Anda berencana mengunjungi obyek wisata Green Canyon dalam waktu dekat? Simak dulu tips perjalanan berikut ini.

RUTE. Green Canyon atau oleh warga sekitar kerap juga disebut Cukang Taneuh berada di Kecamatan Cijulang, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat. Jika Anda berangkat dari Jakarta, jalur terbaik menggunakan mobil adalah lewat Bandung menuju Tasikmalaya. Dari Tasik, ada dua jalur yang bisa ditempuh, yaitu melalui jalur timur melewati Kota Tasik, Ciamis, Kota Banjar, Pangandaran, Parigi lalu Cijulang. Jalur ini memiliki jarak kurang lebih 170 km. Jalur kedua adalah jalur selatan melewati Kota Tasik, Cipatujah, Cikalong, Cimanuk lalu Cijulang, dengan jarak kurang lebih 60 km.

JADWALQQ- AGEN POKER ONLINE AGEN DOMINO ONLINE TERPERCAYA

Meskipun lebih pendek rute jalur selatan tidak disarankan bagi Anda yang ingin cepat sampai ke Green Canyon. Aktivitas hilir mudik truk pengangkut pasir besi di jalur tersebut mengakibatkan jalur selatan rusak parah dan membuat perjalanan lebih lama.

WAKTU. Jika Anda tidak ingin mengantre jangan datang di akhir pekan, karena pada akhir pekan jumlah pengunjung cukup banyak. Namun, Jika memang waktu Anda berlibur hanya ada di akhir pekan disarankan untuk datang lebih pagi. Green Canyon buka dari pukul 07.30 hingga 16.00 WIB. Jangan datang pada saat musim hujan. Karena besar kemungkinan Green Canyon ditutup akibat debit air yang meningkat. Waktu terbaik adalah pada saat musim kemarau, karena air sungai akan berwarna hijau jernih dan lebih tenang.

BIAYA. Siapkan uang yang cukup ketika Anda berkunjung ke Green Canyon, karena di obyek wisata ini tidak ada ATM. Perahu adalah satu-satunya transportasi dari dermaga menuju Green Canyon, Anda bisa menyewa perahu Rp 125.000 maksimal untuk enam orang. Jika Anda ingin berenang maka Anda dikenakan biaya tambahan. Sebaiknya ketika ke sini Anda membawa rombongan agar bisa berpatungan dan biaya sewa perahu bisa lebih ringan.

PERLENGKAPAN. Sebaiknya siapkan baju ganti jika Anda berencana untuk berenang di Green Canyon. Jangan lupa membawa kamera tahan air untuk mengabadikan momen saat Anda berenang. Jangan khawatir jika tidak membawa pelampung atau life jacket, karena tukang perahu telah menyediakan life jacket bagi Anda.

JadwalQQ – Agen Poker Online Agen Domino Online Terpercaya

FASILITAS. Jangan bingung jika Anda lapar setelah puas berenang dan menikmati keindahan Green Canyon. Sejumlah warung makan tersedia berdekatan dengan lokasi parkir. Selain itu Anda juga bisa mencari oleh-oleh seperti kaus di lokasi yang sama.

PENGINAPAN. Setelah puas menikmati Green Canyon Anda memiliki beberapa pilihan tempat menginap. Jika Anda belum terlalu lelah, Anda bisa menempuh perjalan kurang lebih satu jam menuju Pangandaran. Di sana penginapan lebih banyak dengan harga yang bervariasi. Tapi, jika Anda sudah sangat lelah, jangan ragu untuk menginap di kawasan Panti Batu Karas, kurang lebih 15 menit dari Green Canyon.

green-canyon

JadwalQQ – Agen Poker Online Agen Domino Online Terpercaya

Pemandangan Green Canyon, Cijulang, Pangandaran, Jawa Barat, Sabtu (4/5/2013). Objek wisata ini menawarkan keindahan dinding bebatuan yang ditutupi lumut dan wisatawan dapat menikmatinya dengan menyusuri sungai menggunakan perahu. (KOMPAS IMAGES/RODERICK ADRIAN MOZES)

Jika anggaran Anda terbatas Anda bisa mencoba Bonsai Bungalow. Biaya per malam Rp 300.000. Dengan biaya tersebut Anda akan mendapatkan fasilitas kamar AC, kamar mandi dalam, breakfast berupa roti untuk 3 orang. Jangan khawatir jika Anda berombongan, karena tempat ini juga menyediakan ruangan untuk enam orang dengan biaya Rp 600.000 per malam.

Jika Anda kebetulan punya dana lebih, Anda bisa mencoba JavaCove Beach Hotel, disini Anda bisa menyewa kamar dari kisaran harga 500.000 hingga Rp 1.250.000 per malamnya. Anda akan mendapatkan fasilitas breakfast, kamar AC, air panas dan TV kabel.

Kegiatan mendaki gunung terdengar begitu menyenangkan sekaligus menantang. Apalagi jika kamu termasuk seseorang dengan jiwa petualang yang selalu suka dengan sesuatu yang menantang seperti mendaki gunung. Namun, seperti kegiatan lainnya, mendaki gunung juga memerlukan rencana dan persiapan yang matang sehingga akan berjalan dengan lancar dari eksekusi mendaki, sampai pada puncak, dan kembali turun dari puncak gunung.

Baca Juga

Agen Bola Terpercaya
Bandar Bola

Persiapan yang kurang dan tidak teliti dengan hal-hal detail namun terlihat sepele seperti keadaan cuaca ketika sedang mendaki gunung, akan berakibat fatal bagi para pendaki. Seperti terserang hipotermia, terpeleset karena jalur licin dan terjal, dan lain sebagainya. Berikut ini adalah kisah para anak mapala yang meninggal saat melakukan pendakian gunung.

Gunung Gede

Gunung Gede yang memiliki ketinggian 2.958 meter di atas permukaan laut ini pernah menelan jiwa seorang siswi SMA Negeri 6 bekasi, Shizuko Rizmadhani di daerah Kandang Batu (2.220 meter di atas permukaan laut) atau ketika pendakian menuju puncak Gunung Gede. Kasus kematian Shizuko disebabkan karena hypothermia hebat yang menyerang Shizuko ketika berada di Kandang Batu pada tanggal 23 Desember 2013. Di malam tanggal 23 Desember 2013, Shizuko meminta pertolongan ketika kondisi fisiknya sudah melemah, namun ia ditinggal sendirian di tenda ketika timnya melakukan pendakian ke puncak. Kasus kematian Shizuko ini menyebabkan banyak kritikan mengenai aktivitas pendakian gunung yang menyepelekan persiapan utama seperti rencana pendakian dan persiapan fisik yang memadai serta perhatian pada kondisi cuaca ketika hendak melakukan pendakian.

Gunung Mas

 

Kasus kematian seorang mahasiswa pecinta alam (Mapala) Swanarapala Binus Jakarta di Puncak Joglo kawasan Gunung Mas, Bogor, Jawa Barat juga merupakan kisah kematian dalam pendakian gunung. Adalah Edward Pratama yang diduga mengalami hipotermia saat melakukan pendakian. Pada dini hari di tanggal 6 Desember 2016, rekan mendaki Edward mengabarkan kematian Edward pada penjaga pos Gunung Mas, Dillah Kholik.

Kondisi cuaca di atas gunung sangat buruk ketika mereka mendaki gunung pada pukul 10.00 WIB pada tanggal 5 Desember 2016. Kondisi ini menyebabkan Edward terserang hipotermia pada 5 Desember 2016 pukul 19.00-20.00 WIB dan kemudian meninggal dunia. Menurut informasi dari beberapa sumber, rombongan Edward melaukan pendakian melewati jalur terlarang, yakni melewati kawasan obyek wisata Gunung Mas.

Gunung Rinjani

 

Kasus kematian di jalur pendakian menuju puncak gunung juga terjadi pada Ryan Hadi, mahasiswa asal IKIP Mataram yang meninggal dunia di Gunung Rinjani setelah jatuh ke jurang yang dalam pada tanggal ketika sedang dalam perjalanan dari Danau Segara Anak menuju Plawangan di jalur Timbanuh pada tanggal 24 Agustus 2014. Dari informasi yang didapat, jalur Timbanuh merupakan jalur ilegal dan bukan jalur pendakian yang direkomendasi, seperti Sembalun dan Senaru, karena jalur Timbanuh sangat berbahaya untuk pendaki. Ryan, sebagai guide ketika itu sedang membawa rombongan dari Jakarta, kemudian terpeleset dan terjatuh ke jurang yang dalam tersebut.

Gunung Sumbing

 

Kasus kematian pendaki ketika sedang melakukan pendakian menuju puncak gunung juga terjadi pada, mahasiswa Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Bramantyansah ketika sedang mendaki di jalur pendakian Butuh di Gunung Sumbing pada tanggal 21 Januari 2017. Bramantyansah mengalami kecelakaan ketika sedang mendaki puncak gunung pada pukul 13.00 WIB. Korban jatuh ke jurang berbatu dengan kedalaman sekitar 10 meter di jalur pendakian menuju puncak Gunung Sumbing.

Ketika sedang melaksanakan kegiatan long march atau berjalan jauh, korban sudah mengeluhkan kondisi badannya yang sangat lemah. Terlebih lagi, penyebab kematian Bramantyansah adalah karena kondisi tubuh yang kekurangan cairan atau dehidrasi dan terserang rasa dingin yang berlebihan atau hipotermia.

Gunung Slamet

 

Seperti beberapa kasus kematian pendakian gunung, Irfan, seorang pendaki dari Mahasiswa Pecinta Alam Universitas Indonesia (Mapala UI) menghembuskan nafas terakhirnya ketika dalam pendakian menuju puncak Gunung Slamet bersama 12 rekannya.

Rombongan Mapala UI yang berjumlah 13 orang tersebut melakukan pendakian menuju puncak Gunung Slmaet melalui jalur Guci di Kabupaten Tegal dan berencana akan turun melalui jalur Baturraden di Banyumas. Korban terjatuh dan terguling ketika sampai di area berpasir di sekitar puncak Gunung Slamet dalam perjalanan dari jalur Guci menuju Baturraden. Terdapat luka parah di sekitar kepala, kaki, dan tulang rusuk korban.

Gunung Raung 3.332 (m dpl), berada dalam jajaran Pegunungan Ijen dan termasuk sebagai gunung berapi yang masih aktif dengan tipe stratovolcano, mempunyai kaldera di puncaknya yang berbentuk lingkaran (circular), Kaldera Gunung Raung mempunya dimensi luasan sekitar 750 m x 2,250 m dan masih selalu mengeluarkan asap dan semburan api.
BACA JUGA
 Peta Dua Jalur Pendakian Gunung Raung
Jalur Pendakian Via kalibaru
 Jalur Pendakian Via Sumber Waringin
 Transportasi dan Perijinan
Via Sumber Waringin
Dari Bondowoso carilah angkutan menuju Wonosari dan turun di pertigaan Gardu Atta. Dari pertigaan ini kita lanjutkan dengan angkutan menuju ke desa Sumber Waringin. Dan dilanjutkan ke Pesanggrahan, yaitu pos perijinan atau basecamp pendakian ke gunung raung. Untuk ke pesanggrahan kita jalan kaki saja karena hanya berapa ratus meter saja dari tempat turunnya angkot ke desa Sumber Waringin.
Perijinan
Sesampai di basecamp, kita akan ketemu penjaganya, seorang ibu setengah baya, yang ramah dan baik hati. Urusan administrasi silahkan bahas sendiri dengan ibu ini. Kadang kita bisa bahas lususan perut dengan ibu ini juga, soalnya ibu ini kadang menawarkan jasa buat masakin kita, lumayan lah, daripada masak sendiri. Hemat energy bisa jadi alasan.
Via Kalibaru
dari Surabaya – Kalibaru bisa naik
  • Bus 50 rb
  • Kereta (Bisnis 70 rb / Ekonomi 24 rb)
Perijinan
Sebelum melakukan pendakian kita harus mengurus surat ijin  kepada Kecamatan, kepolisian dan perhutani (berupa izin tertulis kalo kita melakukan pendakian, waktu dan peserta), setelah selesai mengurus perijinan kita bisa cari ojek menuju rumah Bp. Suto di dusun Wonorejo Rt 01/01 Desa Kalibaru Wetan – Banyuwangi. Menggunakan ojek motor dengan harga Rp 15.000/ojek, Nama Bp. Suto yang seorang purnawirawan AD ternyata sudah cukup familiar ditelinga para tukang ojek St. Kalibaru.
Jalur Pendakian Via Kalibaru (Puncak Sejati)
 
Gunung Raung jalur kalibaru merupakan jalur pendakian terekstrim di Pulau Jawa, dimana diperlukan waktu pendakian normal selama 6 hari yang tentunay diperlukan juga fisik dan mental yang bagus serta peralatan khusus dan teknik pemanjatan untuk menggapai puncak sejatinya.Berikut ini adalah jalur pendakian dan pos yang akan dilewati untuk mencapai Puncak Sejatinya:
Basecamp Rumah Pak Suto,– Pos1
Dimulai dari Basecamp/rumah Pak Suto akan berjalan sejauh 5600 m, melewati perkebunan penduduk yang mayoritas adalah perkebunan kopi, dan sekitar 2,5 jam kemudian akan tiba di Pos 1(ditandai dengan sebuah rumah bekas di tengah kebun kopi milik Pak Sunarya). Di sebelah kiri jalur Pos 1 ini ada jalur menuju sungai yang merupakan sumber air terakhir di jalur pendakian ini, disini diharapakan setiap pendaki untuk mengisi perbekalan air sebelum melanjtukan pendakian, dimana minimal setiap pendaki harus membawa 10 liter air. Apabila ingin mempersingkat waktu dan efektifitas tenaga maka untuk menuju Pos 1 dapat dilakukan dengan menggunakan kendaraan ojek dari basecamp dengan harga Rp. 10.000,- sampai dengan Rp. 15.000,-/Orang. Pos 1 ini terletak pada ketinggian 980mdpl.
Pos 1 – Pos 2
Dari Pos 1 berjalan akan berjalan melewati batas perkebunan dan hutan, kemudian mulai memasuki hutan yang lebar namun lebat dengan pepohonan dimana terdapat banyak pohon dan semak berduri, jalan yang dilalui belum banyak menanjak dan cenderung melipir menyisiri hutan.Diperlukan waktu normal selama kurang lebih 4 jam untuk menempuh jarak dari Pos 1 menuju Pos 2 sejauh 4130 meter. Pos 2 ini merupakan tempat camp yang terluas selama jalur pendakian dan pendaki dapat bermalam disini. Pos 2 ini terletak pada ketinggian 1431 mdpl.
Pos 2 – Pos 3
Dimulai dari Pos 2 inilah para pendaki akan mulai melalui track menanjak mengikuti punggungan dan tidak lagi melipir. Track yang dilalui cukup sempit dimana di sebelah kirinya adalah jurang. Diperlukan waktu sekitar 1 jam untuk mencapai Pos 3, di pos 3 ini terletak persis di tengah jalur pendakian namun agak luas dan dapat mendirikan camp dengan 2 tenda.Camp 3 terletak pada ketinggian 1656mdpl.
Pos3 – Pos 4
Lepas dari pos 3 pendakian dimulai dengan melalui jalan landai, kemudian akan melewati turunan sebelum berpindah punggungan dan melalui jalan menanjak yang cukup panjang. Setelah kurang lebih 2 jam akan tiba di Pos 4, sebuah tanah lapang yang sempit namun dapat digunakan untuk beristirahat sejenak sebelum melanjutkan pendakian. Pos 4 terletak pada ketinggian 1855 mdpl.
Pos 4 – Pos5
Pendakian pada rute ini masih tetap dalam satu punggungan namun track yang dilalui semakin terjal dan rapat dimana banyak terdapat pohon berduri(disarankan selama pendakian menggunakan pakaian lengan panjang), bila hujan jalur ini akan menjadi sangat licin. Waktu yang diperlukan untuk melalui rute ini adalah selama lebih kurang 45 menit. Pos 5 ini tidak terlalu luas namun sedikit di bawah pos 5 juga terdapat tempat yang cukup luas untuk beristirahat dan biasanya di area pos 5 ini digunakan untuk tempat beristirahat makan siang sebelum melanjutkan pendakian. pos 5 terletak pada ketinggian 2115 mdpl.
Pos 5 – Pos 6
Setelah beristirahat di pos 5 bersiaplah kita untuk melanjutkan pendakian yang semakin berat dimana jalurnya semakin terjal serta tipis dimana kanan-kiri jurang untuk itulah diharapkan berhati-hati saat melintasi rute ini. Rute ini tidak terlalu lama karena hanya sekitar 30 menit akan tiba di camp 6/Pos 3. Di pos 6 ini terdapat area camp yang berundak – undak sebanyak 3 undakan dan dapat digunakan untuk tempat bermalam. pos 6 terletak pada ketinggian 2285 mdpl.

Pos 6 – Pos 7

Pendakian pada rute ini semakin berat dimana akan semakin mendekati puncak Gunung Wates, yang tentunya tracknya semakin terjal, jalur pendakiannya pun semakin terbuka dan udara semakin dingin diiringi angin yang semakin kencang dank abut tipis yang mulai turun menutupi jalur pendakian.Setelah sekitar 45 menit kita akan tiba di pos 7, yang merupakan camp di area terbuka, sebuah dataran yang cukup luas dan terbuka, dapat mendirikan 3 tenda. Di pos 7 ini kita dapat menikmati pemandangan negeri di atas awan yang sangat indah, dimana di depan terdapat puncak gunung wates, sebelah kiri dan kanan kita dapat melihat berjajar punggungan serta lembahan, dari kejauhan juga mulai tampak puncak raung yang berbentuk bebatuan, apabila malam dan kondisi cerah pemandangan bintang-bintang yang bertebaran di langit yang memancarkan sinarnya serta gemerlap lampu-lampu di perkotaan yang tampak dari kejauhan akan menjadi pemandangan yang dapat kita nikmati di malam hari, di pos 7 ini pun mulai terdapat bunga edelweisss yang apabila mekar menjadi pemandangan indah bagi kita. Kondisi di pos 7 ini tanahnya rawan longsor dan juga udara dingin serta angin yang berhembus kencang dikarenakan areanya yang sangat terbuka, untuk itulah agar berhati-hati jika ingin bermalam di pos 7 ini. pos 7 terletak pada ketinggian 2541 mdpl.
Pos 7 – Pos 8
Perjalanan dari pos 7 menuju pos 8 diawali dengan melewati punggungan terakhir menuju puncak gunung wates selama sekitar 45 menit, sementara itu jalurnya cukup terjal dan rapat oleh pohon berduri. Dari puncak gunung Wates pendakian dilajutkan dengan melipiri punggungan yang sangat tipis dengan bibir jurang yang sangat membutuhkan konsentrasi dan kehati-hatian. Setelah berjalan melipir kita akan mulai melalui track menanjak dimana mulai terdapat vegetasi khas puncak gunung. Total waktu menuju pos 8 ini adalah sekitar 2 jam perjalanan normal.pos 8 terletak pada ketinggian 2876 mdpl.
Pos 8 – Pos 9
Inilah rute terakhir yang harus dilalui sebelum mencapai puncak gunung raung, pada rute ini jalurnya semakin terjal, mulai banyak bunga edelweiss, vegetasinya pun semakin jarang dan pepohonan tua yang menjadi ciri khas sebelum puncak gunung. Setelah berjalan sekitar 1 jam barulah kita tiba di pos 9 yang merupakan camp terakhir yang dapat kita gunakan untuk beristirahat, di pos 9 ini merupakan batas vegetasi sebelum melewati bebatuan untuk mencapai puncak raung. Pos 9 terletak pada ketinggian 3023 mdpl.
Pos 9 – Puncak Raung
Dari pos 9 yang merupakan batas vegetasi selanjutnya kita berjalan selam lebih kurang 10 menit dan akan tiba di puncak semu gunung raung 3154mdpl, tak jarang puncak ini juga dinamakan puncak kalibaru sebagai mana jalur pendakian ini. Di atas puncak gunung raung inilah kita kembali dapat menikmati keindahan negeri di atas awan, dimana dapat memandangi indahan awan yang serasa begitu dekat dan sejajar dengan kita, dari kejauhan tampak menjulang deretan punggungan gunung argopuro dan semeru, sementara pada arah sebaliknya dapat memandangi laut dan pulau Bali di seberang sana, selain itu di depan kita telah tampak jalur menuju puncak sejati yang sangat menantang, bebatuan dengan kanan kiri jurang dalam yang cukup memacu adrenalin kita sebelum menapakinya, dan yang tidak kalah juga adalah pemandangan puncak 17 yang berbentuk piramida yang seoleh mengundang kita untuk segera mencapai puncaknya.
Puncak Raung – Puncak Sejati Gunung Raung
Inilah rute pendakian terakhir dan juga terekstrim yang harus kita lalui untuk mencapai puncak sejati. Dimulai dari puncak raung kita berjalan turun melipiri bibir jurang lalu mengikuti sebuah jalan landai dan akan tiba di titik ekstrim yang pertama. Di titik ini kita harus melipir tebing bebatuan dimana di sebelah kanan adalah jurang sedalam 50 meter, untuk itulah di titik ekstrim pertama ini kita memasang jalur pemanjatan kurang lebih 5 meter, di jalur telah terpasang 1 buah hanger, 1 bolt dan di titik anchor atasnya terdapat pasak besi yang telah tertanam, dapat digunakan sebagai anchor utama. Setelah melewati titik ekstrim 1 kita terus bejalan menanjak menuju puncak 17/piramida,sampai pada titik ekstrim yang kedua yaitu 10 meter sebelum puncak 17. Disini kita kembali harus membuat jalur pemanjatan, dimana leader melakukan artificial climb selajutnya setibanya di puncak 17 memasang fix rope untuk dilalui orang selanjutnya dengan teknik jumaring. Selanjutnya perndakian dilakukan dengan melipir dan menuruni bibir jurang yang tipis sekali, disini merupakan titik ekstrim ketiga yang juga harus dipasangi pengaman bisa dengan menggunakan tali kernmantel ataupun dengan membentangkan webbing sejauh kurang lebih 10 meter. Selepas dari titik ekstrim ketiga ini kita terus berjalan agak landai menelusuri jalan setapak yang sangat tipis sekali dengan kanan kiri jurang sedalam 50 meter. Akhirnya tibalah kita di titik ekstrim yang keempat/terakhir dimana kita harus memasang jalur untuk menuruni tebing 15 meter dan menggunakan teknik rappelling untuk mencapai ke bawah. Sesampainya di bawah kita masih harus melanjutkan perjalanan, agak berjalan menurun ke bawah kita tiba di sebuah tempat lapang dan teduh yang biasanya digunakan untuk tempat beristirahat sebelum melalui tantangan terakhir yaitu mencapai puncak tusuk gigi(bentuknya menyerupai tusuk gigi) dan puncak sejati. Dari tempat istirahat ini perjalanan kembali menanjak dengan tingkat kemiringan yang cukup terjal dimana jalur yang harus dilalui adalah batuan lepas dan berpasir yang apabila diinjak rawan sekali untuk longsor, untuk itulah diperlukan kehati-hatian dan menjaga jarak antar pendaki selama melewati track ini agar apabila longsor batuan lepas tersebut tidak membahayakan pendaki di bawahnya. Setelah mengakhiri tanjakan pada track bebatuan ini tibalah kita di puncak tusuk gigi yang tedapat banyak bebatuan besar,setelah itu dari puncak tusuk gigi kita melipir ke belakang dan kemudian berjalan agak menanjak sekitar 100 meter tibalah kita di tempat yang menjadi tujuan akhir dari pendakian ini, ya itulah PUNCAK SEJATI GUNUNG RAUNG 3344 MDPL, ditandai dengan sebuah triangulasi dan plang puncak sejati serta pemandangan sebuah kawah besar yang masih aktif yang setiap saat mengeluarkan asapnya.
Catatan: Pada saat melakukan pendakian disarankan para pendaki menggunakan pakaian safety (baju dan celana panjang, jika perlu dilengkapi geiters dikarenakan jalur yang dilalui banyak pohon berduri, dan pacet, serta hutan yang rapat). Setiap pendaki minimal membawa 10 liter air dikarenakan sumber air hanya terdapat di pos 1, dan untuk mengantisipasi kekurangan air di setiap camp disarankan membuat penampungan air/tendon(paling sederhana dengan membuatnya dari botol aqua besar yang dipotong terlebih dahulu). Pada saat menuju puncak sejati, tenda dan perlengkapan lainnya ditinggal di pos 4, dan hanya membawa daypack berisikan makanan, minuman dan perlengkapan pemanjatan(perlengkapan standar :tali kernmantel statis min 1 buah dengan panjang min 30 meter, webbing, carabiner screw dan non screw, jumar, figure of eight, prusik, harnest serta untuk mengantisipasi dapat pula membawa pasak besi untuk anchor tanam)
Jalur Pendakian Via Sumber Waringin
Pondok motor
Inilah shelter pertama, biasanya ada beberapa menawarkan jasa ojek ke tempat ini. Lumayan, kita bisa hemat waktu. Karena dari basecamp ke pndok ini kalau jalan kaki kita membutuhkan energy dan waktu untuk menempuh kurang lebih 8 Km, dan biasanya di tembuh sekitar 4 jam. Dan ingat! Tidak ada sumber air di gunung raung kecuali di basecamp! 
Pondok sumur
Shelter berikutnya, biasanya di gunakan untuk istirahat sejenak. Dari sekitar 6 jam perjalanan dari pondok motor. Disini tempatnya tidak begitu luas cuma cukup untuk 2 tenda saja. 
Pondok Tonyok
Sekitar 2 jam perjalanan dari pondok sumur. Tempat ini lumayan luas, cukup untuk 4 tenda, tapi penulis mengabaikan tempat ini untuk tempat bermalam atau mendirikan tenda, karena alasan memperpendek jangkauan dari camp ke puncak. 
Pondok Demit
Inilah tempat paling efisien untuk mendirikan camp. Ciri tempat ini adalah pohon kembar berdekatan, yang di bawahnya kita bisa mendirikan tenda, tapi cuma cukup 2 tenda saja. Dari sini biasanya dengan metode summit attack untuk pergi ke puncak. Jadi barang dan logistic kita tinggal di camp, dan melanjutkan perjalanan ke puncak. Hal ini di pilih oleh penulis karena sangat efisien, dan pendakian akan lebih ringan tanpa membawa beban. Biasanya summit attack di mulai jam 3 pagi, karena dari pondok demit ke puncak dibutuhkan waktu 2 jam, jadi kita masih bisa menikmati sunrise di puncak gunung raung. 
Pondok Mayit
Saat kita summit attack, pasti melewati shelter ini. Ini merupakan tempat yang sangat lapang, tapi sayangnya tempatnya agak miring. Disini kita bisa mendirikan lebih dari delapan tenda. 
Pondok Angin
Ini adalah satu-satunya shelter yang memiliki tempat tang benar-benar terbuka, disini kita merasa di ketinggian, karena pandangn yang luas dan tanpa terhalang oleh pohon-pohon yang lebat. 
In Memoriam Deden Hidayat
Ini merupakan batar vegetasi di gunung raung, di tempat ini terdapat prasasti in memoriam deden hidayat, adalah seorang pendaki yang tewas di gunung raung. Dari sini perjalan ke puncak mempunyai medan yang terjal dan berbatu cadas sampai mengantarkan kita di bibir kawah. 
Puncak Raung
Untuk menuju kepuncak di butuhkan nyali yang agak memadai, soalnya jalur ke puncak kita diwajibkan berjalan di bibir kawah yang membuat kaki kita kadang merinding. Untuk kesana silahkan ambil jalur ke kiri / ke timur dengan medan yang memang menanjak. Dan pilihlah jalur yang paling aman. Ingat! Keselamatan anda tidak bisa di beli di apotek manapun! 
Suggested camp
Untuk pendakian jalur sumber waringin, Bondowoso, penulis menyarankan untuk menggunakan pondok demit atau atasnya untuk camp. Ini disarankan jika piknikers mendaki dengan satu kali bermalam saja. 
Puncak
Puncak gunung raung adalah salah satu dataran tertinggi di bibir kawah. Yang sebenarnya puncak yang kita daki dari jalur ini adalah titik tertinggi kedua. Puncak tertinggi pertama tidak bisa di akses dari jalur ini. Jika ingin ke puncak tertingginya maka piknikers harus mendaki via jalur selatan yaitu jalur kalibaru di Banyuwangi.

Pendakian gunung Jayawijaya merupakan sebuah impian bagi khususnya pendaki Indonesia. Mengapa demikian? pasalnya gunung ini memiliki puncak tertinggi dan termasuk dalam 7 summits dunia. Yakni puncak jaya atau Carstensz Pyramid, dengan ketinggian 4884 mdpl dan memiliki gletser atau salju abadi.

BACA JUGA

Prediksi Togel Online

Pegunungan Jayawijaya terletak di provinsi Papua, Indonesia. Gunung raksasa ini memiliki beberapa puncak tertinggi di antaranya:
Puncak Jaya (carstensz) 4.884 mdpl
Puncak Mandala 4.760 mdpl
Puncak Trikora 4.730 mdpl
Puncak Idenberg 4.673 mdpl
Puncak Yamin 4.535 mdpl
puncak Carstenz Timur 4.400 mdpl
Carstensz pyramid menjadi puncak tertinggi dan dijadikan salah satu 7 summits dunia. Nama “Pat Morrow” adalah yang merekomendasikan puncak tersebut sebagai 7 summits.

Pegunungan Jayawijaya berjajar dengan pegunungan Sudirman dan masuk dalam kawasan Taman Nasional Lorentz yang merupakan taman nasional terbesar se-Asia Tenggara. Taman nasional tersebut memiliki luas 25.056 km persegi.

History pendakian gunung Jayawijaya menyatakan bahwa pendaki asal Indonesia justru lebih sedikit ketimbang pendaki dari negara lain. Lebih dari 70% pendaki adalah pendaki luar, sedangkan sisanya adalah pendaki Indonesia.

Hal ini menunjukkan bahwa faktor ekonomi dan beberapa hal lain dalam birokrasi menjadi kendala utama mengapa pendaki lokal lebih sedikit. Selain gunung Jayawijaya yang letaknya jauh di hutan Papua, kemudian biaya yang harus dikeluarkan para pendaki benar-benar sangat mahal (malah sebagian besar pendaki berpendapat lebih murah untuk mendaki 7 summit di negara lain daripada ke Puncak Jaya), ditambah lagi urusan birokrasi atau surat ijin yang terbilang sulit.

SEJARAH GUNUNG JAYAWIJAYA
Nama Carstensz adalah pemberian dari Jan Carstensz seorang penjelajah Belanda pada tahun 1600-an. Ia pertama kali melihat keajaiban di bumi Papua tersebut dan menamainya Carstensz. Pada 1962 puncak Carstensz baru berhasil didaki untuk yang pertama kalinya yakni oleh Harrer, Temple, Kippax and Huizenga. Kemudian setelah pembebasan Papua Barat pada masa presiden Soekarno diberi nama Jayawijaya.

Pegunungan Jayawijaya menjadi surganya para peneliti. Mengapa demikian? Bumi Papua merupakan tanah yang mengandung emas dan di dalamnya juga tersimpan peninggalan sejarah baik oleh manusia maupun sejarah alam. Oleh karena itu di Papua dibangun perusahaan tambang emas terbesar dunia dan juga beberapa peneliti berdatangan ingin meneliti berbagai hal di sana.

Proses Ijin/Birokrasi
Menurut salah seorang senior wanadri, untuk mendaki gunung Jayawijaya terbilang sulit pada proses ijinnya. Berikut beberapa surati ijin yang harus didapatkan:
Surat dari kantor Menpora
Surat dari Kapolri
Surat dari BIA-intelejen Indonesia
Surat dari Menhutbun/PKA
Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI)
Surat rekomendasi dari Bakorstranasda
Surat rekomendasi dari Kapolda
Surat rekomendasi EPO
Surat dari PT Freeport Indonesia (PTFI)
Surat ijin tersebut harus didapatkan di Jakarta, Jayapura dan Timika. Mengapa prosesnya begitu rumit? menurut pemerintah lokal menyatakan bahwa pendakian Jayawijaya harus memperhatikan banyak kondisi dan situasi seperti cuaca, warga setempat, keamanan dan keselamatan, maka dari itu ijinnya sangat sulit. Namun hingga saat ini birokasi semakin dipermudah asalkan ada dana-nya. Hal ini juga yang menjelaskan kenapa pendakian gunung ini sangat mahal? biasanya para turis menggunakan jasa atau agen pendakian yang akan mengurus semuanya bahkan bisa menggunakan jasa helikopter.

BIAYA PENDAKIAN GUNUNG JAYAWIJAYA

How Much Does it Cost to Climb Mount Jayawijaya?
The costs can range from $10,000 to $20,000 depending on who you use. Western companies offer services more familiar to western climbers including hygiene, food, safety procedures and group gear. However they usually partner with a local Indonesian guide service. Most western companies charge the same price as of 2011 of $18,500 regarldess of trek or helicopter.

Biaya pendakian bagi lokal
Biaya pendakian umumnya meliputi biaya urusan surat ijin, akomodasi, peralatan dan biaya lokal. Bagi pendaki Indonesia yang ingin menjadi puncak carstensz bisa ikut serta dalam open trip beberapa komunitas pendakian atau bisa ikut gabung dalam ekspedisi. Dan tentunya biaya ditanggung sendiri. Biaya yang perlu disiapkan berkisar 30-80 juta rupiah. Bergabunglah dengan komunitas pendakian yang Anda percayai atau search di internet mengenai trip pendakian Gunung Jayawijaya dan hubungi adminnya.

SETEMPAT/LOKAL
Di kaki gunung Jayawijaya masih terdapat koloni masyarakat pedalaman yakni suku Dani Papua. Suku ini merupakan suku tertua yang mendaki gunung Jaya. Jika Anda melakukan pendakian tanpa helikopter maka Anda akan bertemu dengan suku Dani.

suku dani papua jayawijaya

PENELITIAN
Ahli Iklim dan Laut Indonesia Dwi Susanto, dari University of Maryland, Washington DC, bersama dengan ahli gletser dunia; Prof Lonnie G. Thompson dari Byrd Polar Research Center-Ohio State University-AS berserta Dodo Gunawan; Kepala Bidang Penelitian Iklim dan Kualitas Udara (BMKG), Peneliti dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), serta staf BMKG yang sedang mengambil kuliah pasca-sarjana di Ohio State University melakukan penelitian dengan mengambil sampel es di puncak Carsternsz namun batal mengambil inti es di Puncak Cartenz tersebut lantaran ketebalan di puncak tertinggi itu kian menipis.

Hasilnya, didapakan kesimpulan bahwa inti es tersebut berumur dari tahun 1920. Awalnya diprediksikan bahwa salju abadai Carsternsz berumur ribuan tahun namun terjadi percepatan. Dwi pun menjelaskan jika melelehnya salju abadi itu terbilang paling cepat dibandingkan dengan melelehnya es di Puncak Pegunungan Kilimanjaro, Tanzania, Afrika. Para peneliti tersebut memprediksikan bahwa es di Puncak Pegunungan Jaya Wijaya akan meleleh sekitar 20 sampai 30 tahun lagi.

MISTERI
Pulau Papua terbentuk sekitar 60 juta-an tahun yang lalu. Papua menurut kisah dulu adalah sebuah lautan. Dahulu ada benua laurasia dan eurasia. Lalu kedua benua tersebut pecah karena tumbukan lempeng dasar lautan dan memisahkan Papua dengan Australia yang mulanya adalah satu. Hingga terbentuklah daratan menjulang sangat tinggi yang berada di Papua. Misteri gunung Jayawijaya memang bukan hanya sekadar kisah mistis tapi juga kisah sejarah panjang yang sangat menarik, pasalnya dari sejarah para peneliti bisa mencari tahu tentang keadaan sekarang dan masa depan.

PETA PENDAKIAN / TREKKING MAP

peta pendakian carstensz lengkap

JALUR PENDAKIAN
Menggunakan Helikopter
Start point heli dari kota Enarotali atau kota Timika. Kemudian turun di Yellow Valley. Dari Yellow Valley baru mulai pendakian berjalan kaki. Ada juga beberapa kota kecil di dekat basecamp Yellow Valley yang menerima start dengan heli yakni Ilaga, Bilogai, Beoga, Tsinga and Pinapa. Waktu yang diperlukan sekitar 10-15 menit saja untuk sampai Yellow Valley.

Pendakian by trekking

Turun di Timika atau Nabire, Papua menuji Desa Sugapa/Ilaga (45 menit)
Turun di Desa Sugapa atau Ilaga (2300 mdpl)
Start pendakian dan trekking melewati hutan savanah dan danau hingga mencapai Carstensz Pyramid Basecamp (4300 mdpl) – 5 sampai 6 hari
– Danau Biru (3.900 mdpl)
– Lembah Danau-Danau (4200 mdpl)
– Yellow Valley (4300 mdpl)
Summit Climb menuju Puncak Cartensz Pyramid (4884 mdpl) – 1 hari

Start poin melalui Ilaga atau Sugapa di Kabupaten Puncak Jaya. Untuk menuju desa tersebut harus menggunakan pesawat perintis dengan harga sekitar Rp 1jt. Kemudian perjalanan awal harus menyewa porter dengan biaya berkisar 500rb-1jt rupiah per hari.

susur hutan papua carstensz

Selanjutnya akan melewati Danau Larson selama empat hari. Lalu dari situ menuju Danau Biru.

Setelah dari Danau Biru, kemudian menuju basecamp induk di Danau-Danau (Danau Valley). Di sini para pendaki melakukan pemanasan sebelum melakukan summit ke Puncak Jaya, hal ini dinamakan aklimatisasti atau penyesuaian suhu tubuh dengan suhu lingkungan. Mengapa perlu penyesuaian? karena di puncak suhu berada di bawah 0 derajat celcius dan bersalju. Proses aklimatisasti bisa memakan 1-2 hari yakni naik-turun dan tetap stay di camp.

aklimatisasi carsternsz padang salju

Perjalanan selanjutnya yakni menuju ke Danau Kuning (Yellow Valley) kemudian lanjut summit menuju Puncak Carstenz, perjalanan tersebut memakan waktu 5-6 jam. Teknik yang digunakan adalah dengan teknik panjat atau Climbing Technique. Pendaki harus mempersiapkan peralatan climbing dan pendakian es seperti paku es (crampon) yang dipasang di sepatu gunung, kampak es (ice axe), tongkat es (Sky pol), tali, karabiner, harness dan sebagainya. Perjalanan akan melewati tebing es setinggi 40 meter. Kemudian sampai di padang es gletser , lalu dilanjutkan berjalan menggunakan teknik moving together atau berjalan beriringan.

stick together puncak carsternsz

Pendaki harus menyeberangi jurang setinggi 100 meter dengan cara menggantungkan diri dan merambat menggunakan tali di udara. Waktu yang dibutuhkan sekitar 15 menit-an. Setelah itu barulah sampai di Puncak Carstensz.

menuju puncak carsternsz dengan tali2

Waktu yang diperlukan untuk turun dihitung dari puncak sampai ke basecamp induk adalah 1 hari. Kemudian untuk susur hutan dan kembali ke Desa Ilaga atau Sugapa sekitar 4 hari.

TIPS PENDAKIAN CARSTERNSZ
– Aklimatisasi = penyesuaian suhu tubuh dengan suhu lingkungan (dilakukan di Danau Valley)
– Pada tiap naik 100m = 1x bermalam untuk teknik aklimatisasi
– Ketinggian di atas 4000 suhu di bawah 0 derajat celcius oleh karena itu dibutuhkan fisik yang matang
– Persiapan sebelum ekspedisi yakni sekitar 3 bulan, meliputi: gym, kardio, pola makan

PENYAKIT
Beberapa kendala penyakit yang bisa menghadang yakni:
pusing, radang dingin (frostbite), Mountain Sikness/ketinggian, Hipotermia (penurunan suhu tubuh drastis), tulang patah karena terpleset atau jatuh, gigitan hewan liar

PAKAIAN DAN PERLENGAKAPAN
Sepatu es/climbing (Misal: Koflach Artis Exepediton, atau Scarpa Inverno)
Fully Insulated Boot (Misal: K2 40 below, Outdoor Research BrookeRanger)
Crampoon atau Tapak besi sepatu (Misal: Charlet Moser Super 12 Rapidfix Lanieres, Grivel G12 New-Matic, or Black Diamond Sabertooth)
Gaiter, Liner socks
Peralatan panjat: kapak es, carabiner, ascender, pellon, webbing, climbing harness, trekking pole
Pakaian: weight underwear, lightweight Underwear, Heavyweight pile pants, down pants, down parka, gore-Tex Shell Pants & Shell Jacket with hood , sleeping bag, ransel, sarung tangan wool, kacamata.

GALLERY
camp 2 hutan jayawijaya
Camp di Hutan (day 1-2)

camp 5 jayawijaya
Camp di luar hutan (day 3-4)


Susur sungai

camp danau danau (lake valley)
Camp Danau Valley (Danau-danau)

menuju puncak jaya plate penunjuk arah
Penunjuk Puncak


Trek 8 derajat atau Pintu Angin

Gunung Sumbing merupakan sebuah gunung yang terletak di tiga Kabupaten, yaitu Magelang, Temanggung dan Wonosobo, selain itu Gunung Sumbing juga menjadi gunung tertinggi kedua di Jawa Tengah dengan ketinggian 3.371 Mdpl dan tertinggi ketiga di pulau Jawa setelah Gunung Semeru dan Gunung Slamet.
Baca Juga
Capsa Susun

foto sunset di gunung sumbing
sunset di gunung sumbing. foto : brobali.com

Gunung Sumbing memiliki beberapa jalur diantaranya seperti via Garung (Wonosobo), Cepit Parakan (Temanggung), dan Bowongso (Wonosobo), diantara jalur-jalur tersebut, jalur Garung merupakan jalur paling populer dan terkenal diantara kalangan pendaki.

Seperti halnya dengan Gunung Merapi dan Merbabu yang bedekatan, Gunung Sumbing juga terletak bersebelahan dengan Gunung Sindoro, sehingga tak jarang pula banyak orang menyebutnya gunung kembar.

Gunung Sumbing mempunyai kawasan hutan Dipterokarp Bukit, hutan Dipterokarp Atas, hutan Montane, dan Hutan Ericaceous atau hutan gunung. Sebagian besar wilayah lereng gunung ini telah digunakan untuk lahan pertanian. “Wikipedia”

Gunung Sumbing terkenal dengan jalurnya yang cukup berat namun memiliki pemandangan yang indah, bahkan ketika kita sampai di puncaknya kita bisa melihat hampir seluruh gunung di Jawa Tengah mulai dari gunung Merapi, Merbabu, Sindoro, Prau, Slamet, Lawu, Ungaran, Telomoyo hingga Andong.

Bagi kamu yang ingin mendaki Gunung Sumbing untuk pertama kali, disarankan untuk melalui jalur Garung karena lokasinya yang mudah dijangkau dan cukup populer, jadi kamu akan menemukan banyak barengan.

Gunung Sumbing sendiri memiliki 2 puncak, yaitu Puncak Buntu (3362 Mdpl), dan Puncak Sejati (3371 Mdpl), biasanya para pendaki hanya sampai di Puncak Buntu karena lebih mudah, namun jika kamu ingin sampai di Puncak Sejati juga tidak masalah.

foto jalur menuju puncak sejati gunung sumbing
jalur menuju puncak sejati.

Gunung Sumbing via Garung

Basecamp Gunung Sumbing via Garung cukup mudah ditemukan karena lokasinya yang berada di samping jalan, jika kamu dari Semarang dan Sekitarnya bisa melalui jalur Sumowono-Temanggung-Wonosobo, tepat setelah perbatasan Temanggung dan Wonosobo terdapat jalur kekiri dengan papan petunjuk “Basecamp Garung Gunung Sumbing”.

Perkiraan Waktu Tempuh :
Basecamp – Pos 1 (2 jam berjalan kaki, setengah jam naik ojek)
Pos 1 – Pos 2 (kurang lebih 2 jam)
Pos 2 – Pos 3 (kurang lebih 1 jam)
Pos 3 –  Pestan (kurang lebih setengah jam)
Pestan – Watu Kotak (kurang lebih 1,5 jam)
Watu Kotak – Puncak Buntu/Kawah (kurang lebih 2 jam)
Puncak Kawah –  Puncak Sejati (kurang lebih 15 menit)
Total : 8-9 Jam (tergantung kecepatan kamu berjalan)

Tips Mendaki Gunung Sumbing via Garung :

  • Hanya terdapat satu sumber air saja yaitu di dekat Pos 1, dari Pos 1 kita masih harus berjalan sekitar 100 meter untuk sampai di sumber air, lokasinya berada di belakang Pos ojek, namun terkadang saat musim kemarau sumber air ini kering.
  • Bawa perbekalan air yang cukup karena sumber air hanya terdapat di Pos 1 dan terkadang juga kering, minimal 1 orang membawa 3 botol ukuran 1,5 liter.
  • Jalur Gunung Sumbing via Garung terbilang cukup sulit karena menanjak terus, jadi persiapkan fisikmu terlebih dahulu sebelum mulai mendaki.
  • Lebih disarankan untuk naik ojek dari Basecamp ke Pos 1 untuk menghemat waktu dan tenaga, karena jika kita berjalan kaki membutuhkan waktu sekitar 2 jam.
  • Biasanya pendaki mendirikan tenda terakhir sebelum summit di Pestan dan bawahnya, tapi lebih direkomendasikan di bawah Pestan karena banyak pepohonan, jika kamu mendirikan di Pestan cukup rawan terkena badai sebab tidak ada pepohonan yang menghalangi.
  • Dari Pestan menuju Puncak masih membutuhkan waktu sekitar 3 jam dengan jalur menanjak, pastikan kamu tidak telat untuk melakukan summit ya.
  • Jika kamu ingin melihat sunrise, kamu harus bisa sampai puncak terlebih dahulu, sebab sunrise di jalur Garung ini hanya bisa dilihat di puncak.

Gunung Sumbing via Cepit Parakan

Lokasi jalur ini terletak di desa Cepit, Parakan, Kabupaten Temanggung, walaupun kurang populer namun jalur Cepit Parakan terkenal memiliki pemandangan yang cukup indah, jalur Gunung Sumbing via Cepit Parakan ini biasa dipakai oleh peziarah, jadi tidak terlalu banyak ditemui pendaki.

Untuk menuju basecamp yang perlu kita tuju adalah Rumah Sakit Ngesti Waluyo, Temanggung, lalu dilanjutkan menuju desa Cepit. Basecamp di Cepit bisa dibilang tidak ada jadi kita hanya bertamu di salah satu rumah penduduk saja. Tapi tenang, karena penduduk di Cepit orangnya ramah-ramah kok.

Perkiraan Waktu Tempuh :
Pos Pengamatan – Pos 1 (1 jam)
Pos 1 – Pos 2 (1 jam)
Pos 2 – Pos 3 (1 jam)
Pos 3 – Kawah (kurang lebih 4 jam)
Kawah – Puncak Buntu (kurang lebih 15 menit)
Total : 7 Jam (tergantung kecepatan kamu berjalan)

Tips Mendaki Sumbing via Cepit Parakan :

  • Jalur Gunung Sumbing via Cepit Parakan ini terbilang cukup sepi pendaki dan biasa dilewati oleh para peziarah, sangat cocok bagi kamu yang tidak suka keramaian, namun tetap harus hati-hati ya.
  • Tidak terdapat sumber air di jalur Cepit Parakan, pastikan kamu membawa perbekalan cukup.
  • Bagi pemula yang belum pernah mendaki gunung Sumbing, tidak disarankan melalui jalur ini karena cukup sepi.
foto gunung sindoro dari gunung sumbing
view gunung sindoro dari puncak kawah. foto : mistersuu

Gunung Sumbing via Mangli Kaliangkrik

Jalur Gunung Sumbing via Kaliangkrik ini terbilang cukup populer namun tidak seramai via Garung, jalur pendakian via Kaliangkrik terletak di Desa Mangli, Kaliangkrik, Kabupaten Magelang, jalur pendakian via Mangli/Kaliangkrik terkenal cukup cepat untuk sampai puncak, selain itu tidak seberat seperti jalur lainnya.

Untuk mencapai Mangli kita hanya perlu menuju Desa Kalegen. Jika menggunakan bus kita bisa turun di pertigaan Tonoboyo, diteruskan menggunakan angkot ke desa Kalegen lalu lanjut naik ojek Ke Mangli.

Perkiraan Waktu Tempuh :
Basecamp – Pos 1 (1 jam)
Pos 1 – Pos 2 (1 jam)
Pos 2 – Pos 3 (1 jam)
Pos 3 – Pos 4 Pohon Tunggal (1 jam)
Pos 4 – Puncak (2 jam)
Total : 6-7 Jam (tergantung kecepatan kamu dalam berjalan)

Tips Mendaki Gunung Sumbing via Kaliangkrik :

  • Karena lokasinya yang berada di sebelah timur, jadi kamu tidak perlu sampai puncak untuk melihat sunrise, tidak seperti jalur Garung dimana kamu harus sampai puncak untuk melihat sunrise.
  • Jalur ini terbilang lebih mudah daripada jalur lainnya, namun cukup sepi pendaki.
  • Terdapat banyak sumber air selama menuju Pos 1 dan juga terdapat sungai di jalur Pos 4 menuju Puncak.
  • Biasanya pendaki mendirikan tenda terakhir di Pos 3 dan 4 (Pohon Tunggal).
  • Menurut beberapa pengalaman pendaki, jalur via Kaliangkrik ini memiliki pemandangan terindah.

Gunung Sumbing via Bowongso

Jalur Bowongso, walaupun cukup populer namun terbilang sangat sepi, jalur ini berada di Kabupaten Wonosobo, sama-sama di Wonosobo, jalur Bowongso masih kalah populer dengan jalur pendakian via Garung, jadi tidak direkomendasikan bagi pendaki pemula.

Jalur pendakian via Bowongso ini terletak di Desa Bowongso, Kalikajar, Kabupaten Wonosobo, untuk menuju Basecamp kita hanya perlu menuju terminal Mendolo Wonosobo. Dari terminal Mendolo kita harus menuju ke pasar Kertek (terletak di antara jalan raya Wonosobo – Temanggung). Dari pasar Kertek baru kita menuju Basecamp Bowongso.

Perkiraan Waktu Tempuh :
BASECAMP – Gardu Pandang (30 menit)
Gardu Pandang – Pos I Taman Asmara (30 menit)
Pos I – Pos II Bogel (3 jam)
Pos II – Pos III (1 jam)
Pos III – Puncak Buntu (2 jam)
TOTAL = 7 jam (tergantung kecepatan kamu berjalan).

Tips Mendaki Gunung Sumbing via Bowongso :

  • Jalur Bowongso terbilang cukup pendek dan mudah, jadi cukup aman, sayangnya jalur ini sepi oleh pendaki.
  • Jalur Bowongso memiliki pemandangan yang tak kalah indah dengan jalur lainnya, selain itu juga terdapat sabana di jalur ini.
  • Terdapat mata air di jalur dari Pos 2 menuju Pos 3.
  • Biasanya pendaki mendirikan tenda terakhir di Pos 3.
foto lautan awan di gunung sumbing
menanti terbenamnya matahari di gunung sumbing. foto : fahlul_iqbalzzz

Gunung Sumbing via Sipetung

Jalur pendakian Gunung Sumbing via Sipetung terletak di Desa Jambu, Kecamatan Kledung, Kabupaten Temanggung, dari arah Magelang-Wonosobo turun di depan gerbang desa Jambu kec.Kledung yang letaknya di kiri jalan.

Hampir berhadapan dengan gerbang menuju wisata puncak sunrise Posong yang berada di kanan jalan. untuk menuju ke Basecamp Sipetung kamu bisa naik bis atau kendaraan pribadi dengan melewati KM.09 Jalan Raya Parakan-Wonosobo. setelah tiba di gerbang desa, ada petunjuk menuju Basecamp Green Grass Hiking Club yang berjarak 500m dari gerbang desa.

Belum diketahui pasti berapa waktu yang harus ditempuh untuk sampai di puncak Gunung Sumbing melalui jalur Sipetung, namun menurut informasi melalui jalur Sipetung tidak jauh beda dengan jalur lainnya, yaitu sekitar 7-8 Jam, tergantung kecepatan kamu dalam berjalan.

Tips Mendaki Gunung Sumbing via Sipetung :

  • Terdapat sumber air di Pos 2.
  • Jalur via Sipetung ini relatif susah namun juga tidak mudah.
  • Dari beberapa jalur lainnya jalur Sipetung cukup ramai dilalui pendaki setelah via Garung.

baca juga : baru mengenal dunia pendakian? yuk baca peraturan pendaki gunung ini

Di samping pemandangan indah dan mempesona yang tersaji serta berbagai kebudayaan tradisional masyarakat setempat, ada beberapa hal yang harus dipatuhi oleh para pendaki agar selama pendakian di Gunung Sumbing tidak menemui hal-hal yang tidak diinginkan, di antaranya adalah:

  • Dilarang buang air (besar/kecil) sembarangan
  • Dilarang membawa narkoba
  • Dilarang melakukan zina
  • Dilarang mengeluh
  • Dilarang berkata bohong dan berlaku sombong
  • Tidak merusak tanaman
  • Tidak mengganggu kebun penduduk

Nah, itulah informasi mengenai jalur pendakian di Gunung Sumbing, dibawah ini merupakan tips tambahan bagi kamu yang ingin mendaki di gunung tertinggi kedua di Jawa Tengah.

  1. Rombongan terbaik adalah 4-8 orang.
  2. Sebelum mulai mendaki, pastikan kamu olahraga ringan seminggu sebelum mendaki agar tubuh tidak kaget.
  3. Bawa peralatan khusus mendaki seperti sepatu/sandal gunung, tenda, sleeping bag, kompor, dan tentunya logistik yang mencukupi.
  4. Selalu utamakan kebersamaan tim.
  5. Prioritas utama adalah keselamatan bersama, bukan puncak ataupun pemandangan.
  6. Pilihlah waktu pendakian di musim kemarau untuk menghindari terjadinya hujan atau badai.

Informasi :
Nama : Gunung Sumbing
Tinggi : 3.371 Mdpl
Lokasi : Kabupaten Wonosobo, Temanggung, Magelang, Jawa Tengah.
Puncak : Puncak Buntu (3.362 Mdpl) dan Puncak Sejati (3.371 Mdpl)
Simaksi/Retribusi Tiket : Rp. 5.000/orang

nusa penida adalah satu destinasi tujuan buat gw melakukan backpacker sendiri dan seperti destinasi2 yg lain gw suka melakukan solopacker.

Bandar Sakong

Entah  kenapa gw lebih nyaman jalan sendiri ketimbang harus banyakan,ya walau sejujurnya gw lebih suka jalan berdua

Dan gw yakin dalam setiap perjalanan pasti gw aka menemukan teman seperjalanan untuk bisa sharecost biaya yg mungkin dirasa terlalu berat.

Akhir tahun 2016 gw putuskan untuk memulai perjalanan kesana.

Dengan segala persiapan dan perbekalan yg udah gw susun pada tgl 26 desember gw mulai perjalanan dari bandung ,kota tempat dimana gw tinggal

 

Disini gw akan bercerita rute perjalanan,estimasi biaya dan waktu yg pasti ala backpacker gembel kaya gw.

 

Gw mulai perjalanan dari stasiun kiaracondong bandung dengan kereta kahuripan menuju stasiun lempuyangan jogjakarta,Untuk tiket seharga 84ribu.

Dari lempuyangan gw pun melanjutkan perjalalanan ke banyuwangi dengan kereta sri tanjung dengan harha 94 ribu dan gw berhenti di stasiun karang asem. Di stasiun karanh asem ini ada tempat buat kita para backpacker istirahat,namanya rumah singgah banyuwangi.

Di rumah singgah inilah kita akan bertemu banyak para pelancong yg mungkin akan mempunyai tujuan yg sama dan disini kita bisa mencari teman seperjalanan. Selain itu rumah singgah banyuwangi yg di kelola mas rahmat,dia juga menyediakan sewa motor. Yg biasa di sewa untuk para pelancong ke kawah ijen dan wisata lain nya sekitar banyuwangi.

Sekedar melepas lelah dan pegal selama perjalanan di kereta gw sejenak istirahat di rumah singgah sambil menyewa motor. Ya gw akan ke bali pake motor karena setelah ge hitung2 budget naik bus dan sewa motor itu ga jauh beda. Dan enak nya kalo pake motor kita bisa mampir ke destinasi lain di bali setelah dari nusa penida.

Jam 02:00 gw lanjutkan perjalanan ke bali dengan motor. Bali itu kota yg aman,damai jadi kalian ga usah takut begal atau lain nya untuk berjalan bawa motor sendiri tengah malam.dan gw salut sama warga bali yg ramah2.

Dari banyuwangi tujuan gw ke padang bai tempat dimana nanti gw akan menyebrang ke pulau nusa penida. Selain dari padang bai,ke nusa penida pun bisa via sanur dengan speed boat dengan harga 75ribu yg lebih cepat jarak tempuh nya,cuma kalo lewat sanur ga bisa bawa motor dan mau ga mau harus sewa motor di nusa penida. Sekitar 60 ribu/hari sewa motor disana. Dan nanti gw akan cerita jalut mana yg lebih recomended dan murah. Via sanur atau padang bai.

Malam masih gelap dan melajukan kendaraan sendiri menuju pelabuhan ketapang. Untuk ongkos ke pelabuhan ketapang seharga 22 ribu untuk 1motor dan 1 orang.

Ga sampai 20 menit gw udah sampai di pelabuhan gilimanuk.

Untuk kalian yg ingin ke bali via ketapang-gilimanuk harap semua surat2 lengkap. Karena nanti akan ada pemeriksaan KTP,SIM dan STNK kendaraan. Satu aja yg ga ada kalian ga bisa masuk bali. Dan ada 2x pemeriksaan.

Setelah sampai gilimanuk dan lewati pemeriksaan gw lanjutkan perjalanan ke pdang bai yg kurang lebih di tempuh dalam waktu 5 jam.

Setelah 5 jam melintasi selatan pulau dewata gw sampai di padang bai. Padang bai ini pelabuhan untuk penyebrangan ke lombok.

Pada waktu gw kesana penyebrangan ke nusa penida dari padang bai ada 2x dalam sehari menggunakan kapal nusa jaya abadi dengan harga 48ribu/motor dan 31 ribu/orang jadi kalo kalian bawa motor dan sendiri total 79 ribu sekali nyebrang. Dan ini menurut gw kemahalan.

Kapal nusa jaya abadi berangkat dari padang bai setiap jam 9 dan jam 1 siang. Waktu tempuh kurang lebih 45 menit.

 

Rekomendasi gw kalo mau ke nusa penida lebih baik nyebrang via sanur dan nyewa motor di nusa penida nya aja itu lebih irit beberapa ribu dan yg jelas lbh irit waktu.

Sampai di nusa penida gw bingung harus kemana. Pertama gw ga tau daetah itu dan lokasi2 destinasi nya gw ga tau. Akhirnya gw bula maps dan gw ikutin petunjuk maps ke destinasi itu.

Seharian gw keliling nusa penida.

Ke crystal bay,broken beach,angel bilabong dll. Behubung gw backpacker sengaja gw ga nyari penginapan buat gw bermalam tapi gw bawa tenda di tas ransel gw yg gede banget. Di nusa penida kita bisa camping di beberapa tempat. Rekomendasi gw camping di klingking beach sebelah kiri disana view nya ajib pisan lah. Atau di broken beach.

Di broken beach kita juga bisa numpang tidur di warung yg ada disana.

Berhubung pada waktu itu ga ada yg ngcamp gw pun ga jadi ngcamp dari pada ribet buka pasang tenda mendingan gw numpang tidur di saung warung dan gw minta izin saama yg punya nya.dia pun membolehkan.

Waktu itu gw udah sore saat sampai broken beach dan pengunjung pun udah sepi yg tersisa hanya gw dan ibu pemilik watung yg sedang menyiapkan kopi,dupa dan segala macam untuk di taruh di bawah pohon. Ko rada mistis gini ya pikir gw. Mana wangi dupa itu menyengat banget

 

Gw pikir2 nanti malam gw tdr sendiri dan gelap ditambah wangi dupa. Pikiran gw langsung aneh3 dan akhirnya gw memutuskan beranjak dari tempat itu.

Gw lebih memilih tidur di pelabuhan yg sedikit ramai dan terang.

Akhirnya malam itu gw istirahat di pelabuhan.di depan kantor tempat pembelian tiket kapal.

Sebelum tdr perut gw berasa lapar.sambil menemani warga situ yg sedang mancing cumi gw memasak mie dan telor dari perbekalan logistik yg gw bawa.

Dengan senang nya hati gw masak di pinggir pantai sambil ngobrol dengan yg mancing.

Malam malam gw lalui dengan hembusan angin laut,mungkin udah terlalu cape gw tidur pun nyenyak di lantai depan pelabuhan.

Dan esok harinya gw lanjutin perjalanan ke pantai atuh,pantai sabela dll tapi waktu ge ga cukup karena ngejar waktu kebetangkatan kapal jam 10 pagi. Padahal gw mulai bangun dan explore hari kedua itu jam 5 subuh

Nusa penida itu ternyata luas dan 2 hari ga cukup untuk explore semuanya.

Balik dari nusa penida gw mampir ke kuta,sanur,seminyak,tanah lot dll sekalian arah balik ke banyuwangi.

 

Estimasi biaya backpack ke nusa penida dari bandung (opsi 1 via padang bai)

Kereta bdg-jogja = 84 ribu (2x) PP

Kereta jogja-bwi = 94 ribu (2x) PP

Ketapang-gilimanuk = 22 ribu (2x) PP

Padang bai-nusa penida =79 ribu (2x) PP

Sewa motor 2 hari =150 ribu

Bensin selama 2 hari = 80 ribu

Jadi total dari via padang bai itu =  788 ribu (kalo sewa motor di bwi)

 

 

Opsi 2 sewa motor di nusa penida

Kereta bdg-jogja = 84 ribu (2x) PP

Kereta jogja-bwi = 94 ribu (2x) PP

Ketapang-gilimanuk = 7500 (2x) PP

Gilimanuk -terminal ubung denpasar = 40ribu via bus (2x)PP

Terminal ubung -sanur = 14 ribu via gojek (2x) PP

Sanur-nusa penida = 75 ribu (2x) PP

Sewa motor di nusa penida = 120 ribu (2 hari)

Bensin = 30 ribu

Total = 779 ribu

 

Emang selisih dikit sih via sanur atau padang bai.

 

Cuma kalo lewat sanur kalian bisa punya waktu lbh banyak di nusa penida nya

Kalo via pdang bai waktu sedikit tapi bisa main2 di bali dengan motor yg di bawa.

 

Ya atur2 sendiri lah

20161228_165715-0120161228_113317


20161228_165715-01

ellegory-1483151454941

 

Broken beach