Kengerian Hutan Amazon Yang Tidak Akan Kamu Temukan Dimanapun

Kengerian Hutan Amazon Yang Tidak Akan Kamu Temukan DimanapunMenyingkap kengerian dan kemisteriusan hutan Amazon mungkin tidak akan ada habisnya.

Menyingkap kengerian dan kemisteriusan hutan Amazon barangkali tak akan pernah ada habisnya. Didalamnya selalu ada penemuan-penemuan yang jarang ditemukan pada masa kini maupun di kawasan lain.

Hutan hujam di Amerika Selatan ini juga termasuk hutan tropis terluas di dunia. Hutan ini juga memiliki dua nama lain, yakni “paru-paru dunia” dan “neraka hijau”.

Rumah flora dan fauna dunia

Kengerian Hutan Amazon Yang Tidak Akan Kamu Temukan Dimanapun

Disebut paru paru dunia karena hutan ini menghasilkan 30% dari seluruh oksigen di Bumi. Dijuluki sebagai neraka hijau karena setiap tahunnya sungai di kawasan tersebut meluap.

Baca Juga : Tempat Terbaik Nikmati Tari Kecak di Pulau Dewata

Lebatnya hutan membuat semua terlihat sama dan yang terakhir karena banyak serangan dari serangga buas yang sebagian besar belum dinamai.

Tiga puluh persen dari jumlah seluruh binatang dan setengah dari seluruh spesies tanaman ada di hutan ini. Kawasan ini terkenal pula sebagai rumah bagi lebih dari 2,5 juta spesies serangga dan 40 jenis tanamana dan pohon.

Kengerian Hutan Amazon Yang Tidak Akan Kamu Temukan Dimanapun

Beberapa jenis binatang di hutan ini adalah jaguar, tapir, anakonda, boa, kupu-kupu morpho biru, elang harpy, sloth, cainman, babi hutan, ikan dan masih banyak lagi.

Sedangkan berbagai jenis tanaman yang ada di wilayah hutan Amazon ini antara lain pohon kapok, pohon telinga gajah, teratai raksasa, anggrek, jarda, sapodila, pohon pisang, dan lain sebagainya.

Suku pedalaman dan sungai mendidih

Kengerian Hutan Amazon Yang Tidak Akan Kamu Temukan Dimanapun

Pemerintah Brazil telah mengkonfirmasi keberadaan sebuah suku pedalaman yang belum mengalami kehidupan modern atau era digital seperti bandar ceme online. Suku asli Brazil tersebut selama ini mendiami wilayah barat daya hutan Amazon.

Tempat hunian mereka telah berhasil diidentifikasi oleh satelit. Namun populasi suku tersebut hanya bisa diverifikasi lewat sebuah ekspedisi menggunakan pesawat terbang.

Yayasan yang mengurusi suku-suku asli Brazil, Funai, sengaja melakukan ekspedisi menggunakan pesawat terbang agar tidak mengganggu kelompok suku terisolasi ini.

Suku yang baru ditemukan inim diperkirakan memiliki sekitar 200 anggota suku. Mereka tinggal di lima rumah jerami besar. Di Hutan Reservasi Vale do Javari, hutan Amazon dekat daeran perbatasan Peru.

Tak hanya masih adanya kehidupan manusia yang bertahan disana. Hutan Amazon juga memiliki sungai mendidih yang temperaturnya hingga mencapai 93 derajat Celcius. Dan terletak di tengah hutan Amazon. Begitu pula dengan ikan-ikan piranha berukuran besar yang masih menghuni daerah ini.

Kengerian Hutan Amazon Yang Tidak Akan Kamu Temukan Dimanapun

Serba raksasa di hutan Amazon

Kengerian Hutan Amazon Yang Tidak Akan Kamu Temukan Dimanapun

Hutan Amazon juga ramah bagi segala fauna raksasa, yakni yang berukuran besar dan jarang ditemui di kawasan yang  lain.

Baca Juga : Melihat Perubahan Wajah Gunung Merapi Dulu dan Kini

Pertama ada Jungle Balls, yakni sejumlah batu berukuran raksasa dengan bentuk yang tak lazim atau aneh. Ratusan batu ini ditemukan di hutan dan diduga berasal dari masa prasejarah.

Para arkeolog tak mengetahui dari mana asal baru misterius tersebut. Bahkan sebagian diantaranya memiliki diameter sampai 8 kaki atau 2,4 meter. Banyak yang menyakini batu ini dibuat untuk ritual kepercayaan tertentu. Namun hingga kini asumsi tersebut belum bisa dibuktikan kebenarannya.

Kedua, Hutan Amazon juga terkenal sebagai gudangnya ular raksasa. Anakonda dan Boa adalah ular raksasa yang menghuni hutan hujan dan sungai Amazon. Mereka memangsa mamalia besar dan bisa tumbuh sampai 30 kaki,

Ketiga, tarantula raksasa sebesar bola basket. Fauna tak lazim ini bisa kamu temukan berada di Amazon bagian Venezuela. Segala yang serba raksasa ini tentu saja menjadi salah satu yang menjadi faktor betapa misterius dan mengerikannya Hutan Amazon.

Tempat Terbaik Nikmati Tari Kecak di Pulau Dewata

Tempat Terbaik Nikmati Tari Kecak di Pulau DewataPertunjukkan Tari Kecak berlatar suara debur ombak. Dan panorama mentari yang tenggelam saat petang menjelang, siapa yang tak mau?

Menonton sendratari Ramayana dan Tari Kecak di komplek Pura Uluwatu, Pecatu, Bali adalah salah satu aktivitas yang patut untuk dicoba. Terutama saat kamu berlibur ke Pulau Dewata, Bali.

Kamu bisa menemukan keindahan budaya asli Bali yang dikemas dalam bentuk hiburan. Situs Jelajahpagi bahkan menyebut jika pertunjukkan Tari Kecak di Bali adalah yang terbaik di daerah Pecatu.

Pura Uluwatu di Pecatu Bali ini jadi salah satu tempat terbaik dan paling sering dituju wisatawan. Alasannya, kamu bisa melihat Tari Kecak berlatar sunset cantik di tepi tebing.

Tempat Terbaik Nikmati Tari Kecak di Pulau Dewata

Pertunjukan Tari Kecak di Uluwatu terkesan spesial karena selain menyuguhkan performance yang luar biasa mempesona. Didukung dengan set panggung yang sangat indah menghadap laut. Dan ditambah lagi dengan keindahan matahari tenggelamnya.

Baca Juga : Melihat Perubahan Wajah Gunung Merapi Dulu dan Kini

Hanya saja, jika kamu berminat untuk menonton pertunjukan sendratari Ramayana dan Tari Kecak di Komplek Pura Uluwatu. Ada beberapa hal yang baiknya kamu perhatikan. Misalkan hari kamu berkunjung.

Mengunjungi pertunjukan Tari Kecak

Tempat Terbaik Nikmati Tari Kecak di Pulau Dewata

Biasanya jika akhir pekan, maka pertunjukan tarian kecak ini akan sangat dipadati penduduk. Jika kamu memilih hari yang lumayan sepi pengunjung, maka kamu bisa memilih hari Senin atau Selasa. Hal ini dikarenakan jumlah pengunjung saat di akhir pekan bisa mencapai 1.400 orang.

Tempat Terbaik Nikmati Tari Kecak di Pulau Dewata

Pemilihan hari jadi hal yang penting jika kamu ingin mendapat tempat duduk terbaik dalam bandar ceme dan menonton sendratari Tari Kecak. Tak terhalang tamu yang lalu lalang karena datang terlambat atau kembali lebih awal.

Kapasitas tempat duduk penonton sendratari Ramayana dan Tari Kecak di Komplek Pura Uluwatu sebenarnya hanya mencapai 1.000 orang.

Namun jika ramai pengunjung, biasanya akan diberi tempat duduk tambahan dari bangku plastik, atau sampai duduk di panggung yang sama dengan para penari.

Lakon pada pertunjukkan Tari Kecak

Tempat Terbaik Nikmati Tari Kecak di Pulau Dewata

Tarian khas Bali ini sebenarnya bercerita tentang lakon yang sudah banyak dikenal yaitu Rama dan Shinta. Dalam pertunjukkan tari Kecak juga menampilkan Hanoman di kera putih.

Baca Juga : Pariwisata Lombok Mulai Bergeliat dan Bangkit Kembali

Pertunjukan ini kadang disela dengan tingkah lincah dan jahil oleh tokoh Hanoman. Sesekali Hanoman juga berinteraksi dengan  penonton dan membuat tawa pecah di panggung Uluwatu.

Jika ingin menyaksikan pertunjukkan ini, kamu bisa membeli langsung tiket di loket dekat pintu masuk panggung. Namun jika mengikuti wisata dengan agen perjalanan, biasanya sudah termasuk dalam paket perjalanan. Harga tiket berkisar Rp.100ribu per orang.

Pertunjukan sendratari Ramayana dan Tari Kecak di komplek Pura Uluwatu diselenggarakan tiap hari pukul 18.00 WIB. Datanglah sekitar 15 menit sebelum acara dimulai untuk mendapatkan tempat duduk terbaik yang berada di bagian tengah tangga.

Meski tergolong tinggi, nominal tiket diatas sejalan dengan kebahagian yang akan terbayar selama menonton pertunjukkan tari kecak berlatar suara debur ombak dan panorama mentari yang tenggelam saat petang menjelang.

Melihat Perubahan Wajah Gunung Merapi Dulu dan Kini

Melihat Perubahan Wajah Gunung Merapi Dulu dan KiniDelapan tahun silam, Merapi memuntahkan lahar panasnya. Letusan ini dianggap sebagai yang terbesar selama 100 tahun terakhir. Bagaiman nasib pendakian kini?

Gunung Merapi merupakan satu dari ratusan gunung api Indonesia. Namun, Merapilah yang dinilai paling aktif yang ada di Indonesia. Pasca letusan freatik yang terjadi pertengahan tahun ini.

Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) belum mampu memastikan sampai kapan jalur pendakian Merapi akan dibuka kembali. Jika kondisi masih belum kondusif, kemungkinan jalur pendakian baru akan dibuka tahun depan.

Ini belum pasti ya, nggak bisa dipastikan. Kalau terus berlanjut ya paling, bisa dibuka tahun depan.” ujar Sukemi, salah satu warga desa Selo.

Hari ini pula yang membuat para pendaki harus selalu waspada ketika ingin mendaki gunung ini, karena bisa meletus sewaktu-waktu. Gunung ini memiliki siklus letusan sekitar 5 tahun.

Melihat Perubahan Wajah Gunung Merapi Dulu dan Kini

Melihat Perubahan Wajah Gunung Merapi Dulu dan Kini

Tetap Diminati Pendaki
Letusan Gunung Merapi tahun 2010 sempat menjadi momok dan menyimpan kenangan kelam bagi masyarakat. Merapi, meskipun menebar bahaya, tetap menjadi sesuatu yang dihormati dan dijaga warga sekitarnya, juga masih menjadi primadona bagi para pendaki.

Baca Juga : Makanan Asli Boyolali

Gelombang pendaki meningkat secara signifikan pada waktu-waktu tertentu. Yakni saat liburan panjang, tanggal satu suro, maupun saat peringkat kemerdekaan.

Melihat Perubahan Wajah Gunung Merapi Dulu dan Kini

Meskipun begitu, para pendaki mengaku jalur pendakian Merapi lebih mudah dijangkau sebelum adanya erupsi tahun 2010. Setelah erupsi terdapat lebih banyak tumpukan pasir dan abu vulkanik, sehingga membuat medan sedikit sulit dan licin.

Selain itu, setelah lama vakum setelah erupsi tahun 2010, jalur pendakian lama Merapi pun dibuka kembali. Yakni jalur pendakian Sapuangin. Meskipun begitu, jalur pendakian Selo masih menjadi pilihan terbaik bagi pendaki, dengan jalurnya yang lebih pendek dan tak terlalu curam.

Pendakian Ilegal hingga Puncak

Melihat Perubahan Wajah Gunung Merapi Dulu dan Kini

Menurut peraturan, batas akhir pendakian adalah hanya sampai Pasar Bubrah. Hal ini mengingat bahwa Gunung Merapi bisa meletus kapan saja, jadi keselamatan pendaki adalah segalanya.

Baca Juga : Pariwisata Lombok Mulai Bergeliat dan Bangkit Kembali

Sejak insiden Erry Yunanto tahun 2015, CCTV di Pasar Bubrah dan di Puncak pendakian. Hal ini bertujuan untuk tetap menjaga keselamatan pendaki dan memantau perkembangan Gunung Merapi.

Sebenarnya itu nggak boleh, sampe atas. Dari tahun 2010-2018 itu sebenernya batesnya cuma Pasar Bubrah. Itu ndak boleh sebenarnya sampe atas.”

Melihat Perubahan Wajah Gunung Merapi Dulu dan Kini

Ladang untuk sumber perekonomian warga
Ramainya trend pendakian, menjadi berkah tersendiri bagi para penduduk sekitar Gunung Merapi. Hal ini menjadi salah satu alternatif sumber mata pencaharian bagi warga sekitar.

Sekali menjadi pemandu gunung, masyarakat mampu mengantongi sekitar 300-500 ribu per regu yang terdiri dari 5 sampi 6 orang pendaki.

Melihat Perubahan Wajah Gunung Merapi Dulu dan Kini

Kadang kalau libur panjang, kadang saya bisa naik hampir tiap minggu mbak. Nganterin tamu itu sampai sana. Biasanya ada sepuluh, duapuluh orang.”  ujar Sukemi, salah satu warga Desa Selo.

Harga tiket antara masyarakat lokal dan internasional pun berbeda. Untuk pendaki lokal, tiket berikisar 15-18 ribu rupiah. Sedangkan untuk turis mancanegara butuh biaya yang lebih besar pastinya.

Maksimalkan Platform Digital

Melihat Perubahan Wajah Gunung Merapi Dulu dan Kini

Masyarakat Selo tak kalah cepat dalam adaptasinya terhadap teknologi. Kini, mereka mulai menggunakan platform digital sebagai sarana promosi mereka. Untuk memesan guide Merapi, kamu bisa terlebih dahulu memesan melalui platform digital Whatsapp.

Baca Juga : D’dieuland Bandung Destinasi Asik Keluarga Masa Kini

Selain itu, untuk mengetahui informasi selengkapnya tentan Merapi, kamu bisa menghubungi Barameru Merapi melalui platform Instagram dan akun sosial media mereka. Sayangnya, belum ada website khusus untuk informasi pendakian yang dikelola langsung oleh warga.

Melihat Perubahan Wajah Gunung Merapi Dulu dan Kini

Selain itu, penting juga, sebelum kamu memutuskan untuk mendaki Gunung Merapi. Tak ada salahnya untuk menyimpan nomor-nomor penting yang dapat kamu hubungi. Berikut adalah beberapa kontak penting pendakian Gunung Merapi.

  • Pos PGM Selo (0276) 326038
  • TNGN Resort Selo 081328286626
  • Basecamp Barameru 085799595238 / 082137255515
  • BPBD Kabupaten Boyolali (0276) 326010
  • PMI Boyolali (0276) 321104
  • Ambulance Gratis Boyolali 085103503333

Upaya Penanganan Sampah Gunung

Melihat Perubahan Wajah Gunung Merapi Dulu dan Kini

Ramainya jalur pendakian, pasti tak lepas dari adanya sampah. Hal ini pun tak luput dari perhatian masyarakat. Setiap saat, masyarakat selalu menghimbau para pendaki untuk tak membuang sampah sembarangan.

Puntung rokok, ataupun sampah lainnya harusnya dibawa lagi. Dan imbauan dari masyarakat, harus bawa kantong plastik (untuk menampung sampah).”

Terkadang, masyarakat juga mengadakan kontes kecil-kecilan untuk menambah semangat pendaki dalam membersihkan gunung. Setiap Agustus, masyarakat mengadakan sayembara untuk para pendaki. Yakni kontes mengumpulkan sampah gunung terbanyak. Oleh para warga, para pendaki akan mendapat hadiah-hadiah.

Masyarakat sekitar juga bekerjasama dengan mapala, maupun organisasi lain untuk membersihkan jalur pendakian secara berkala. Sukemi juga menjelaskan, Gunung yang terletak di dua provinsi ini merupakan salah satu jajaran gunung terbersih yang ada di Pulau Jawa.

Namun, untuk memutus siklus sampah di Gunung ini, diperlukan kerjasama dari berbagai pihak, termasuk para pendaki itu sendiri. Kesadaran di kalangan para pendaki sangat diperlukan demi lingkungan yang tetap bersih dan asri. Oleh karena itu, jangan pernah lagi buang sampah sembarangan ya. Salam lestari!!

Pariwisata Lombok Mulai Bergeliat dan Bangkit Kembali

Pariwisata Lombok Mulai Bergeliat dan Bangkit KembaliPariwisata Lombok kembali bergeliat. Semangat warga menjadi peran bagi suksesnya Kirab Pemuda Nusantara 2018 dengan titik singgah di Kabupaten Lombok Barat.

Pariwisata Lombok kembali bergeliat. Semangat warga menjadi peran bagi suksesnya Kirab Pemuda Nusantara 2018 dengan titik singgah di Kabupaten Lombok Barat.

Kirab Pemuda Nusantara 2018 ini ditujukan untuk membangkitkan pembangunan kepemudaan. Acara yang mewakili 17 provinsi diiringi dua ribuan siswa SMA yang menampilkan berbagai atraksi seni dan budaya masyarakat Lombok.

Gairah pariwisata Lombok ini juga ditujukan dengan adanya lomba karnaval adat Nyongkolan. Atau pawai adat pernikahan Suku Sasak yang diiringi dengan tarian dan Gendang Beleq.

Momentum bangkitnya pariwisata Lombok

Pariwisata Lombok Mulai Bergeliat dan Bangkit Kembali

Sekda Lombok Barat, HM Taufiq menyampaikan ucapan terimakasih atas dipilihnya Kabupaten Lombok Barat sebagai salah satu titik singgah kirab pemuda tahun ini. Ia berharap momentun ini bisa jadi ajang bangkitnya Lombok pasca dilanda gempa.

Baca Juga : Tempat Wisata di Nusa Tenggara Barat Yang Lagi Hits

Meski kena gempa, hilang rumah, tapi semangat tidak boleh hilang. Kita harus buktikan bahwa Lombok sudah aman.” ujarnya melalui Jelajahpagi.com

Pariwisata Lombok Mulai Bergeliat dan Bangkit Kembali

Kirab Pemudah Nusantara 2018 ini telah dilaksanakan selama 2 tahun. Pesertanya diseleksi secara online dengan total pendaftar lebih dari 11 ribu pemuda.

Dari jumlah tersebut, yang dipilih dalam satu provinsi hanya 2 orang untuk bisa ikut serta dalam pagelaran Kirab Pemuda 2018.

Baca Juga : Ddieuland Bandung Destinasi Asik Keluarga Masa Kini

Berdasar adanya kegiatan karnaval dengan Lombok Barat sebagai titik persinggahan. Diharapkan bermanfaat bagi peserta, serta seluruh komponen Lombok pada umumnya.

Pariwisata Lombok Mulai Bergeliat dan Bangkit Kembali

Sementara itu Sekda NTB Rosyadi H Sayuti berharap agar peserta nantinya bisa membagikan momen seru seperti ini melalu sosial media seperti IG, FB dan Twitter.

Acara ini juga membuktikan bahwa Lombok sudah sangat aman untuk dikunjungi wisatawan. Baik dari lokal maupun wisatawan mancanegara sekalipun.

Baca Juga : Destinasi Wisata Rusak Usai Dibuat Lokasi Syuting Film

Sebarkan ke seluruh penjuru dunia bahawa Lombok ini indah dan aman untuk dikunjungi,” pungkasnya.

Oleh sebab itu mari kita dukung untuk bangkitnya wisata Lombok yang kemarin sempat dilanda gempa yang cukup dahsyat.

Cukup dengan men share pengalaman seru kamu di sosial media, kamu sudah ikut serta dalam mendukung bangkitnya pariwisata di Lombok.

D'dieuland Bandung, Destinasi Keluarga Masa Kini

Ddieuland Bandung Destinasi Asik Keluarga Masa KiniD’dieuland kian menarik bila dikunjungi malam hari. Kamu dapat panorama kerlap kerlip lampu kota Bandung yang begitu indah memesona.

Kawasab Punclut di Kabupaten Bandung kini tengah jadi sorotan warganet yang doyan travelling sembari nongkrong dan mencari spot-spot foto instagramable. Salah satu yang patut diperhitungkan adalah destinsa D’dieuland.

Berada di area seluas 5.500 meter, D’dieland Bandung awalnya merupakan tempat wisata yang dimiliki oleh sepasang suami istri, Sheila dan Ivan.

Objek wisata ini selanjutnya kian disulap menjadi lebih asyik, menarik dan ramah bagi setiap kalanganm termasuk anak-anak. Oleh sebab itulah, D’dieuland Bandung cocok direkomendasikan untuk kamu yang hendak berlibur bersama keluarga.

Fasilitas D’dieuland Bandung

Ddieuland Bandung Destinasi Asik Keluarga Masa Kini

Didalam lokasi wisata terdapat berbagai jenis permainan. Diantaranya seperti playground, mini outbound, gyroscope, area permainan air dan sebagainya.

Baca Juga : Objek Wisata di Boyolali Yang Menyegarkan Mata

Tak hanya itu, wisata rekreasi ini juga menyediakan berbagai permainan ramah anak. Baik didalam maupun diluar ruangan.

Bagi pengunjung dewasa, lokasi ini juga menyediakan tempat bersantai menikmati hidangan makanan dan menikmati keindahan kota kembang dari ketinggian.

Ddieuland Bandung Destinasi Asik Keluarga Masa Kini

Kamu juga bisa mengabadikan setiap momen bersama keluarga maupun kawan-kawan disini, Tempatnya yang instagramable dijamin akan membuat kamu kian betah dan memiliki beragam latar dengan angle yang banyak dan variatif.

Baca Juga : Destinasi Wisata Rusak Usai Dibuat Lokasi Syuting Film

Objek wisata ini juga kian menarik bila dikunjungi pada malam hari. Sebab pada waktu inilah kamu bisa memandang panorama kerlap kerlip lampu kota Bandung yang begitu indah dan memesona.

Lokasi, harga tiket dan jam buka

Ddieuland Bandung Destinasi Asik Keluarga Masa Kini

D’dieuland Bandung terletak di kawasan wisata Punclut Pageurmaneuh, Punclut, Dago, Kecamatan Coblong Kabupaten Bandung, Jawa Barat.

Baca Juga : Rekomendasi Jadwal Festival Yang Menarik Di November 2018

Bagi kamu yang hendak mengajak keluarga kemari. Kamu bisa datang dari pukul 09.00 hingga 22.00 WIB. Jika kamu dari pusat kota Bandung, maka kamu memerlukan sekitar 40 menit waktu tempuh dengan jarak 12,7 kilometer.

Ddieuland Bandung Destinasi Asik Keluarga Masa Kini

Tak hanya untuk wisata keluarga semata saja, bagi kamu yang cukup dengan nongkrong santai bersama teman-teman. Kamu cukup menyiapkan tiket masuk sebesar Rp.10ribu pada hari biasa dan Rp.15 ribu pada weekend.

Melalui nominal tersebut, kamu sudah bisa masuk dan diperbolehkan memakai fasilitas yang ada disana. Seperti hunting foto dan lain sebagainya.

Namun bagi kamu yang hendak membawa keluarga maupun anak-anak dan berencana menggunakan fasilitas wahana permainan di area indoor dan outdoor, kamu perlu menyiapkan nominal sebesar Rp.40ribu.

Destinasi Wisata Rusak Usai Dibuat Lokasi Syuting Film

Destinasi Wisata Rusak Usai Dibuat Lokasi Syuting FilmTren wisata yang dipengaruhi film adalah yang seharusnya baik. Namun ledakan turisme massal terkadang berimbas pada destinasi wisata rusak dan membludak.

Menjadi suatu keberkahan tersendiri ketika destinasi wisata di daerah kita diapresiasi dan menjadi antusias banyak pihak. Namun tak jarang bahwa ada sisi negatif yang mengiringi ketika suatu destinasi tersebut disukai banyak orang.

Begitulah yang terjadi pada banyak wisata yang dipakai untuk latar syuting film. Terlebih film yang populer. Tak jarang yang kemudian berimbas menjadi destinasi wisata rusak, tak terurus, banyak sampah, dan lain sebagainya.

Tentu saja hal ini bukan salah film. Bukan pula salah pengelola maupun destinasi wisata itu sendiri yang kelewat indah.

Namun kitalah sebagai penikmati wisata yang lalai dan abai atau bahkan hanya memburu untuk foto selfie berlatar lokasi syuting film tertentu. Hal ini tentu menyakitkan dan sungguh memprihatinkan.

Destinasi Wisata Rusak Usai Dibuat Lokasi Syuting Film

Destinasi wisata rusak dan membludak

Destinasi Wisata Rusak Usai Dibuat Lokasi Syuting Film

Pada Juni 2018 lalu, Pemerintah Thailand mengumumkan bahwa pantai yang menjadi lokasi syuting film The Beach (Danny Boyle, 2000) yang dibintangi oleh Leonardo Di Caprio terpaksa ditutup.

Baca Juga : Destinasi Wisata yang Fotogenik saat Bersalju

Setelah diangkat menjadi film dan populer, bisnis pariwisata di kawasan wisata Koh Chatai tersebut seketika menggila. Turis lokal dan mancanegara membludak. Hamparan pasir dan lautan yang sebelumnya sangat indah, kini menjadi bayangan dari masa lalunya.

Koh Chatai yang berpotensi untuk rusak selamanya, akhirnya memutuskan untuk memberikan lingkungan pantai tersebut rehat dari turis dalam maupun luar negeri. Penutupan area ini dimaksudkan agar terumbu karang punya cukup waktu untuk pulih.

Indonesia juga memiliki nasib yang serupa. Meski tak sampai pada tahap penutupan. Gunung Semeru kian memprihatinkan setelah Film 5CM (Rizal Mantovani, 2012) begitu populer dengan Fedi Nuril dan Herjunot Ali sebagai aktor utamanya.

Destinasi Wisata Rusak Usai Dibuat Lokasi Syuting Film

Destinasi Wisata Rusak Usai Dibuat Lokasi Syuting Film

Film 5CM begitu berkesan dan membekas. Hebatnya 5CM mampu membuat perubahan minat traveler Indonesia, yang tadinya hanya jalan-jalan di situ-situ saja. Beralih hobi menjadi seorang pendaki gunung, seperti tokoh-tokoh dalam film 5CM.

Baca Juga : Rekomendasi Jadwal Festival Yang Menarik Di November 2018

Dalam sekejap, film 5CM menjadi kiblat bagi sebagian dari kita untuk menjadi pendaki gunung. Namun karena tak banyak tahu soal pendakian, banyak orang yang mendaki tanpa ilmu, perbekalan yang matang atau pun geras yang safety.

Euforia film 5CM juga berimbas pada destinasi wisata rusak dan memprihatinkan. Antusias pengunjung tak dibarengi dengan tanggung jawab dan kesadaran masing-masing individunya. Karena sederhana saja, misalnya dalam hal membuang sampah.

Film dan bisnis pariwisata yang menjanjikan

Destinasi Wisata Rusak Usai Dibuat Lokasi Syuting Film

Tren wisata yang dipengaruhi film sebagai hal yang seharusnya baik. Pertumbuhan industri wisata meningkat dan para warga lokal bisa mengais keuntungan dari banyaknya turis yang berdatangan.

Baca Juga : Jelajahi Destinasi Wisata Sejarah Situs Warungboto Jogja

Hal ini tampak pada popularitas destinasi wisata di Irlandia Utara selepas Game of Thrones belokasi syuting disana. Dalam ranah Indonesia, ada pula Pulau Belitung dengan film Laskar Pelangi (Riri Riza, 2008) sebagai pemantik utama berbondong bondongnya wisatawan ke gugusan pulau indah tersebut.

Tetapi beberapa lokasi lain tidak seberuntung itu. Tak sedikit pula pekerjaan warga loka yang justru kehilangan pekerjaan utamanya dan memilih berdagang tiket dan lain sebagainya.

Seringkali tren-tren semacam ini bisa bermata dua. Menguntungkan bagi pihak-pihak industri, namun jjustru melemahkan bagi warga lokal yang tak mengerti apa-apa.

Rekomendasi Jadwal Festival Yang Menarik Di November 2018

Rekomendasi Jadwal Festival Yang Menarik Di November 2018Bulan November 2018 sudah tiba. Bulan baru semangat yang baru pula. Travelling bisa jdai salah satu hal yang paling menyenangkan untuk menghabiskan cuti akhir tahun maupun liburan tanggal merah.

Menonton dan berpartisipasi dalam suatu festival yang menarik berikut ini bisa jadi rekomendasi liburan kamu. Agar tak melulu mengunjungi destinasi atau pun berwisata kuliner semata.

Berikut ini adalah lima rekomendasi jadwal festival di bulan November 2018 yang menarik. Penuh pesona budaya dan tentu saja sayang jika kamu lewatkan.

1. International Musi Triboatton, Sumatera Selatan (7-11 November 2018)

Rekomendasi Jadwal Festival Yang Menarik Di November 2018

Tanggal 7-11 November 2018 ini akan kembali digelar International Musi Triboatton 2018. Digelar pertama kalinya sejak tahun 2012. Festival ini telah menarik perhatian dunia.

Baca Juga : 5 Pasar Tua Dan Besar Di Dunia, Belanja Sampai Nyasar

Pada tahun 2018 ini, International Musi Triboatton akan menmpuh lebih dari 500km di Sungai Musi yang berkelok kelok.

Selain itu, acara juga akan diisi dengan lomba arung jeram, pertunjukkan tarian tradisional dan renang serapungan, yakni metode tradisional mengikat batang bambu dengan rotan.

2. Festival Tempo Doeloe, DKI Jakarta (10 November 2018)

Rekomendasi Jadwal Festival Yang Menarik Di November 2018

Festival lainnya di bulan November 2018 adalah Festival Tempo Doeloe. Berlokasi di Kota Tua Jakarta, festival ini akan menyajikan pertunjukan theatre dengan latar waktu pada era tertentu.

Ada pula sajian stand-stand khusus yang menyediakan berbagai kuliner tempo doeloe dan pameran barang-barang yang unik dan dijajakan khusus untuk kamu.

Rekomendasi Jadwal Festival Yang Menarik Di November 2018

3. Ya’ahowu Nias Festival, Sumatera Utara (16-20 November 2018)

Rekomendasi Jadwal Festival Yang Menarik Di November 2018

Tahun lalu, nama festival ini masihlah Pesat Ya’ahowu. Namun kini telah berubah nama dengan inti acara yang tetap sama yakni pagelaran budaya.

Baca Juga : Jelajahi Destinasi Wisata Sejarah Situs Warungboto Jogja

Ya’ahowu Nias Festival diselenggarakan pada 16 hingga 20 November 2018 di Sumatera Utara. Festival ini akan diisi dengan beberapa atraksi budaya langka dan kemegahan lainnya yang dimiliki oleh Kepulauan Nias.

Banyak atraksi seru yang akan disuguhkan. Misalnya saya tradisi melompat batu legendaris yang disebut Fahombo, permainan rakyat unik seperti rago Ue dan tari perang.

Acara ini akan dipusatkan di Telukdalam, Nias Selatan. Karena bulan ini juga merpakan musim durian, jadi kamu yang hendak menikmati festival ini bisa sekalian mencicipi sepuasnya buah berduri di kepulauan ini.

Rekomendasi Jadwal Festival Yang Menarik Di November 2018

4. Festival Budaya Cirebon (21-28 November 2018)

Rekomendasi Jadwal Festival Yang Menarik Di November 2018

Digelar pada 21-28 November, festival yang digelar di Kota Udang ini akan menampilkan adat budaya dan tradisi keraton.

Baca Juga : Pesona Bukit Batu Karst di Timor Tengah Selatan Kupang

Tentunya semabri berkeliling menikmati objek wisata di kota ini dan berbagai jenis kulinernya. Jangan lewatkan juga, ada pagelaran busana dan kreasi kain khas lokal.

6. Borobudur Writer and Culture Festival (23-25 November 2018)

Rekomendasi Jadwal Festival Yang Menarik Di November 2018

Setelah pada bulan Oktober 2018, Indonesia memiliki Ubud Writers and Readers Festival. Kini giliran Magelang yang menghelat acara yang bertemakan serupa.

Bertajuk Borobudur Writer and Culture Festival 2018. Acara ini akan terselenggara sejak 23 hingga 25 di Bulan November 2018 mendatang.

Acaranya akan dimulai dengan peluncuran buku terjemahan I-Tsing tentan kehidupan religius dan spiritual dari tempat-tempat yang ia datangi. Tidak hanya seminar, acara ini juga akan ada pertunjukan seni dan pameran foto.

Jelajahi Destinasi Wisata Sejarah Situs Warungboto Jogja

Jelajahi Destinasi Wisata Sejarah Situs Warungboto JogjaSitus Warungboto sebelumnya adalah petilasan yang dibangun pada pemerintahan Sultan HB I. Dan pembangunannya diteruskan pada masa Sultan HB II.

Resmi direnovasi sejak tahun 2016 lalu, destinasi wisata bersejarah Situs Warungboto Jogja kian menarik hati untuk dikunjungi.

Berada di jalan Veteran, Kelurahan Warungboto, Kecamatan Umbulharjo, Kota Yogyakarta, situs ini sejatinya adalah sebuah pesanggrahan.

Situs Warungboto sebelumnya adalah petilasan yang mulai dibangun pada masa pemerintahan Sultan Hamengkubuwonno I. Dan pembangunannya diteruskan pada masa pemerintahan Sultan Hamengkubuwono II.

Sebelum benar-benar direnovasi, wisata bersejarah ini dahulunya hanyalah berupa reruntuhan dan puing bangunan yang kurang terawat.

Fasilitas Situs Warungboto

Jelajahi Destinasi Wisata Sejarah Situs Warungboto Jogja

Berdasarkan data dari Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Daerah Istimewa Yogyakarta. Pesanggrahan yang dibangun oleh Kesultanan Ngayogyakarta Hadiningrat memiliki fungsi sebagai tempat peristirahatan keluarga kerajaan.

Baca Juga : Pesona Bukit Batu Karst di Timor Tengah Selatan Kupang

Karena fungsinya berkaitan dengan kenyamanan dan ketenangan, pada umumnya pesanggrahan dilengkapi dengan taman, segaran, kolam dan kebun.

Jelajahi Destinasi Wisata Sejarah Situs Warungboto Jogja

Fasilitas inilah yang kemudian bisa kamu temukan ketika berkunjung ke Situs Warungboto. Uniknya, pesanggrahan-pesanggrahan ini dibangun menggunakan batu bata.

Jelajahi Destinasi Wisata Sejarah Situs Warungboto Jogja

Ada dya bagian pesanggrahan, dibangun disisi barat dan timur sungai Gajag Wong dan membujur dari arah barat ke timur. Kompleks pesanggrahan terdiri dari pagar keliling dan bangunan pesanggrahan.

Baca Juga : Alasan Ilmiah Mengapa Perjalanan Berangkat Terasa Lama

Pada bangunan sisi barat, terdapat kompleks bangunan berkamar dengan halaman berteras dan kolam pemandian yang airnya berasa dari mata air.

Pesanggrahan ini memiliki kolam pertama yang berbentuk lingkaran berdiameter 4,5 meter dan bagian tengahnya memiliki sumber pancuran air atau umbul. Serta kolam kedua berbentuk bujur sangkar dengan ukuran sisi 10 meter x 4 meter.

Berkunjung ke Situs Warungboto tak hanya membuat kamu mengenal sejarah. Melainkan juga mendapat poin tambah karena bangunan-bangunannya yang unik dan khas.

Jelajahi Destinasi Wisata Sejarah Situs Warungboto Jogja

Struktur bangunan dengan lorong-lorong, pintu dan jendela yang sebagian memiliki aksen lengkung pada bagian atasnya begitu menarik.

Tak heran jika lokasi ini seringkali dijadikan spot foto dan larat berbagai pemotretan maupun pembuatan video dan karya seni visual lainnya.

Satu yang perlu diperhatikan, bila berkunjung ke Situs Warungboto, kamu mesti mentaati sejumlah aturan yang berlaku disini.

Yaitu dilarang memanjat bangunan situs, dilarang bermain judi poker online, menjaga kebersihan, dan dilarang mencoret-coret tembok situs.

Pesona Bukit Batu Karst di Timor Tengah Selatan, Kupang

Pesona Bukit Batu Karst di Timor Tengah Selatan KupangDibalik pesona bukit batu karst di Timor Tengah Selatan. Tersimpan potensi batu marmer yang konon berkualitas nomor dua di dunia.

Timor Tengah Selatan memiliki kekayaan alam dan beragam destinasi wisata yang tak kalah menarik dan sayang jika kamu lewatkan. Salah satu yang menjadi favorit adalah destinasi bukit batu kapur, Fatu Nausus.

Fatu Nausus sejatinya adalah bukit batu karst yang menjulang tinggi. Sehingga telah tampak bila kamu tengah berada di daerah Kapan, ibu kota kecamatan Mollo Utara.

Pesona Bukit Batu Karst di Timor Tengah Selatan Kupang

Kamu yang hendak menikmati pesona Fatu Nausus, mesti menyiapkan diri dan berangkat lebih awal untuk mendapatkan momen yang lebih menakjubkan dengan suasana pagi hari yang sejuk.

Pesona Bukit Batu Karst di Timor Tengah Selatan Kupang

Wisata Timor Tengah Selatan
Fatu Nausus ini berdiri di dalam destinasi wisata bernama Fatumnasi. Selain Fatu Nausus, didalamnya terdapat pula destinasi lain yang tak kalah menarik yang biasa diisi oleh pengunjung yang sedang berlibur dan bermain bandar ceme bersama keluarga.

Kamu perlu bersabar sebab jalan yang mesti disusuri untuk menuju Fatu Nausus belum sepenuhnya baik,. Infrastruktur di kanan kiri tak cukup menunjang untuk menuju destinasi wisata yang menakjubkan ini.

Pintu gerbang di kawasan wisata Fatu Nausus ini terdiri dari atas potongan-potongan kayu dengan pagar yang dibuat sederhana dari batang-batang pohon yang ada.

Kamu kemudian perlu menyusuri jalan sekitaran beberapa puluh meter dahulu dari pagar untuk sampai kebawah bukit karst ini.

Pesona Bukit Batu Karst di Timor Tengah Selatan Kupang

Sesampainya disana, kamu akan mendapati pemandangan bukit yang didingnya tegak lurus licin. Dinding ini lurus licin bukan dibentuk oleh alam tapi oleh tangan manusia melalui teknologi yang dimilikinya.

Baca Juga : Alasan Ilmiah Mengapa Perjalanan Berangkat Terasa Lama

Bukit yang terpotong tegak lurus ini hasil dari eksplorasi perusahaan tambang marmer. Bukit-bukit karst yang menjulang ini dipuja dan dijaga. Karena masyarakat setempat menganggap keberadaanya memberikan kehidupan bagi sekitarnya dan juga dipuja oleh para pebisnis.

Bukan oleh karena kemistisannya namun lebih kepada nilai ekonominya. Dibalik batu-batu terjal inilah tersimpan potensi batu marmer yang konon berkualitas nomor dua di dunia.

Pesona Bukit Batu Karst di Timor Tengah Selatan Kupang

Bekas lokasi upacara adat

Pesona Bukit Batu Karst di Timor Tengah Selatan Kupang

Selain bernilai ekonomis dan memiliki pesona yang luar biasa menakjubkan. Fatu Nausus di Timor Tengah Selatan ini dulunya digunakan oleh masyarakat Mollo untuk melakukan upacara-upacara adat.

Lokasi disini bersejajar dengan hutan yang mampu menjadi penopang kehidupan. Air-air hujan yang tertahan dan mampu menghasilkan kehidupan dengan adanya mata air bagi daerah yang dibawahnya.

Baca Juga : Surga Tersembunyi Birunya Kolam Air Terjun Waimarang

Namun, dibalik kemegahan dan keindahannya. Fatu Nausus rupanya menyimpan kepedihan sejak loksi ini berubah menjadi tambang marmer yang dikomersialisasi.

Masyarakat terpecah menjadi dua antara yang pro dan kontra dengan tambang.Akhirnya memang kawasan ini telah ditinggalkan perusahaan tambang, namun bukan dengan cara yang mudah.

Ada perjuangan yang cukup lama dan keberanian yang harus terus dikorbankan agar masyarakat mau saling bahu membahu dalam satu penolakan pertambangan ini. Dan kemudian menjadikannya sebagai destinasi wisata menakjubkan yang bisa dinikmati bersama.

Alasan Ilmiah Mengapa Perjalanan Berangkat Terasa LamaSaat berangkat, biasanya selalu ada pertanyaan “Kok nggak sampai-sampai ya?” Kemudian, saat pulang ada rasa terkejut “Lho, kok sudah sampai?”

Perjalanan berangkat kerap kali terasa lebih lama dibandingkan saat kita telah menuju rumah dan pulang. Fenomena umum yang biasa dirasakan ini biasa disebut dengan naman return trip effect.

Ketika kita tengah travelling dan hendak melakukan perjalanan ke suatu tempat. Biasanya kita merasakan sensasi menggebu dan antusias sekali dalam mempersiapkan segala sesuatunya.

Saat berangkat, biasanya selalu ada pertanyaan “Kok nggak sampai-sampai ya?” Kemudian, saat pulang ada rasa terkejut, “Lho, kok sudah sampai?”.

Alasan Ilmiah Mengapa Perjalanan Berangkat Terasa Lama

Padahal jarak dan waktu tempuh untuk perjalanan pulang dan berangkat itu sama. Tak perlu merasa aneh, sebab fenomena ini merupakan hal umum dan bisa dijelaskan secara ilmiah.

Penjelasan ilmiah perjalanan berangkat yang terasa lama

Alasan Ilmiah Mengapa Perjalanan Berangkat Terasa Lama

Perjalanan berangkat yang terasa lebih lama ini rupanya diakibatkan oleh kondisi pikiran dan psikologis. Mengutip laman jelajahpagi.com ilmuwan telah meneliti fenomena ini dan menyebutnya sebagai “return trip effect”.

Baca Juga : Pesona 6 Lokasi Wisata Terkenal di Kediri

Alasan Ilmiah Mengapa Perjalanan Berangkat Terasa Lama

Peristiwa ini biasanya terjadi saat kamu pergi ketempat baru yang belum dikenal. Atau saat kamu pergi kesuatu tempat yang belum pernah dilalui sebelumnya.

Saat melakukan perjalanan berangkat ke suatu tempat, otak akan cenderung lebih fokus untuk mencerna dan menghapalkan rute yang ditempuh.

Saat sedang fokus, otak akan memberikan pemahaman bahwa waktu terasa berjalan lebih lambat. Sementara, saat melakukan perjalanan pulang dengan rute yang sama, otak sudah lebih mengenali rute yang dilalui dan kondisi sekitar.

Baca Juga : Surga Tersembunyi Birunya Kolam Air Terjun Waimarang

Hal inilah yang membuat otak merasa tidak perlu lagi terlalu fokus menghapalkan rute. Sehingga waktu juga akan terasa berjalan lebih cepat.

Return trip effect

Alasan Ilmiah Mengapa Perjalanan Berangkat Terasa Lama

Fenomena “return trip effect”  ini lebih jarang terjadi, bila kamu melalui rute yang biasa dilalui. Selain itu, ada pendapat berbeda yang mengatakan fenomena “return trip effect” bisa terjadi.

Yakni, saat berangkat kesuatu tempat, kita sudah memperkirakan waktu tiba di tempat tersebut. Namun, ternyata di jalan ada hal-hal yang membuat perkiraan waktu tersebut salah.

Baca Juga : Aplikasi Daring Khusus Turis Labuan Bajo Diluncurkan

Satu diantara hal yang membuat perkiraan waktu tiba ini meleset adalah terjebak macet. Hal ini membuat kita terus-terusan melihat jam untuk mengecek apakah kita akan sampai ditempat tujuan tepat waktu.

Sehingga menyebabkan kita merasa perjalanan yang ditempuh terasa lebih panjang. Sementara untuk pulang, perjalanan terasa lebih pendek. Ini karena kita tidak lagi memperkirakan kapan kita akan sampai dirumah.