Alasan Ilmiah Mengapa Perjalanan Berangkat Terasa Lama

Spread the love

Alasan Ilmiah Mengapa Perjalanan Berangkat Terasa LamaSaat berangkat, biasanya selalu ada pertanyaan “Kok nggak sampai-sampai ya?” Kemudian, saat pulang ada rasa terkejut “Lho, kok sudah sampai?”

Perjalanan berangkat kerap kali terasa lebih lama dibandingkan saat kita telah menuju rumah dan pulang. Fenomena umum yang biasa dirasakan ini biasa disebut dengan naman return trip effect.

Ketika kita tengah travelling dan hendak melakukan perjalanan ke suatu tempat. Biasanya kita merasakan sensasi menggebu dan antusias sekali dalam mempersiapkan segala sesuatunya.

Saat berangkat, biasanya selalu ada pertanyaan “Kok nggak sampai-sampai ya?” Kemudian, saat pulang ada rasa terkejut, “Lho, kok sudah sampai?”.

Alasan Ilmiah Mengapa Perjalanan Berangkat Terasa Lama

Padahal jarak dan waktu tempuh untuk perjalanan pulang dan berangkat itu sama. Tak perlu merasa aneh, sebab fenomena ini merupakan hal umum dan bisa dijelaskan secara ilmiah.

Penjelasan ilmiah perjalanan berangkat yang terasa lama

Alasan Ilmiah Mengapa Perjalanan Berangkat Terasa Lama

Perjalanan berangkat yang terasa lebih lama ini rupanya diakibatkan oleh kondisi pikiran dan psikologis. Mengutip laman jelajahpagi.com ilmuwan telah meneliti fenomena ini dan menyebutnya sebagai “return trip effect”.

Baca Juga : Pesona 6 Lokasi Wisata Terkenal di Kediri

Alasan Ilmiah Mengapa Perjalanan Berangkat Terasa Lama

Peristiwa ini biasanya terjadi saat kamu pergi ketempat baru yang belum dikenal. Atau saat kamu pergi kesuatu tempat yang belum pernah dilalui sebelumnya.

Saat melakukan perjalanan berangkat ke suatu tempat, otak akan cenderung lebih fokus untuk mencerna dan menghapalkan rute yang ditempuh.

Saat sedang fokus, otak akan memberikan pemahaman bahwa waktu terasa berjalan lebih lambat. Sementara, saat melakukan perjalanan pulang dengan rute yang sama, otak sudah lebih mengenali rute yang dilalui dan kondisi sekitar.

Baca Juga : Surga Tersembunyi Birunya Kolam Air Terjun Waimarang

Hal inilah yang membuat otak merasa tidak perlu lagi terlalu fokus menghapalkan rute. Sehingga waktu juga akan terasa berjalan lebih cepat.

Return trip effect

Alasan Ilmiah Mengapa Perjalanan Berangkat Terasa Lama

Fenomena “return trip effect”  ini lebih jarang terjadi, bila kamu melalui rute yang biasa dilalui. Selain itu, ada pendapat berbeda yang mengatakan fenomena “return trip effect” bisa terjadi.

Yakni, saat berangkat kesuatu tempat, kita sudah memperkirakan waktu tiba di tempat tersebut. Namun, ternyata di jalan ada hal-hal yang membuat perkiraan waktu tersebut salah.

Baca Juga : Aplikasi Daring Khusus Turis Labuan Bajo Diluncurkan

Satu diantara hal yang membuat perkiraan waktu tiba ini meleset adalah terjebak macet. Hal ini membuat kita terus-terusan melihat jam untuk mengecek apakah kita akan sampai ditempat tujuan tepat waktu.

Sehingga menyebabkan kita merasa perjalanan yang ditempuh terasa lebih panjang. Sementara untuk pulang, perjalanan terasa lebih pendek. Ini karena kita tidak lagi memperkirakan kapan kita akan sampai dirumah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*