Melihat Perubahan Wajah Gunung Merapi Dulu dan Kini

Melihat Perubahan Wajah Gunung Merapi Dulu dan Kini
Spread the love

Melihat Perubahan Wajah Gunung Merapi Dulu dan KiniDelapan tahun silam, Merapi memuntahkan lahar panasnya. Letusan ini dianggap sebagai yang terbesar selama 100 tahun terakhir. Bagaiman nasib pendakian kini?

Gunung Merapi merupakan satu dari ratusan gunung api Indonesia. Namun, Merapilah yang dinilai paling aktif yang ada di Indonesia. Pasca letusan freatik yang terjadi pertengahan tahun ini.

Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) belum mampu memastikan sampai kapan jalur pendakian Merapi akan dibuka kembali. Jika kondisi masih belum kondusif, kemungkinan jalur pendakian baru akan dibuka tahun depan.

Ini belum pasti ya, nggak bisa dipastikan. Kalau terus berlanjut ya paling, bisa dibuka tahun depan.” ujar Sukemi, salah satu warga desa Selo.

Hari ini pula yang membuat para pendaki harus selalu waspada ketika ingin mendaki gunung ini, karena bisa meletus sewaktu-waktu. Gunung ini memiliki siklus letusan sekitar 5 tahun.

Melihat Perubahan Wajah Gunung Merapi Dulu dan Kini

Melihat Perubahan Wajah Gunung Merapi Dulu dan Kini

Tetap Diminati Pendaki
Letusan Gunung Merapi tahun 2010 sempat menjadi momok dan menyimpan kenangan kelam bagi masyarakat. Merapi, meskipun menebar bahaya, tetap menjadi sesuatu yang dihormati dan dijaga warga sekitarnya, juga masih menjadi primadona bagi para pendaki.

Baca Juga : Makanan Asli Boyolali

Gelombang pendaki meningkat secara signifikan pada waktu-waktu tertentu. Yakni saat liburan panjang, tanggal satu suro, maupun saat peringkat kemerdekaan.

Melihat Perubahan Wajah Gunung Merapi Dulu dan Kini

Meskipun begitu, para pendaki mengaku jalur pendakian Merapi lebih mudah dijangkau sebelum adanya erupsi tahun 2010. Setelah erupsi terdapat lebih banyak tumpukan pasir dan abu vulkanik, sehingga membuat medan sedikit sulit dan licin.

Selain itu, setelah lama vakum setelah erupsi tahun 2010, jalur pendakian lama Merapi pun dibuka kembali. Yakni jalur pendakian Sapuangin. Meskipun begitu, jalur pendakian Selo masih menjadi pilihan terbaik bagi pendaki, dengan jalurnya yang lebih pendek dan tak terlalu curam.

Pendakian Ilegal hingga Puncak

Melihat Perubahan Wajah Gunung Merapi Dulu dan Kini

Menurut peraturan, batas akhir pendakian adalah hanya sampai Pasar Bubrah. Hal ini mengingat bahwa Gunung Merapi bisa meletus kapan saja, jadi keselamatan pendaki adalah segalanya.

Baca Juga : Pariwisata Lombok Mulai Bergeliat dan Bangkit Kembali

Sejak insiden Erry Yunanto tahun 2015, CCTV di Pasar Bubrah dan di Puncak pendakian. Hal ini bertujuan untuk tetap menjaga keselamatan pendaki dan memantau perkembangan Gunung Merapi.

Sebenarnya itu nggak boleh, sampe atas. Dari tahun 2010-2018 itu sebenernya batesnya cuma Pasar Bubrah. Itu ndak boleh sebenarnya sampe atas.”

Melihat Perubahan Wajah Gunung Merapi Dulu dan Kini

Ladang untuk sumber perekonomian warga
Ramainya trend pendakian, menjadi berkah tersendiri bagi para penduduk sekitar Gunung Merapi. Hal ini menjadi salah satu alternatif sumber mata pencaharian bagi warga sekitar.

Sekali menjadi pemandu gunung, masyarakat mampu mengantongi sekitar 300-500 ribu per regu yang terdiri dari 5 sampi 6 orang pendaki.

Melihat Perubahan Wajah Gunung Merapi Dulu dan Kini

Kadang kalau libur panjang, kadang saya bisa naik hampir tiap minggu mbak. Nganterin tamu itu sampai sana. Biasanya ada sepuluh, duapuluh orang.”  ujar Sukemi, salah satu warga Desa Selo.

Harga tiket antara masyarakat lokal dan internasional pun berbeda. Untuk pendaki lokal, tiket berikisar 15-18 ribu rupiah. Sedangkan untuk turis mancanegara butuh biaya yang lebih besar pastinya.

Maksimalkan Platform Digital

Melihat Perubahan Wajah Gunung Merapi Dulu dan Kini

Masyarakat Selo tak kalah cepat dalam adaptasinya terhadap teknologi. Kini, mereka mulai menggunakan platform digital sebagai sarana promosi mereka. Untuk memesan guide Merapi, kamu bisa terlebih dahulu memesan melalui platform digital Whatsapp.

Baca Juga : D’dieuland Bandung Destinasi Asik Keluarga Masa Kini

Selain itu, untuk mengetahui informasi selengkapnya tentan Merapi, kamu bisa menghubungi Barameru Merapi melalui platform Instagram dan akun sosial media mereka. Sayangnya, belum ada website khusus untuk informasi pendakian yang dikelola langsung oleh warga.

Melihat Perubahan Wajah Gunung Merapi Dulu dan Kini

Selain itu, penting juga, sebelum kamu memutuskan untuk mendaki Gunung Merapi. Tak ada salahnya untuk menyimpan nomor-nomor penting yang dapat kamu hubungi. Berikut adalah beberapa kontak penting pendakian Gunung Merapi.

  • Pos PGM Selo (0276) 326038
  • TNGN Resort Selo 081328286626
  • Basecamp Barameru 085799595238 / 082137255515
  • BPBD Kabupaten Boyolali (0276) 326010
  • PMI Boyolali (0276) 321104
  • Ambulance Gratis Boyolali 085103503333

Upaya Penanganan Sampah Gunung

Melihat Perubahan Wajah Gunung Merapi Dulu dan Kini

Ramainya jalur pendakian, pasti tak lepas dari adanya sampah. Hal ini pun tak luput dari perhatian masyarakat. Setiap saat, masyarakat selalu menghimbau para pendaki untuk tak membuang sampah sembarangan.

Puntung rokok, ataupun sampah lainnya harusnya dibawa lagi. Dan imbauan dari masyarakat, harus bawa kantong plastik (untuk menampung sampah).”

Terkadang, masyarakat juga mengadakan kontes kecil-kecilan untuk menambah semangat pendaki dalam membersihkan gunung. Setiap Agustus, masyarakat mengadakan sayembara untuk para pendaki. Yakni kontes mengumpulkan sampah gunung terbanyak. Oleh para warga, para pendaki akan mendapat hadiah-hadiah.

Masyarakat sekitar juga bekerjasama dengan mapala, maupun organisasi lain untuk membersihkan jalur pendakian secara berkala. Sukemi juga menjelaskan, Gunung yang terletak di dua provinsi ini merupakan salah satu jajaran gunung terbersih yang ada di Pulau Jawa.

Namun, untuk memutus siklus sampah di Gunung ini, diperlukan kerjasama dari berbagai pihak, termasuk para pendaki itu sendiri. Kesadaran di kalangan para pendaki sangat diperlukan demi lingkungan yang tetap bersih dan asri. Oleh karena itu, jangan pernah lagi buang sampah sembarangan ya. Salam lestari!!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*