Panduan Backpacker: Liburan 3 Hari 2 Malam ke Malang. Cuma Butuh 500 Ribuan Aja Lho!

Spread the love

Ngomongin soal backpacker-an atau traveling budget, Malang pasti akan jadi salah satu destinasi favorit yang disebut. Sebuah kota yang terletak di Provinsi Jawa Timur ini dikenal sebagai kota yang warga lokalnya ramah, biaya makannya cukup terjangkau, pilihan tempat menginap yang banyak, dan akses ke tempat wisata yang termasuk mudah. Kamu dari dulu ingin berwisata ke Malang tapi nggak tahu gimana caranya biar murah? Tenang, semua bisa disiasati.

Baca Juga
Taruhan Bola
Pasang Taruhan Bola Online Dengan Teknik Profesional di IBOBET

Anggaplah kamu berangkat dari Jakarta. Transportasi paling nyaman, apalagi kalau bukan kereta. Nah biar murah, pilih yang kelas ekonomi aja yaa…

kereta emang paling nyamaaaan

Malang merupakan salah satu tujuan wisatawan Indonesia, selain Bali dan Jogja tentunya. Supaya bisa backpacker-an ke Kota Malang, persiapan yang matang harus dilakukan dengan banyak mencari informasi tentang beberapa pengeluaran. Salah satunya adalah tentang transportasi dari Jakarta menuju ke sana. Kalau ditanya moda transportasi apa yang paling nyaman? Tentu sebagian besar orang akan sepakat dengan jawaban kereta api, karena nggak ada kemacetan dan harga jauh lebih terjangkau dibandingkan pesawat. Biar lebih murah, kamu naik yang kelas ekonomi aja. Matarmaja misalnya, berangkat dari Jakarta pukul 15.15 dan sampai Malang keesokan harinya pukul 07.50 WIB. Waktu sekitar 17 jam akan kamu habiskan di dalam kereta, bawa makanan yang banyak ya. Obat tidur juga kalau perlu, hehehe.

— Tiket Kereta Api Matarmaja PP : Rp 109 ribu x 2 = Rp 218 ribu

Sekarang urusan penginapan. Kalau keuanganmu standar, pilih penginapan sekelas melati. Kalau bujetnya super duper minim, ya bersiaplah liburan nggembel. Nginep di Omah Backpacker aja, yuk..

sederhana tapi gratis, nggak masalah kan?

Jadi, di Malang ada sebuah penginapan gratis bernama Omah Backpacker. Dimanakah penginapan ini berada? Dari stasiun, kamu bisa menumpang angkot berwarna merah menuju Karangploso. Silahkan turun di depan Masjid An-Nur sebelah kiri jalan, dan posisi Omah Backpacker persis berada di seberang masjid itu. Beneran nggak sih ada penginapan gratis di saat nggak ada yang benar-benar gratis di dunia ini? Pemilik rumah singgah ini bernama Mbak Ajeng, dia memang punya cita-cita mulia. Yaitu, ingin membuat taman baca mini bagi penduduk sekitar desanya. Nah dari situlah, dia membuat Omah Backpacker yang membebankan tamunya dengan satu buku bekas untuk setiap malamnya. Lebih dari satu buku lebih bagus, kategorinya pun bebas. Asal jangan buku porno aja ya.

Jadi, gratis di sini bermakna tanpa mengeluarkan uang sepeser pun, tapi tetap perlu membayarnya dengan barang lain, yaitu buku.

Waktu berwisatamu di Malang berarti hanya dua hari. Nah, biar gampang mending kamu sewa motor aja. Hari pertama enaknya yang deket-deket dulu deh ya…

ini museum Malang Tempo Doeloe

Traveling ke kota manapun, percayalah, sewa motor masih selalu menjadi andalan yang murah dan menyenangkan. Pergi kemanapun jadi mudah walau sejatinya kamu tak tahu arah, asal bisa baca peta aja sih. Seperti halnya Bali dan Jogja, di Malang sudah banyak usaha serupa. Per motor dibanderol harga Rp 60 ribu per 24 jamnya, di luar bensin lho ya.

Karena hari kedua kamu sampai di Kota Malang pada pukul 07.50 WIB, dan kamu masih harus bersih-bersih diri serta menyewa motor, otomatis kamu baru bisa mulai berwisata agak siang. Alangkah efektifnya kalau kamu menggunakannya dengan berwisata di sekitaran kota saja. Kamu bisa menilik sejarah Kota Apel ini di Museum Malang Tempo Doeloe misalnya. Terletak di Jalan Gajah Mada atau belakang Balai Kota Malang. Berkunjung kemari, kamu akan melihat semacam timelapse dari masa ke masa sejak jaman purba hingga sekarang.

Jangan lupa pula kunjungi Kampung Jodipan yang lagi nge-hits karena warna-warninya, biar hasil fotomu instagramable. Sorenya, kamu bisa melihat kawanan burung merpati sembari menikmati internet gratis di alun-alun Kota Malang. Nah, malemnya mau main-main ke Batu Night Spectacular (BNS) juga boleh lho. Tapi bayar tiket jangan lupa.

— Sewa motor dua hari : Rp 60 ribu x 2 = Rp 120 ribu

— Bensin dua hari : Rp 60 ribu

— Tiket masuk Museum Malang Tempo Doeloe : Rp 20 ribu

— Tiket masuk kampung Jodipan : Rp 2 ribu

— Tiket masuk BNS : Rp 30 ribu

Hari ketiga, saatnya menikmati wisata alam di pelosok Malang. Agak jauhan mainnya, tapi berangkatnya awal banget juga ya. Bangun pagi dan jangan lewatkan pesona alam di Malang Selatan

cantiknya Balekambang

Malang Selatan terkenal dengan aneka wisata pantainya. Kamu bisa mengunjungi Pantai Balekambang misalnya, yang eksotis dengan gagahnya pura. Balekambang seringkali disebut sebagai Tanah Lot-nya Malang, karena sama-sama terdapat pura yang digunakan sebagai tempat ibadah agama Hindu. Selain itu, keindahan pantainya memang tak kalah indah dengan yang ada di Bali. Jaraknya cukup jauh sih dari kota Malang, yaitu sekitar 60 km dan dapat kamu tempuh selama sekitar 2 jam. Anggaplah kamu bisa berangkat pukul 06.00 pagi, sampai sana juga masih pagi. Kalau nggak ingin berenang atau bermain ombak, kamu bisa rebahan di pendoponya saja. Juga banyak warung makanan dengan harga relatif terjangkau.

Kalau sudah bosen sama Pantai Balekambang, ya tinggalin, silahkan melipir ke Pantai Regent di sebelahnya. Pemandangannya nggak kalah menarik kok. Istimewanya, pantai ini memiliki danau yang indah dihimpit oleh gunung karang, pepohonan yang rindang dan pemandangan laut lepasnya yang super indah.

Sudah puas bermain air, saatnya kembali ke kota Malang. Sebelum menunggu kereta di stasiun untuk kembali ke Jakarta, nambah ilmu dikit-dikit ke satu-satunya Museum Musik di Indonesia yuk, gratis kok. Terletak di deretan perumahan Griyashanta Malang, museum ini merupakan gebrakan museum pertama yang mengabadikan perjalanan musik di tanah air. Tempat ini cocok untukmu yang ingin menelusuri jejak sejarah musik Indonesia.

— Tiket masuk Pantai Balekambang : Rp 10 ribu

Puas menikmati pesona kota Paris for East Java, saatnya kembali ke Jakarta pada sore harinya. Liburan boleh, jangan lupa pulang. Di total dulu semuanya habis berapa ya…

Koleksi Museum Musik Indonesia

Di hari ketiga, kamu bisa menggunakan kereta yang sama dengan saat berangkat dari Jakarta. KA Matarmaja berangkat dari Stasiun Kota Malang pukul 17.00 WIB dan akan tiba di Stasiun Pasar Senen keesokan harinya pukul 09.45 WIB, dengan harga yang sama. Coba ya dihitung, semuanya habis berapa.

— Tiket Kereta Api Matarmaja PP : Rp 109 ribu x 2 = Rp 218 ribu

— Sewa motor dua hari : Rp 60 ribu x 2 = Rp 120 ribu

— Bensin dua hari : Rp 60 ribu

— Tiket masuk Museum Malang Tempo Doeloe : Rp 20 ribu

— Tiket masuk kampung Jodipan : Rp 2 ribu

— Tiket masuk BNS : Rp 30 ribu

— Tiket masuk Pantai Balekambang : Rp 10 ribu

— Makan enam kali : Rp 13 ribu x 6 = Rp 78 ribu

——– TOTAL : Rp 553 ribu

Jadi, gimana? Kapan kamu ke Malang? Selain melakukan penghematan biaya, kamu juga harus mempertimbangkan pengelolaan waktu. Atur waktumu se-efektif dan se-efisien mungkin. Selamat backpacker-an!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Skip to toolbar