Selamat Hari Pahlawan untuk tokoh-tokoh yang telah berjuang di berbagai bidang demi kebaikan Indonesia. Perjuangan mereka telah memberikan perubahan dan menginspirasi banyak orang. Berikut beberapa tokoh inspiratif di bidang lingkungan yang telah menjadi panutan banyak pegiat alam bebas Indonesia.

BACA JUGA

Bandar Bola
Kenali Kriteria Tipster Profesional Bandar Bola Online IBOBET

1. Soe Hok Gie, seorang demonstran yang mencintai Indonesia dengan cara mendaki gunung

tokoh-inspirasi

Saya rasa, dari sekian banyak tokoh yang menginspirasi para pegiat alam bebas, Soe Hok Gie adalah tokoh yang paling banyak dikagumi. Soe Hok Gie dan Mahameru menjadi satu rangkain kisah penuh semangat yang mendorong para pendaki untuk terus menjajal jalan-jalan terjal di setiap pendakian. Di puncak Mahameru jugalah Soe Hok Gie meregangkan nyawa.

Gie bukan sekedar pegiat alam bebas biasa. Dia merupakan salah satu pendiri Mapala UI yang sangat aktif menyuarakan aspirasinya terhadap pemerintah Indonesia pada masanya. Buku Catatan Seorang Demosntran seolah menjadi “kitab” bagi para pendaki Indonesia. Seperti yang tertuang pada penggalan tulisannya,

2. Iwan Abdulrachman, Wanadri dan Kawasan Konservasi Masigit Kareumbi bukti aksi cinta Abah Iwan pada alam

sumber foto

Jika nama Soe Hok Gie begitu dikenal di kalangan masyarakat luas, maka tidak bagi Iwan Abdurrahman atau lebih dikenal dengan sebutan Abah Iwan. Pria yang lahir pada tahun 1947 ini adalah sosok pendiri Wanadri yang merangkap menjadi musisi.

Tak terhitung lagi berapa kali Abah Iwan menjamah belantara liar. Sudah berapa puluh gunung sudah dia tandangi. Bahkan, beliau bersama wanadri mendirikan Kawasan Konservasi Masigit Kareumbi. Segala aksi yang dia lakukan cerminan kecintaannya pada lingkungan. Beberapa penggal kalimat yang diucapkan Abah Iwan dalam acara Dies Natalis Wanadri ke-49 ini mungkin bisa menjadi bahan renungan kita,

3. Norman Edwin, mendedikasikan dirinya untuk alam melalui pendakian

sumber foto dari

Selain Soe Hok Gie, sosok pegiat alam bebas dari Mapala UI Norman Edwin pun menghiasi daftar tokoh inspirasi para pendaki. Norman Meninggal saat berusaha menegakkan bendera Merah Putih dan bendera Mapala UI di Puncak Aconcagua.

4. Warkop DKI, berjuang dengan tawa menghibur bangsa Indonesia

sumber foto

Kesannya, anggota Warkop DKI adalah sekumpulan pemuda yang “slengekan” dan selalu bercanda. Namun ternyata, dibalik canda dan tawa, mereka adalah sosok pecinta alam. Anggota Warkop DKI (Dono, Kasino, Nanu, kecuali Indro) adalah anggota Mapala UI.

Kalau kalian angkatan 90an, pasti masih ingat bahwa film Warkop DKI menampilkan scene pendakian dan berhubungan dengan pecinta alam pada awal kemunculannya. Menurut saya Warkop DKI bisa menjadi tokoh pegiat alam yang menginspirasi. Karena lelucon mereka jugalah yang sanggup menentramkan hati rakyat Indonesia meski sedang dalam nestapa.

5. Youk Tanzil, tunjukkan keindahan Indonesiakepada dunia sambil melakukan charity

sumber foto

Sudah menyaksikan “Rings of Fire”? Kalau sudah, kamu pasti kenal dengan Youk Tanzil. Pria yang begitu mencintai Indonesia ini mengekspresikan rasa cintanya dengan berkeliling Indonesia. Ekspedisi keliling Indonesianya dia namai “Ring of Fire”. Salah satu tujuan Youk Tanzil melakukan ekspedisi ini adalah unutk memotivasi kaum muda memahami Indonesia. Tentunya agar mereka pun termotivasi melakukan perjalanan sendiri melihat kekayaan Nusantara dengan mata kepala sendiri.

Bukan sekedar berkeliling Indonesia, Youk Tanzil pun menyisipkan kegiatan “charity” di sela-sela ekspedisi Rings of Fire. Yap, dia adalah salah satu tokoh petualang alam bebas Indonesia yang mencintai negara ini tidak hanya dengan kata-kata.

6. Medina Kamil, sempat hilang di alam liar, wanita ini malah semakin menginspirasi

sumber foto

Tetap terlihat cantik meski tanpa make up tebal. Pemberani dan petualang sejati. Ia penah mengalami insiden terombang-ambing di tengah laut Arafuru seorang diri hingga terdampar di sebuah pulau tak berpenghuni. Dia bertahan hidup dengan segala keterbatasan selama 4 hari bersama beberapa anggota kru acara tv yang ia pandu.

Itu adalah cuplikan singkat kisah “mengerikan” yang pernah dialami Medina Kamil. Wajah cantik dan ketangguhannya berjuang di alam bebas dikagumi banyak orang. Pun sekarang, dia menjadi inspirasi para pendaki-pendaki wanita di Indonesia.

7. Asmujiono, keluar dari anggota Kopassus dan mengabdi untuk negara di bidang lingkungan hidup

sumber foto

Pada masa pemilihan presiden 2 tahun lalu, foto Asmujiono, seorang Kopassus yang berhasil menggapai puncak Everest tersebar luas di media. Asmujiono merupakan Kopassus pertama yang berhasil berada di puncak Everest.

Namun, karena sesuatu hal, Asmujiono memutuskan untuk keluar dari Kopassus dan meneruskan pengabdiannya kepada Indonesia terus menyurakan kepedulian terhadap global warming. Belajar dari Asmujiono, mengabdi pada negara bisa dimana saja. Kalau kamu seorang pegiat alam, abdikanlah dirimu pada alam. Agar alam Indonesia nan permai ini terjaga.

Apapun pekerjaanmu sekarang, lakukanlah dengan maksimal agar bisa bermanfaat bagi orang lain. Karena, sebaik-sebaiknya manusia adalah dia yang bermanfaat bagi kehidupan orang banyak. Apalagi kalau bisa menginspirasi seperti tokoh-tokoh di atas. Hidup akan semakin bermakna.

Raung, jika pendaki gunung mendengar namanya, pasti langsung terbayang, bagaimana akses jalur dan kondisinya karena notabene untuk akses dan pendakian di gunung ini cukup sulit.

BACA JUGA:

Taruhan Bola
Faktor Penyebab Kalah Taruhan Bola Online di Galaxy88

gunung raung

Pemandangan yang sulit terlupa seumur hidup. Foto dok. pribadi penulis

Gunung Raung merupakan gunung berapi aktif yang berada dalam jajaran Pegunungan Ijen dan merupakan puncak tertinggi dari gugusan pegunungan tersebut. Gunung dengan tinggi 3.344 mdpl ini mempunyai kaldera di puncaknya berbentuk lingkaran. Kaldera Raung merupakan kaldera kering terbesar di Pulau Jawa dan kaldera terbesar kedua setelah Gunung Tambora.

Jika Kamu berencana mendaki Gunung Raung, ada beberapa hal yang perlu dipersiapkan sebelumnya, ini dia:

Mental

Sebelum melakukan pendakian, kalian juga harus tahu tentang kondisi serta karakteristik gunung tersebut. Banyak-banyaklah membaca review ataupun cerita pendakian tentang gunung yang akan didaki. Siapkan mental yang cukup matang untuk mendaki Gunung Raung. Mental yang kuat akan terbentuk saat semua hal sudah dipersiapkan.

 

Siapkan fisikmu, lebih dari biasanya

Sama seperti mendaki gunung pada umumnya, dalam hal ini, fisik yang kuat diperlukan. Jalur yang jalur panjang dan membutuhkan waktu lebih dari 2 hari untuk bisa mencapai puncak dan kembali ke rumah, jalur yang terjal dan panjang membuat sebagian pendaki lebih memilih 4 hari perjalanan agar bisa menghemat tenaga untuk kembali pulang. Waktu tempuh setiap pendaki untuk sampai di camp 7 bervariasi, ada yang bisa 8 jam atau bahkan 1 hari!

 

Pentingnya mengurus perizinan

Mengurus perizinan di sini sangat mudah, asalkan dalam hal ini semua peralatan pendakianmu sudah lengkap. Untuk urusan administrasi dalam pendakian bisa dilakukan di basecamp Bu Suto yang terletak di Desa Wonorejo, desa terakhir yang berada di kawasan kaki Gunung Raung via Kalibaru.

 

Alat-alat pendakian yang lengkap

Pendakian di Gunung Raung cukup berbeda dengan gunung lainnya, tak hanya alat camping saja yang kalian perlukan di sini, tapi juga peralatan panjat dan sejenisnya. Karena jalur yang cukup ekstrim untuk bisa sampai di Puncak Sejati, Kamu butuh skill mencukupi di sini. Disarankan untuk para pemula bisa menggunakan jasa guide atau membawa leader yang berpengalaman, jangan sampai  naik tanpa alat lengkap dan leader yang mumpuni.

Beberapa alat yang bisa kalian siapkan adalah alat camping standar, logistik selama kurang lebih untuk 4 hari, air mineral kurang lebih 6L per orang, alat panjat meliputi: tali karmantel, figure8, webbing, carabiner screw, caraniber snap, tali pusrik.

 

Pemilihan jalur

Setiap gunung mempunyai karakteristik yang berbeda. Raung memiliki jalur pendakian yang sangat istimewa kalau menurut saya. Bagaimana tidak, awal pendakian kita sudah disuguhi dengan jalur tanjakan yang sedikit melelahkan karena panjang tak berujung. Ditambah lagi dengan jalur tanah yang sedikit licin. Jangan berkecil hati nanti kalian juga akan disuguhkan jalur tebing yang amat menawan. Memang sudah menjadi ciri khas Raung, jalur summit attacknya membuat bulu kuduk para pendaki sedikit merinding disko.

Dari Puncak Bendera kita bisa lihat bagaimana kokohnya tebing itu berada di depan mata, menyuguhkan kesempurnaan Tuhan.

Pertanyaan yang kerap muncul adalah “kita lewat mana”, karena di depan mata yang ada hanya nya jalur bertebing, memang begitulah keunikan jalur ini. Harus cerdik dan jeli.

Ketersedian sumber air

Mungkin tak jauh berbeda dengan gunung lain, sulit untuk menemukan sumber air karena memang jalur jalan setapak yang sangat tipis dan cukup jauh jika ingin mengambil air di sumber air. Lebih disarankan para pendaki untuk membawa air langsung dari pos atau basecamp, sekitar 5-6 L air mungkin lebih tepatnya para pendaki bisa menyiapkan untuk setiap bekal per-seorangan-nya.

***

Jangan pernah samakan semua gunung, mereka memiliki ciri khas tersendiri. Biasakanlah untuk lebih mengenal karakter mereka sebelum melakukan pendakian. Jangan pernah sombong, pada dasarnya gunung bukan untuk ditaklukkan!