pun tidak ada lagi. Namun dikarenakan dana yang terbatas, ayahku membuat rumah bagi ayam itu dari anyaman bambu dan pondasi seadanya di lahan yang berbeda. Padahal sebelumnya adalah rumah dari batu bata tapi memang sudah tua bangunnya. Rumah untuk ayam-ayam kampung kami dari anyaman inilah yang menjadi rumah ayam itu bertelur.

Dari hasil itulah aku bisa berkuliah hingga sekarang, dan tahun ini adalah tahun terakhirku dimana aku akan lulus dan mendapatkan gelarku. Berjam-jam ayah habiskan dalam kandang ayam yang kami sebut rumah ayam ini yang sederhana dari anyaman bambu berisikan kurang lebih 200 ayam. Di mana tak dapat melindungi ayah dari hujan, dan tak dapat melindungi ayah dari teriknya sinar matahari.

Namun aku bertekad, “Ayah jika aku sukses nanti akan kupersembahkan mahakaryaku rumah kokoh tak tertandingi untuk rumah ayam kesayangan kita”. Agar ayah dapat beternak dengan nyaman dan menyambung kehidupan keluarga menjadi lebih baik.