Fakta Suku di Amerika Yang Tinggal di Dalam Grand Canyon

Fakta Suku di Amerika Yang Tinggal di Dalam Grand Canyon
Spread the love

Fakta Suku di Amerika Yang Tinggal di Dalam Grand CanyonSiapa sangka di Amerika masih ada suku tertinggal. Dimana suku tersebut masih mempercayai peninggalan nenek moyang mereka. Kenalkan, inilah suku Havasupai.

Kabar menarik datang dari Amerika. Siapa sangka di negara adi daya seperti Amerika masih terdapat daerah terpencil yang pengiriman pesannya dilakukan dengen keledai?

Siapa sangaka jika ada wilayah di Amerikan yang orang-orangnya masih begitu mempercayai peninggalan nenek moyang mereka? Kenalkan, inilah suku Havasupai, salah satu suku asli yang hidup di Amerika. Dan berikut adalah fakta menarik mengenai suku tersebut.

Jalur yang terlupakan

Fakta Suku di Amerika Yang Tinggal di Dalam Grand Canyon

Kurang lebih 5,5 juta orang datang mengunjungi Grand Canyon setiap tahunnya. Namun jarang yang menyadari bahwa jurang raksasa ini adalah rumah bagi komunitas kecil di pelosok Amerika. Jauh 3.000 kaki di dalam Grand Canyon, tinggallah suku Havasupai. Suku asli Amerika yang tersembunyi di Supai, Arizona.

Terletak sejauh delapan mil dari jalan raya terdekat. Supai menjadi wilayah paling pelosok diantara 48 negara bagian lainnya di Amerika Serikat. Untuk mencapai pusat perbelanjaan terdekat, kamu perlu menempuh jarak 160 mil jauhnya. Segala kebutuhan sehari-hari umumnya diantarkan dengan kuda atau helikopter.

Fakta Suku di Amerika Yang Tinggal di Dalam Grand Canyon

Hanya bisa dijangkau dengan helikopter

Fakta Suku di Amerika Yang Tinggal di Dalam Grand Canyon

Satu-satunya cara untuk menjangkau wilayah Supai adalah dengan menggunakan helikopter. Jika tak ingin menggunakan helikopter, kamu bisa menempuh jalan darat dengan keledai atau mendaki melewati batu-batu tinggi dan curam di Grand Canyon.

Baca Juga : Destinasi Luar Biasa Indah Namun Dilarang Untuk Dikunjungi

Dilansir BBC Traverl, sakin terpencilnya wilayah ini, bahkan proses pengiriman suratnya masih dilakukan dengan kereta keledai setiap harinya. Pernahkah kamu membayangkan bahwa hal ini terjadi di Amerika?

Fakta Suku di Amerika Yang Tinggal di Dalam Grand Canyon

Namun, jika kamu ingin melihat keajaiban Shangri La ala Arizona, kamu bisa mengambil Rute 66 di Peach Springs. Ikuti jalan yang mengarah ke 67 Hualapai Hilltop dan turuni tebing. Kamu akan menemukan salah satu keajaiban dan rahasia Grand Canyon.

Salah satu oasis paling indah dengan paduan air terjun dan tebing berusia dua juta tahun. Sebuah pemandangan yang jarang kamu temukan di muka bumi. Dan siapa sangka, di dalamnya, hiduplah orang-orang suku Havasupai.

Kurang dari 1000 penduduk

Fakta Suku di Amerika Yang Tinggal di Dalam Grand Canyon

Pai berarti orang, dan Havasupai berarti orang-orang yang tinggal di air berwarna tosca. Masyarakat suku Havasupai atau Havasu Baaja sekarang ini memiliki 650 anggota, dengan 450 diantaranya di wilayah Supai.

Semua anggotanya menggunakan bahasa asli suku tersebut lebih dari 25 tahun. Tahun 1975, Presiden Ford akhirnya memberikan 185 kilometer persegi lahan, dan akses untuk 95km persegi lahan di National Park Service.

Masyarakat Havasupai sekarang juga diakui oleh pemerintah Amerika Serikat sebagai salah satu suku nasional yang berhak mengatur urusan rumah tangga mereka.

Fakta Suku di Amerika Yang Tinggal di Dalam Grand Canyon

Alami sejarah panjang

Fakta Suku di Amerika Yang Tinggal di Dalam Grand Canyon

Sebelum kedatangan orang-orang Eropa, Suku Havasupai pernah memperluas wilayah teritorinya hingga 1.600 kilometer persegi. Namun, karena kekayaan tambang dan mineralnya, mulai menarik orang-orang perbatasan dan pemerintah.

Baca Juga : 10 Film Hotel Horor Sepanjang Masa Awas Jangan Nonton Sendirian

Hal ini semakin menyudutkan keberadaan masyarakat Havasupai. Dan pada masa dimana suku-suku asli di Amerika digusur dari tanah-tanah mereka oleh pemerintah, masyarakat Havasupai berperang untuk hal legal dan warisan nenek moyang mereka.

Sejak Presideng Roosevelt menetapkan Grand Canyon sebagai bagian dari National Park Service pada tahun 1919. Banyak kemudian dari orang-orang Havasupai yang menjadi pekerja di wilayah tersebut sekaligus melobby pemerintah untuk tetap mempertahankan wilayah mereka.

Fakta Suku di Amerika Yang Tinggal di Dalam Grand Canyon

Seperti bukan di Amerika

Fakta Suku di Amerika Yang Tinggal di Dalam Grand Canyon

Sewaktu kamu berkunjung ke wilayah Supai, kamu akan melupakan bahwa daerah ini juga masuk dalam salah satu negara bagian Amerika. Malah, kamu akan merasa berada di belahan bumi lain selain Amerika.

Tak ada jalan-jalan besar dengan orang berlalu lalang, tak ada macet, tak ada mobil dan kendaraan umum. Satu-satunya macet yang ada yakni karena penduduk mencoba menggiring keledainya melewati jalan berdebu di bawah Grand Canyon.

Terdapat beberapa warung kopi, tempat bermain bandar ceme, sekolah, rumah ibadah, serta kantor pos yang dikelilingi oleh rumah-rumah warga masyarakat asli. Penduduk disini masih bercocok tanam, menganyam kerajinan tangan, seperti apa yang telah diajarkan oleh pendahulu-pendahulu mereka.

Jadi salah satu tujuan wisata

Fakta Suku di Amerika Yang Tinggal di Dalam Grand Canyon

Selain keagungan Grand Canyon yang menjulang tinggi dan gagah ditempatnya. Kini para turis bereksplorasi lebih dalam ke wilayah Supai. Hari ini, lebih dari 20.000 pengunjung mendaki dan mencoba menjelajahi Supai lebih lanjut.

Kamu dapat pula menempuh perjalanan menggunakan helikopter. Dan setiap helikopter yang masuk haruslah mendapat persetujuan dari badan Persatuan Suku Havasupai. Bagaiman? Sudah tak sabar ingin mencoba bertemu dengan Suku Havasupai?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*