Mungkin, mereka yang berkomentar demikian hanya melihat postingan foto di instagram atau akun sosial media lainnya. Foto pendakian yang terlihat cantik dengan senyum manis berlatar indahnya lanskap gunung.

Sebagian besar orang mungkin hanya melihat dari sisi “enaknya naik gunung”. Padahal, ada hal-hal nggak enak yang kami alami selama pendakian. Apalagi bagi pendaki wanita, hal-hal nggak enak di bawah ini cuma kami yang bisa mengerti.

1. Susahnya menjaga diri di antara banyaknya lelaki di gunung

pendaki wanita

Foto oleh echigo

Meski sekarang sudah sangat banyak pendaki wanita, namun jumlah pendaki pria di gunung jauh lebih banyak. Bagi kami pendaki wanita, menjaga diri di antara pria-pria itu nggak mudah.

Ketika saya harus mendaki tanpa ada teman pria, saya sering berbohong dihadapan para pendaki lainnya. Bila mereka bertanya “sendirian aja mbak? atau cewek-cewek aja mbak?”, saya selalu memberikan jawaban omong kosong. Kata saya “enggak kok mas, yang lain udah jalan di depan atau enggak kok mas, kita udah janjian di pos IV”.

Saya yakin, pendaki-pendaki gunung pria Indonesia orang yang baik. Tapi, saya nggak mau ambil resiko. Lebih baik berbohong untuk mengantisipasi hal-hal yang nggak diinginkan.

Selain itu, salah satu cara menjaga diri yang terbaik adalah dengan berpakaian yang sopan. Saya memang nggak berhijab, tapi saya selalu mengenakan celana panjang. Sebaiknya, jangan mengenakan celana gemes saat mendaki, takutnya celana gemes kekinian kita mengundang mala petaka.

2. Buang air menjadi problematika utama

pendaki wanita

Foto oleh echigo

Kekhawatiran pada diri pendaki wanita bukan hanya tentang keamanannya di antara pria, tapi juga permasalahan buang air. Kalian kaum pria, mungkin nggak perlu merisaukan akan buang air dimana. Kami pendaki wanita selalu kesusahan menemukan tempat yang tepat.

Baru saja berjalan beberapa meter dan bersiap untuk buang air, tahu-tahu dari atas kelihatan segerombolan pendaki yang mau turun gunung. Harus benar-benar mencari tempat yang nggak terlihat dan aman.

Bila terpaksa, matras atau jas hujan menjadi senjata andalan. Tak lupa membawa tisu kering, tisu basah, dan air. Jujur, kami tidak bisa meninggalkan benda-benda berharga itu saat mendaki.

3. Kami nggak nyaman mendaki saat datang bulan, serius

pendaki wanita

Foto oleh echigo

Masalah buang air sudah cukup merepotkan, tambah lagi saat pendaki wanita ini sedang datang bulan. Kalau boleh jujur, saya lebih memilih nggak naik gunung saat datang bulan pada hari pertama. Sumpah, nggak nyaman banget.

Kami pendaki wanita dituntut untuk terus bergerak dan berjalan saat menstruasi. Belum lagi jika kami harus memanjat. Sungguh, kedatangan bulan saat mendaki membuat kami tidak leluasa bergerak. Kram perut saat menstruasi juga menjadi kendala. Namun, sesakit apapun itu, kami selalu bisa mengatasinya.

Hal yang paling memberatkan ketika naik gunung dalam keadaan menstruasi adalah saat kami harus sering mengganti pembalut. Lagi-lagi kami mengalami masalah dalam mencari tempat yang tenang dan sepi untuk mengganti pembalut. Bisa dibayangkan kan, saat turun gunung, tidak hanya sampah makanan yang kami bawa turun, tapi sampah pembalut.

4. Menjaga kebersihan wajah membutuhkan perjuangan, hargai!

naik gunung

Gambar oleh Echigo

Menjaga kebersihan wajah saat mendaki itu perlu. Bukan hanya ingin tampil cantik di gunung, tapi kami selalu ingin menjaga kulit kami agar tetap bersih terawat.

Ketika sudah turun gunung, kalian para pendaki pria nggak pernah bermasalah dengan kulit kusam dan gosong terbakar matahari setelah pendakian. Tapi, bagi kami, itu masalah besar. Apalagi jika harus menghadapi komentar-komentar orang seperti “kok gosong sekarang, mukanya kusam”.

Mungkin, kami terlihat tegar membalas komentar itu dengan berkata “iya dong, gosong dicium matahari Gunung Rinjani nih”. Songong dikit lah, tapi dalam hati kami berkata “sial, aduh gimana nih, kok kusem gini, harus perawatan maksimal nih”.

Setelahnya, kami berjuang mati-matian melakukan perawatan. Dari bangun tidur sampai mau tidur lagi. Perawatan wajah alami dan perawatan berbahan kimia kami lakoni.

Jadi jangan heran, jika kalian pernah menemukan kami sedang membersihkan wajah, memakai krim malam, atau sunblock di dalam tenda. Kami hanya ingin menjaga kulit kami.

5. Alotnya perdebatan meminta izin untuk mendaki

pendaki wanita

Foto oleh echigo

Menurut saya, tantangan terberat dalam mendaki gunung itu bukan terjalnya medan, tapi saat mulai minta izin. Saat itulah saya harus mengumpulkan semua mental dan mempersiapkan segala bujuk rayu kepada orang tua.

Karena tidak mudah bagi orang tua untuk merelakan anak perempuannya naik gunung. Yang mereka bayangkan, bukan pemandangan gunung yang indah dan serunya ngobrol bersama teman di tengah hutan. Dalam pemikiran mereka, naik gunung itu sangat membahayakan. Terkadang, ada juga orang tua yang berpikiran berlebihan.

Saya sering mengalami perdebatan yang alot untuk memperoleh izin mendaki. Segala macam alasan saya persiapkan untuk menjawab semua pertanyaan-pertanyaan kekhawatiran mereka. Bahkan, terkadang saya berlaku sangat manis dan menuruti semua perkataan orang tua tanpa mengeluh, tanpa membantah beberapa minggu sebelum mendaki. Tentu saja untuk melancarkan izin naik gunung. Hehehhehe.. Jangan ditiru, sebaiknya selalu menjadi anak manis yang tidak bermalas-malasan kalau diminta tolong.

6. Kegalauan saat harus memilih barang yang ingin dimasukan ke dalam tas

pendaki wanita

Foto oleh echigo

“Sepertinya enak nih bawa buku bacaan, bawa bantal juga, oiya syalnya jangan sampai ketinggalan buat foto-foto.”

Pendaki wanita itu ribet. Banyak barang yang ingin dibawa, sedangkan ransel sudah penuh. Kalau mendaki sama cowok sih enak, tinggal nitip. “Nitip bawain buku yak, keril udah penuh, nggak muat”
Pasti para cowok dengan senang hati menerimanya. Jika perlu, membawakan ransel kami sampai puncak.
Tapi bagaimana jika mendaki sendiri atau mendaki dengan anggota cewek semua? Beban ransel yang terlalu berat memang menjadi kendala kami saat mendaki. Nggak ada yang bisa diajak share nitip barang. Mau nggak mau kami membawa semua barang sendiri.
Saat seperti inilah, pendaki wanita yang terlihat mempunyai badan besar dan paling berpengalaman menjadi andalan.

CAHYA MEYTHASARI CEWEK PENDAKI GUNUNG TERCANTIK DI INDONESIA

Siapa bilang dunia pendakian selalu di isi dengan orang-orang dekil yang nggak suka menjaga penampilan dan lebih menonjolkan sisi naturalis ketimbang penampilan. Berikut hasil googling yang saya temukan tanpa sengaja ternyata ada seorang cewek yang cantiknya minta ampun dan juga suka mendaki gunung, dari blok doi, ternyata sudah mendaki banyak gunung bahkan Gunung Rinjani pun pernah di daki.
Baca Juga
Cahya Meythasari adalah seorang wanita kelahiran Jakarta 30 mei 1988 yang akrab di panggil Aya atau Etha. Do’i berdarah sunda jadi sangat sesuai dengan nama Etha. Dari Blog pribadi Meythasari, Terlihat yang berbasis WordPress ternyata do’i punya banyak pengalaman naik gunung dan cantik. benar-benar calon istri Idaman berikut foto-foto Cahya Meythasari dalam menaklukkan gunung di indonesia, untuk informasi lebih lanjut silahkan kunjungi bloknya di Cahaya.
Foto gadis Igo Cantik Hijab Pendaki Gunung Cahya Meythasaru  2015
Foto Meythasari pada saat mendaki gunung Rinjani dengan latar belakang danau Rinjani, ternyata Meythasari memang cantik dan tangguh.
Foto gadis Igo Cantik Hijab Pendaki Gunung Cahya Meythasaru  wisuda

Foto Meythasari sedang mendaki gunung Ciremai, selfie yang tidak alay dan tetap cantik.

Foto gadis Igo Cantik Hijab Pendaki Gunung Cahya Meythasaru  pesta
Foto Meythasari pas bangun dari tenda sempatin foto di view yang sama di Rinjani. Memang bener-bener cantik sangat langka.
Foto gadis Igo Cantik Hijab Pendaki Gunung Cahya Meythasaru  pashmina
Foto Meythasari pada saat pendakian gunung Gede, kesan maskulin dengan carrier dan celananya terlihat bidadari tangguh.
Foto gadis Igo Cantik Hijab Pendaki Gunung Cahya Meythasaru  untuk wajah bulat

Emnag dasarnya cantik, mau ngapain saja tetap cntik, bahkan ngupil masih kelihatan manis.

Foto gadis Igo Cantik Hijab Pendaki Gunung Cahya Meythasaru  syar'i
Kalau menyusuri sabana sama Meythasari gak bakalan kerasa deh capeknya, ini lupa foto waktu medaki gunung apa.
Foto gadis Igo Cantik Hijab Pendaki Gunung Cahya Meythasaru  alyssa soebandono
Meskipun cewek ternyata pada saat medaki ternyata Etha tidka kalah dengan cowok, teteng carier sendiri jauh deh dari kata pendaki alay.
Keseharaian Etha adalah seorang karayawan di perkebunan kelapa sawit, Etha lulus dai Binus jurusan komputer, wah sudah cantik pinter lagi. Keseharaian selain aktif mendaki gunung Do’i juga senang dengan fashion, tetap cantik meskipun punya hobi mendaki gunung. Berikut ini foto Cahya Meythasari sedang dalam pergaan dan tutorial Hijab.
model hijab Igo Cantik segi empat
model hijab Igo Cantik pesta
model hijab Igo Cantik pashmina
model hijab Igo Cantik simple
model hijab Igo Cantik anak
model hijab Igo Cantik anak sekolah
model hijab Igo Cantik ala dewi sandra
model hijab Igo Cantik ala zaskia adya mecca
be a hijab model
model hijab Igo Cantik baru
model hijab Igo Cantik baju kebaya
model hijab Igo Cantik buat pesta
model hijab Igo Cantik berkebaya
model hijab Igo Cantik buat kondangan
model hijab Igo Cantik cantik
model hijab Igo Cantik ceruti
model hijab Igo Cantik claudia
model hijab Igo Cantik dan cara memakainya
model hijab Igo Cantik dewasa
Demikian lah pembahasan  saya mengenai Cahya Meythasari, seadainya doi belum punya pasangan ane rela jadi pasangannya, By The Way artikel ini saya buat tanpa seizin Do’i cuman mau ngulas saja kalau ternyata ada loh pendaki gunung yang juga cantik bikin cenat-cenut. Boro-boro Izin Kenal aja kagak.

KLOJEN – Setelah sukses menaklukkan dua gunung sekaligus dengan berjalan mundur, pendaki asal Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang, Tarpin Iswahyudi (52) kini menantang warga Nepal. Warga Nepal yang ditantang oleh Tarpin ini merupakan seorang yang pernah melakukan aksi berjalan mundur juga.

Baca Juga

Taruhan Bola
Galaxy88

Tarpin tiba di garis finish di Pendopo Kabupaten Malang, Selasa (1/11/2016) sekitar pukul 13.30 WIB. Kedatanganya ini disambut gembira dan haru oleh kerabat dan keluarganya. Dengan berjalan mundur, ia berhasil menaklukkan dua gunung, yakni puncak Gunung Bromo dan Gunung Semeru.

“Saya ingin menunjukkan bahwa berjalan mundur tidak hanya sekedar sebagai gaya-gaya saja. Tetapi juga ada manfaat bagi kesehatan. Oleh karena itu, saya ingin menantang mendaki bersama warga Nepal mendaki gunung yang ada di Indonesia,” tutur Tarpin.

Sebelum sampai di pendopo, Tarpin berjalan menuju pendopo dengan diiringi oleh beberapa tim. Ada tim SAR, serta tim Komunitas Gimbal Alas. Rute yang ia lalui juga sama dengan ketika ia berangkat menuju dua gunung itu. Ia ditemani oleh beberapa temannya dengan bendera merah putih melingkar dan melindunginya ketika berjalan mundur.

Selama di perjalanan, Tarpin menceritakan dirinya sempat terjatuh tiga kali ketika hendak menuju Puncak Semeru, Mahameru. Bahkan saat menuju puncak, ia harus rela basah-basahan karena hujan. Seperti yang diketahui, jarak yang ditempuh Tarpin sejauh 218 kilometer.

“Di atas hanya seperempat jam saja. Sekitar jam 12 siang. Sempat hujan dan jatuh saat menuju puncak, karena jalannya yang terjal,” imbuh ayah dua orang anak ini.

Sebelumnya, Tarpin sudah pernah mendaki Gunung Semeru dan Gunung Rinjani dengan berjalan mundur juga. Yakni tahun 2013 ia mendaki Gunung Semeru, lalu tahun 2014 ia mendaki Gunung Rinjani. Dan tahun 2016 ini ia mendaki dua gunung sekaligus, Gunung Bromo dan Gunung Semeru.

Selain itu, dari aksinya ini, Tarpin juga mendapat penghargaan dari Lembaga Prestasi Rekor Dunia Indonesia (Leprid). Paulus Pangka SH, Direktur Leprid mengatakan pemberian penghargaan kepada Tarpin ini bukan pemecah rekor, tetapi menciptakan rekor baru. Menurutnya, belum ada jenis rekor seperti yang dilakukan oleh Tarpin, yakni berjalan mundur mendaki gunung.

“Kalau berjalan mundur di jalan yang datar, sudah banyak yang melakukan. Tetapi ini dengan mendaki gunung. Sesuatu hal yang berbeda. Dari Leprid kami berikan kepada Tarpin ada piala, medali, dan juga buku,” tutur dia. Ia menyebutkan, selama bulan Oktober kemarin, Leprid juga telah memberikan sebanyak 30 rekor baru.

Sementara itu, Bupati Malang, Rendra Kresna, mengungkapkan bahwa dirinya bangga dengan aksi yang dilakukan oleh Tarpin. “Ini menjadi inspirasi kita semua. Bahwa yang dilakukan saudara Tarpin ini meskipun aksinya berjalan mundur, tetapi bukan kemunduran. Melainkan kemajuan dari hal yang baru,” ungkap Rendra.

Liburan ke Bali tentu menjadi dambaan tiap orang termasuk kamu yang masih pemula yang sama sekali belum pernah menginjakkan kakinya di Pulau Seribu Pura ini. Faktor biaya tentu hal yang mesti direncanakan lebih matang agar bisa menghemat dana.

Baca Juga 

IBOBET
Agen Bola Terpercaya

Melancong ke Bali dengan biaya minim memang kedengarannya tidak mungkin karena harga di Bali terkesan mahal. Namun tahukah kamu, dibalik sisi mahalnya ada kok yang berbiaya murah seperti hotel, makanan, dll. Nah, bagi kamu yang masih “hijau” ingin berwisata ke Bali, berikut ada 7 Tips liburan murah ke Bali diantaranya:

1. Pos Dana

Pisahkan anggaran akomodasi dan ticketing dari anggaran untuk keperluan makan, membayar tiket masuk ke tempat wisata atau untuk membeli oleh-oleh. Bawa uang seperlunya dalam dompet dan simpan sisanya di rekening bank dan dapat diambil sewaktu-waktu menggunakan ATM. Hal ini juga bermanfaat untuk menimbulkan rasa aman pada diri sendiri karena tak perlu mengkhawatirkan uang yang harus dibawa kemana-mana.

2. Jangan bepergian di musim liburan atau akhir pekan

Musim liburan memang menyenangkan bagi sebagian turis, namun mereka juga harus siap dengan kenyataan bahwa segalanya menjadi lebih mahal, tak terkecuali tiket pesawat, penginapan dan juga makanan. Selain itu kamu mungkin tak akan bisa menikmati apapun di tengah suasana penuh sesak. Kunjungi Bali di hari-hari kerja akan lebih hemat karena penginapan mematok harga yang lebih murah dibandingkan musim liburan. Jika kamu memilih naik pesawat ke Bali, usahakan untuk memesan tiket untuk penerbangan malam hari yang harganya jauh lebih murah dibandingkan penerbangan pagi dan siang hari.

3. Cari penginapan dengan harga murah.

Kawasan sekitar Jalan Poppy Lane dan Jalan Legian terkenal dengan kumpulan penginapan yang menawarkan harga miring per malamnya. Harga sewa kamar berkisar Rp 100 ribu hingga Rp 350 ribu per hari, dan bisa menjadi lebih murah jika kamu menyewanya untuk tiga hari berturut-turut. Fasilitas yang disediakan juga memadai, yaitu single bed, kipas angin dan kamar mandi dalam. Kamu sebaiknya memeriksa informasi dan reputasi masing-masing penginapan melalui internet agar tak salah pilih.

4. Sewalah sepeda motor

Kamu sudah sampai di Bali dan tak sabar untuk menikmati keindahan berbagai lokasi wisata. Kalau lokasi wisatanya berdekatan sih tak masalah karena kamu bisa mencapainya dengan berjalan kaki. Namun kamu tak mungkin jalan kaki kan kalau seandainya ingin mengunjungi Pantai Kuta dan Danau Batur sekaligus dalam satu hari? Menyewa sepeda motor juga jauh lebih hemat daripada naik taksi atau kendaraan umum lainnya. Jangan lupa menawar harga karena Anda bisa saja mendapat harga lebih murah jika menyewa sepeda motor selama lebih dari satu hari.

5. Makan di kedai khusus backpacker

Untuk urusan makan kamu juga wajib berhati-hati karena terlalu sering jajan tentunya bisa menjebol dompet kamu. Carilah warung-warung makan rumahan di sekitar pantai yang biasanya menjadi tempat mangkal para backpacker dan menjual makanan serta minuman dengan harga murah.

6. Membeli suvenir di pasar pasar Sukawati

Dimana-mana yang namanya pasar pasti menjual barang dengan harga lebih murah dibandingkan dengan toko modern, demikian juga di Bali. Jangan tergoda untuk membeli suvenir yang di tawarkan toko cinderamata di pinggir jalan karena kamu bisa membelinya dengan harga jauh lebih murah di sejumlah pasar seni yang bertebaran di Kota Denpasar dan sekitarnya. Pasar yang dapat kamu datangi yaitu Pasar Seni Sukawati, Pasar Seni Tanah Lotdan Pasar Kumbasari.

7. Bagaimana kalau menginjak banten?

Walau tips yang ke-7 ini tidak berkaitan dengan budget, namun bagi kamu yang masih pemula saat liburan ke Bali ada baiknya perlu tahu mengenai info ini. Banten atau sajen berupa bunga dan persembahan lainnya dalam wadah janur (canang sari) biasa diletakkan di pintu masuk dan area-area yang sering dilalui orang. Seringkali muncul pertanyaan bagaimana kalau tidak sengaja terinjak. Sebenarnya tidak masalah jika memang Anda tak sengaja menginjaknya. Jika Anda menginjaknya di depan pemilik atau penjaga toko atau tempat sajen itu diletakkan, cukup berkata ”maaf”. Sebaiknya saat berjalan, hindari dengan melewatinya, jangan sampai Anda malah sengaja menginjaknya. Sama halnya dengan saat Anda berkunjung ke pura atau tempat-tempat yang dianggap suci oleh masyarakat setempat. Hargai dan ikuti istiadat setempat. Gunakan pakaian yang sopan. Jika Anda mengenakan celana pendek, pakailah sarung atau kain. Beberapa tempat juga mewajibkan Anda mengenakan kain sarung dan senteng. Jangan berjalan di depan orang yang sedang bersembahyang ataupun memotret dengan flash saat upacara berlanjung. Untuk perempuan, jangan masuk ke dalam saat sedang datang bulan.

Setelah hampir 3 bulan mencari waktu dan mengumpulan niat untuk post soal UK trip, akhirnya jadi juga post ini 🙂 Sebelumnya saya post beberapa foto di London, Salisbury (dan Stonehenge tentunya), London lagi, Loch Ness (Scotland), Glen Coe (Scotland Highland), Nevis Range (Scotland Highland), dan York. Kenapa baru foto-foto, karena ngepostnya mudah :p heheheh. Well, baiklah, sebagaimana janji saya, saya akan share itinerary serta tips dan trik jalan-jalan hemat biaya dan hemat waktu di Inggris.

Baca Juga

Damaibet
Agen Casino

Oke. Saya akan coba menyamakan format dengan Tips Traveling (Cukup Singkat & Hemat) ke Australia (+ Itinerary 10 Hari) supaya mudah yaa 🙂

Sherlocked :p

Oh iya, trip ke Inggris kali ini saya sudah berdua dengan suami. Irit-iritnya tetap sama karena suami sama iritnya sama saya, hehehe :p Kami ngetrip dari tanggal 9-18 September 2014 dan lumayan berhasil ke beberapa kota dari selatan sampai utara yaitu: London (C), Salisbury (B), Edinburgh (D), beberapa kota kecil di dataran tinggi Scotland (G), dan York (E). Mungkin nggak seperti kebanyakan orang yang ingin pilgrimage ke stadion-stadion sepakbola, kami nggak mengunjungi Manchester ataupun Liverpool.

Route Map UK

Ok, first of all, kapan waktu yang baik untuk ke Inggris?

Based on personal experience kemarin saya ke sana bulan September dan senang sekali. Nggak banyak mengalami hujan dan dapat sunshiny days di highland Scotland. Bahagiaaaa :’) Sebetulnya pemilihan ini bukan karena perencanaan tapi karena mengikuti jadwal kuliah suami yang dimulai pertengahan September. Ternyata waktu saya baca di sini, memang Mei, Juni, September adalah waktu-waktu yang bagus. Kalau baca di TripAdvisor, malah April sampai September in general.

Persiapan: MENTAL, Uang, Tiket & VISA

Oke, mulai dari yang paling awal: mental. INGGRIS MAHAL CUY #sebel. Ya sebetulnya kalau gaji rupiah ini memang apa-apa jadi rasanya mahal, dan ya memang mahal. 1 poundsterling itu sekitar 20 ribu. Paket fast food sekitar 5-6 pounds, jadi ya dikalikan sendiri aja ya.

Oh iya, sharing pengalaman soal uang, sebagai pecinta cash, saya biasanya tukar uang di Indonesia karena generally kurs money changer lebih bagus ketimbang bank. Namun kemarin kami nggak dapat poundsterling di setiap money changer di penjuru Jakarta. Akhirnya saya ambil uang sesampainya di sana di ATM berlogo VISA (saya nasabah Bank Mandiri). Ternyata kursnya tidak buruk-buruk amat dan hanya dicharge Rp20.000 per transaksi. Tips dari teman yang sekolah di sana, sebaiknya sekalian ambil banyak, dan kalau bisa di ATM yang letaknya di dalam bank atau bandara untuk keamanan, jangan yang di pinggir jalan.

ATM

Click image for image source!

Tiket Pesawat. Berhubung major destination jadi tidak perlu bingung mau pakai maskapai apa (kalau uangnya ada HAHAHA). Garuda Indonesia menyediakan direct flight Jakarta-London (dukung maskapai Indonesia! Heheheh) tapi dengan segala keterbatasan budget, saya cek tiket termurah saja via skyscanner :p Saat itu yang termurah KLM-Air France yaitu £576.21, jadilah naik Air France aja. Kekekek :p

VISA. Untuk visa Inggris, sama seperti visa Schengen maupun Australia aplikasinya disubmit via VFS. VFS UK ada di Kuningan City. Proses permohonan dan pembayaranya dilakukan online dahulu (dapat diakses di sini) kemudian kita akan membuat appointment pada tanggal dan jam tertentu untuk datang ke VFS, selain untuk mengajukan berkas dan passport juga untuk memberi informasi biometrik berupa foto dan sidik jari. Hal ini menurut saya membuat proses aplikasi menjadi efisien karena orang-orang tidak akan datang pada waktu yang bersamaan. Less antrian, less crowd. Based on personal experience pun, jangan lalai soal timing apply visa ini, terutama bulan-bulan tahun ajaran baru! Beri buffer timing seandainya proses visa molor.

Akomodasi

Sebagaimana yang saya bilang, berhubung sekarang saya ngetrip bareng suami dan nggak bisa berhostel-hostel ria lagi, akhirnya kami mulai pakai airbnb. Penjelasan singkat, airbnb ini memfasilitasi orang-orang yang punya kamar atau space kosong untuk disewakan. Ratenya suka-suka yang punya tapi tentu fasilitas yang ditawarkan pun nggak standar. Harus telaten dan rajin browsing. Namun demikian airbnb ini betul-betul melapangkan kami karena rate hotel budget, bahkan hostel mahalllll….. :’) Waktu cek di Agoda, Tune Hotel saja kisarannya sekitar 2 juta/malam. Ini contoh airbnb acommodation yang kami tempati di London, per-malamnya 73USD plus chargenya Airbnb. FYI, ini salah satu yang termurah dan aksesnya tidak terlalu jauh dari stasiun tube maupun kereta Marylebone.

airbnb-london

Oh iya, untuk Airbnb ini sebaiknya cek dulu ya lokasinya. Kalau hostel, biasanya memang lokasinya sudah dipikirkan untuk kemudahan akses para turis. Nah, kalau airbnb ini kan sebetulnya private property yang disewakan, jadi sebaiknya cek lagi apakah lokasinya strategis, aksesnya mudah, etc. 🙂

Transportasi

UntitledPengeluaran untuk transportasi tentu undeniably expensive. Untuk menghemat, biasanya saya selalu pakai trik andalah: merencanakan tujuan wisata dengan baik berdasarkan lokasi, jadi diusahakan pada satu hari bergerak dari satu tujuan ke tujuan lain tidak terlalu jauh, bahkan kalau bisa jalan kaki, hehehe 😀

Di London kami mostly naik tube sementara di Edinburgh dan York lebih banyak jalan kaki. Silakan cek Transport for London untuk lebih banyak informasi soal moda transportasi di sana.

Nah, untuk transportasi antar kota saya juga sarankan untuk direncanakan jauh-jauh hari. Kenapa? Karena harga tiket kereta maupun bus antar kota harganya jauh lebih murah jika dibeli jauh-jauh hari daripada mepet-mepet. Saya pernah lihat teman nge-Path harga tiket kereta yang ratusan pounds dan cuma tercengang. Kami mengandalkan Mega Bus dan Mega Train untuk perjalanan antar kota yang murah meriah 🙂 Dari London ke Salisbury kami naik kereta (sekitar satu setengah jam)  dengan tiket seharga 10 pounds saja per orang sekali jalan. Lebih ekstrim lagi, dari London ke Edinburgh kami naik bus (hampir 9 jam!) seharga 19 pounds saja per orang sekali jalan. Dari York ke London hanya 8 pounds.

The downside of using bus tentunya memakan waktu lebih lama dan lebih membosankan karena nggak bisa disambil baca atau main gadget (kalau saya sih pusing soalnya hehehe). Kereta tentu lebih menyenangkan tapi ya lebih mahal. Dari Edinburgh ke York kebetulan nggak ada rute Mega Bus, akhirnya kami naik kereta. Hasil memilih ongkos paling murah dan tentunya sudah dibooking jauh-jauh hari adalah 37.40 pounds per orang sekali jalan. Yah kira-kira 2x lipat bus lah ya 🙂

UntitledMakan & Minum

Tesco Express

CLICK IMAGE FOR IMAGE SOURCE!

Nah. Makan dan minum adalah salah satu hal yang bisa dihemat. Formulanya standar: kalau mau masak atau repot-repot sedikit menghangatkan di kompor pasti bakal lebih murah ketimbang beli jadi. Saya dan suami biasanya pergi ke supermarket seperti Tesco untuk beli makanan-makanan semacam pasta, pizza, sandwich, buah-buahan yang diskon. Jadi menunya: apapun yang diskon dan terlihat enak. :p Kadang ada coklat dan biskuit yang enak yang diskon dan bisa dibawa-bawa untuk ganjel kalau lapar. Namun kalau siang biasanya kami makan di luar, kan sudah hemat untuk malam dan sarapan 😉

Untuk minuman malah menurut saya nggak terlalu mahal, biasanya kurang dari 1 pound, jadi untuk minum kadang kami pilih untuk beli air mineral, heheh.

Jalan-jalan

DSC_0443

Sebagai pecinta museum dan galeri, saya dan suami bahagia banget karena baik di London maupun Edinburgh banyak museum dan galeri yang free admission (hint: WE LOVE BRITISH MUSEUM LIKE ABSOLUTELY BECAUSE THEY HAVE MUMMIES). Free admission bukan artinya membosankan, malah hampir selalu ada acara atau exhibition ‘keliling’ yang diupdate berkala. Landmarks di London pun khas sekali; Big Ben, River Thames, London Bridge, Tower Bridge, London Eye, jadi cukup foto dari jauh sudah ‘berasa’, hehehe. Belum lagi taman-taman yang enak untuk duduk-duduk dan selonjoran. Mungkin bisa dicek link ini untuk sightseeing gratisan di London, dan link ini untuk Edinburgh.

Untuk list tempat-tempat yang saya kunjungi di part 2 yaa… Soalnya udah panjang banget nih postingan ini :”)

Belanja

Well, perlu dicatat bahwa belanja di sini bukan belanja barang-barang buat diri sendiri ya, kan dari judulnya juga TIPS HEMAT! Hehehe. Belanja di sini maksudnya adalah belanja oleh-oleh atau souvenir ala Inggris. Yah, namanya juga orang Indonesia, biar makanan cari yang diskonan tapi belanja oleh-oleh nggak boleh terlewatkan. :p

Sekedar reminder dari saya, berhubung beberapa tahun belakangan pernak-pernik ala London menjamur dimana-mana, mulai dari ala “KEEP CALM and CARRY ON”, pattern Union Jack, sampai gambar-gambar Red Double Decker si icon transportasi London ataupun Red Telephone Box. Nah, sekedar saran, kalau untuk orang yang penting dan terdekat, pilih barang-barang di museum shops saja. Jangan sampai sudah mahal-mahal dan berat-berat dibawa tapi bisa dibeli di online shop di Instagram :p Choose wisely, is it worth the price and weight on your baggage?

Jadi dimana beli oleh-olehnya? Di London saya belanja oleh-oleh sekaligus koper di Chinatown, Soho. Sebagaimana belahan dunia yang lain, Chinatown identik dengan barang-barang buatan China dengan harga miring. Ingat peringatan saya di atas ya ;D Harganya berkisar 1-10 pounds untuk pernak-pernik seperti piring, gelas souvenir, coaster, dll. Kalau Anda wanita dan mau mencari oleh-oleh untuk teman wanita, saya sarankan untuk ke Primark saja karena banyak barang-barang lucu dan relatif murah seperti totebag, coin purse, luggage tag, kaos kaki, lip balm, giwang, sabun dengan harga 1-10 pounds juga. Untuk T-shirt pun saya lebih pilih beli di Primark dibandingkan Chinatown.  Desainnya better 😉 Saya sarankan ke Primark Oxford Street jadi bisa sekalian belanja juga, mengingat Oxford Street memang shopping area.

Untuk oleh-oleh dari Skotlandia saya beli waktu di Edinburgh, lebih tepatnya di Princes Street yang memang tourist & shopping street. Oh iya, personal tips, kalau Anda ingin oleh-oleh splurge misalnya untuk orang tua atau mertua, ada baiknya belanja di shopsnya Holyrood Palace karena menjual Royal Collection yang super cantik seperti tea-set, bath-set, etc. Jangan lupa perhatikan handling dan beratnya yaa 🙂

Untuk oleh-oleh berupa makanan kering atau camilan saya hampir selalu melakukan trik ini: belanja di supermarket saja 😛 Seperti yang sudah saya sebutkan, kadang dapat great deals diskon beberapa pounds. Lumayan kann?

Well, okay. Sepertinya sekian dulu untuk Part 1. Di Part 2 saya akan lebih cerita soal tempat-tempat wisata baik yang saya kunjungi, maupun yang I wish I could; baik yang gratis maupun yang berbayar 🙂 Oh iya, saya juga akan share bagaimana caranya mengunjungi Stonehenge! Ciao!

Jalur Pendakian Gunung Cikuray – Gelar Swiss van Java yang disandang oleh kota Garut memang sangat pantas, mengingat kondisi alam kota ini yang dikelilingi beberapa gunung sehingga mengadirkan kesejukan udara di kota Garut.
Baca Juga
Agen Bola Terpercaya

Keindahan gunung-gunung yang mengelilingi kota ini membuat banyak pendaki berbondong-bondong untuk menikmati sensasi pendakian gunung-gunung di Garut. Salah satu gunung yang ramai dikunjungi adalah gunung Cikuray dengan ketinggian 2821 mdpl. Gunung Cikuray berada di perbatasan desa Cikajang, Bayongbong, dan Dayeuh Manggung. Gunung tertinggi keempat di Jawa Barat ini berbentuk kerucut sempurna dengan puncak tertinggi di pucuk kerucutnya. Tak seperti gunung lainnya yang mengelilingi kota garut (baca juga pendakian Papandayan dan Guntur), gunung Cikuray tidak termasuk kedalam kategori gunung api aktif, sehingga tidak memiliki kawah.

Gerbang desa untuk memulai perjalanan
Perjalanan melalui pesawahan dan perkebunan penduduk
Kali ini penulis akan memberikan informasi seputar pendakian gunung Cikuray lewat jalur perkebunan teh di desa Dayeuh Manggung. Titik awal perjalanannya berada di kecamatan Cilawu, tak jauh dari perbatasan Tasikmalaya. Kawan-kawan dapat memulainya dengan turun dari kendaraan umum di daerah patrol, di pinggir jalan raya dapat ditemukan petunjuk jalur pendakian menuju puncak Cikuray. Perjalanan pendakian gunung cikuray dimulai dengan hiking di sekitar desa penduduk, kemudian berlanjut ke pesawahan dan perkebunan sayuran, sebelum akhirnya menemukan perkebunan teh yang sangat luas. Hiking menelusuri perkebunan teh yang luas memberikan sensasi tersendiri, keindahan kota Garut mulai terlihat di belakang, dan puncak tertinggi gunung Cikuray mulai nampak di kejauhan.
Pemandangan perkebunan teh mengiring langkah kaki pendaki
Puncak Gunung Cikuray mulai terlihat di kejauhan
Perjalanan pendakian kemudian dilanjutkan menuju relay stasiun televisi, di sekitar sana akan ditemukan sumber mata air terakhir yang dapat kawan-kawan gunakan untuk mengisi perbekalan air untuk perjalanan menuju puncak gunung Cikuray. Biasanya kami camping dulu disekitar sini untuk memulihkan energi dan mempersiapkan berbagai perbekalan terutama air, karena perjalanan dari sini menuju puncak Cikuray akan sangat berat dengan medan menanjak yang lumayan panjang. Namun banyak juga yang langsung berjalan menuju puncak Gunung Cikuray tanpa camp dulu di sekitar relay.
Suasana pagi camp pertama di sekitar relay
Tanjakan pertama sebelum memasuki gerbang hutan
Tanjakan terjal dengan pepohonan lebat di sekitar jalur
Esok harinya perjalanan menuju puncak gunung Cikuray dimulai. Tanjakan pertama melewati perkebunan sayuran jadi rintangan pertama sebelum memasuki gerbang hutan. Selanjutnya tanjakan demi tanjakan terjal akan dilalui dengan beberapa shelter yang lumayan luas untuk beristirahat ataupun memasak makanan. Medan pendakian gunung ini didominasi oleh tanjakan-tanjakan terjal dengan hutan lebat di kiri kanannya. Setelah menaklukkan tanjakan-tanjakan terjal, kawan-kawan akan menemukan sebuah shelter yang lumayan luas di puncak bayangan. Setelah puncak bayangan ini, medan yang akan dilaluli saat pendakian menuju puncak gunung cikuray akan semakin terjal dengan tanjakan yang makin curam, berhati-hatilah saat melalui medan ini, karena banyak jurang-jurang di pinggiran jalur. Saat mendekati puncak, karakteristik pepohonan akan menjadi sedikit berbeda, pohon-pohon edelweiss mulai bermunculan, menandakan kita telah makin dekat ke puncak gunung Cikuray. Dan akhirnya setelah tanjakan batu terakhir, kawan-kawan akan menikmati puncak tertinggi gunung Cikuray. Di puncak terdapat bangunan yang seringkali dijadikan tempat bermalam oleh sebagian pendaki. Puncaknya tak begitu luas, namun pemandangan yang disajikan sungguh sangat memanjakan mata.
Puncak Cikuray ramai dikunjungi para pendaki
View yang indah mengelilingi puncak Cikuray
Sunset
Itulah tadi sedikit informasi dari penulis mengenai pendakian gunung Cikuray di Garut. Semoga bermanfaat untuk kawan-kawan semua yang akan melakukan pendakian ke gunung Cikuray.
Keindahan alam raya merupakan mahakarya Tuhan yang patut kita syukuri dengan melestarikan keberadaannya. Merusak gunung dan hutan yang indah merupakan hal buruk yang mencerminkan tidak dewasanya pribadi seorang pendaki. Bawa kembali sampah yang dihasilkan, jangan merusak hutan dan jagalah kelestarian tumbuhan-tumbuhan didalamnya, termasuk bunga edelweiss yang sangat langka. Mari bersama-sama menikmati keindahan alam tanpa merusaknya, Salam Lestari!

Jogja, merupakan salah satu kota di Indonesia yang memiliki keunikan tersendiri karena bentuk pemerintahannya yang berbentuk kesultanan. Selain itu, Jogja juga memiliki kekuatan dan ciri khas tersendiri dalam bidang pariwisata. Banyak sekali wisatawan dalam negeri maupun mancanegara yang mengunjugi kota Jogja ini. Banyak wisatawan yang suka dengan kota ini karena lingkungan yang sederhana, penuh budaya, dan orangnya yang ramah ramah. Selain wisata budaya pun, Jogja ini terkenal dengan wisata alam sekitarnya yang tidak ada habisnya, mulai dari gunung, pantai, gua, air terjun, danau, semuanya ada!

Baca Juga

GALAXY88
Taruhan Bola

Jogja ini memiliki letak geografis yang sangat strategis, berada di tengah Pulau Jawa, Jogja ini dapat dicapai menggunakan moda transportasi apapun. Namun, kali ini saya akan menjelaskan tips-tips liburan murah menggunakan gaya backpacker.Jogja, merupakan salah satu kota di Indonesia yang memiliki keunikan tersendiri karena bentuk pemerintahannya yang berbentuk kesultanan. Selain itu, Jogja juga memiliki kekuatan dan ciri khas tersendiri dalam bidang pariwisata. Banyak sekali wisatawan dalam negeri maupun mancanegara yang mengunjugi kota Jogja ini. Banyak wisatawan yang suka dengan kota ini karena lingkungan yang sederhana, penuh budaya, dan orangnya yang ramah ramah. Selain wisata budaya pun, Jogja ini terkenal dengan wisata alam sekitarnya yang tidak ada habisnya, mulai dari gunung, pantai, gua, air terjun, danau, semuanya ada!

Jogja ini memiliki letak geografis yang sangat strategis, berada di tengah Pulau Jawa, Jogja ini dapat dicapai menggunakan moda transportasi apapun. Namun, kali ini saya akan menjelaskan tips-tips liburan murah menggunakan gaya backpacker.

Transportasi ke Jogja

Banyak sekali transportasi yang bisa digunakan untuk menuju Jogja ini, karena letaknya yang strategis berada di tengah Pulau Jawa. Yang pertama adalah pesawat. Untuk kalian yang berada di luar pulau Jawa bisa langsung direct flight menuju Bandara Adisucipto Yogyakarta atau menuju Bandara International Juanda Surabaya dan lanjut menggunakan bis atau kereta menuju Jogja.

Yang kedua adalah menggunakan kereta. Banyak sekali kereta ekonomi yang menuju Stasiun Lempuyangan Jogja dari berbagai kota seperti Bandung, Jakarta, Surabaya dan Malang. Harga kereta ekonomi menuju Jogja dari Bandung adalah sekitar Rp 100.000 (dulu Rp 50.000 loh), dari kota lain pun harganya hampir sama. Tapi, tenang saja walaupun kereta ekonomi, sekarang gerbongnya sudah bagus dan ber AC, dan yang paling terpenting adalah satu nomor satu kursi 🙂

Yang ketiga adalah menggunakan bus. Untuk menggunakan bus ini, banyak bus dari berbagai kota besar maupun kecil yang menuju Terminal Giwangan Yogyakarta. Harga bus dari Bandung menuju Jogja adalah sekitar Rp 180.000 sampai Rp 250.000, tergantung negosisasi dan fasilitas busnya. Biasanya bus ini sudah include makan 1 kali.

Yang terakhir adalah roadtrip! saya pernah melakukan road trip ke Jogja 1 tahun lalu. Keuntungan road trip ini kita bisa berhenti kapanpun dan bisa mengunjungi wisata-wisata di perjalanan yang kita lewati. Modal untuk melakukan road trip ini kita perlu mempunyai kendaraan pribadi atau menyewa dari rental. Untuk ongkos bensin sendiri, bensin yang saya habiskan selama pulau-pergi ke Jogja adalah tidak lebih dari Rp 400.000, kalo 1 mobil 5 orang ga lebih dari Rp 100.000 per orang loh dan seru juga bisa mengunjungi berbagai tempat dan juga saat di Jogja mobilitas kita mudah mau kemana mana 🙂

Penginapan di Jogja

Jl. Sosrowijayan, pusat penginapan wisatawan di Jogja (Sumber)

Banyak sekali penginapan di Jogja, mulai dari kelas resort dan hotel yang mahal sampai yang murah pun banyak. Untuk para backpacker, biasanya banyak sekali penginapan-penginapan yang harganya dibawah Rp 200.000. Daerah pertama yang terdapat banyak penginapan murah yaitu di Jl. Sosrowijayan. Jalan ini terdapat di sebelah Jl. Malioboro, selain harganya yang murah, lokasi yang dekat dengan pusat keramaian menjadi daerah ini sering dijadikan wisatawan untuk menginap. Bahkan banyak homestay disini yang harganya dibawah Rp 100.000, tergantung negosiasi dan fasilitas yang disediakan juga.

Daerah kedua yaitu Jl. Prawirotaman. Daerah ini masih agak langka di telinga wisatawan Indonesia karena memang daerah ini lebih sering didatangi oleh wisatawan asing. Banyak penginapan-penginapan murah disini mulai dari Rp 100.000 per malam. Lokasi Jl. Prawirotaman ini lokasinya lebih dekat dengan Stasiun Lempuyangan dan daerahnya relatif lebih sepi daripada Jl. Sosrowijayan. Banyak bar dan resto-resto unik juga di sepanjang jalan ini.

Transportasi selama di Jogja

Rental Motor di Jogja (Sumber)

Sebagai backpacker, pasti banyak yang lebih memilih jalan sendiri ketimbang mengikuti paket tour untuk mengunjungi suatu tempat. Karena selain lebih murah, kita pun bisa kemana pun yang kita mau. Untuk berkeliling di sekitar Kota Jogja sebenarnya banyak pilihan yang bisa dipilih oleh para backpacker. Yang pertama adalah menggunakan angkutan umum, tapi saya tidak menyarankan menggunakan angkutan umum karena di Jogja masih jarang dan tidak fleksibel, kecuali kalo mau keliling sekitar kotanya aja ada Trans Jogja yang harganya cuma Rp 3.500 ke arah mana pun.

Yang kedua adalah menyewa motor atau mobil. Harga sewa motor di Jogja adalah sekitar Rp 50.000 per hari dan harga mobil adalah Rp 350.000, itu harga rata-rata loh ya tiap orang mungkin bakal dapet harga yang berbeda. Dengan menyewa motor atau mobil kita bisa kemana pun yang kita mau, selain itu lebih berhemat kalo para backpacker kesini dengan beberapa temannya ,jadi bisa sharing untuk bayar rental. Kalo 1-4 orang bisa menggunakan motor, kalo 4-8 orang bisa menggunakan mobil, pasti liburanmu di Jogja bakal lebih seru! 😀

Tempat Wisata di Jogja

Wisata Kalibiru di Kulon Progo Jogja (Sumber)
Untuk urusan tempat wisata ini, Jogja memiliki banyak sekali tempat wisata, mulai dari gunung sampai pantai pun ada. Namun karena lokasinya yang jauh dari pusat kota, maka kita dianjurkan untuk menyewa kendaraan agar bisa mencapai wisata-wisata di sekitaran Jogja ini. Jogja memiliki danau di Kalibiru Kulon Progo, memiliki gunung cantik di Gunung Ngglanggeran, memiliki gua yang keren di Gua Pindul, dan gugusan pantai di sepanjang Gunung Kidul. Untuk lebih lengkapnya kalian bisa buka situs Yogyes.com banyak terdapat list-list wisata di Jogja dan sekitarnya. Namun saya memiliki wisata-wisata favorit di Jogja yang mungkin bisa dijadikan patokan dan acuan untuk backpacker lainnya, bisa dibaca (disini).

Perlu persiapan yang tidak main-main untuk mendaki 7 puncak tertinggi Indonesia. Pendaki harus pintar menghitung biaya sampai mempersiapkan tim yang oke. Begini, tips-tipsnya.

Ericks Rachmat Swedia, adalah pendaki yang sukses mencapai 7 puncak tertinggi atau Seven Summit Indonesia. Ketujuh puncaknya yakni Gunung Bukit Raya (2.278 mdpl) di Kalimantan Tengah, Gunung Binaiya (3.207 mdpl) di Maluku, Gunung Latimojong (3.478 mdpl) di Sulawesi Selatan, Gunung Semeru (3.676 mdpl) di Jawa Timur, Gunung Rinjani (3.726 mdpl) di Lombok, Gunung Kerinci (3.805 mdpl) di Jambi dan Puncak Carstensz (4.884 mdpl) di Papua.

Baca Juga

IBOBET
Agen Bola Terpercaya

Ericks pun tak segan memberikan tips soal mendaki 7 puncak tertinggi di Indonesia. Tips yang baiknya benar-benar diperhatikan para pendaki, yang mungkin saja kamu mau mengikuti jejak Ericks ini.

Berikut 5 tips pendakian Seven Summit Indonesia:

1. Fisik

“Nomor satu itu persiapannya pasti fisik,” ujar Ericks.

Ericks menambahkan, tiap puncak gunung memiliki medan yang berbeda-beda. Apalagi menurutnya, puncak-puncak Gunung Binaya, Gunung Latimojong dan tentu saja Puncak Carstensz yang merupakan puncak tertinggi di Indonesia.

“Minimal joging tiga kali seminggu. Bisa juga latihan naik gunung-gunung lain dan menambah beban,” katanya.

2. Biaya

Butuh biaya yang tidak sedikit untuk mendaki puncak-puncak tertinggi di Indonesia. Ericks pun mengakui hal tersebut yang disebutkannya, kalau persiapan biaya sangatlah penting.

“Harus nabung sih, itu sudah pasti,” tegasnya.

Bagi Ericks, sebenarnya biaya yang cukup mahal adalah tiket pesawat. Dari Jakarta, dia harus terbang ke berbagai pulau seperti ke Jambi, Ambon sampai ke Papua.

“Kalau biaya-biaya lain seperti penginapan, transportasi atau makan masih bisa diakali. Masih bisa menginap di hotel murah, makan yang murah atau ngeteng naik kendaraan umum. Puncak yang paling mahal harganya, tentu Puncak Carstensz ya karena bisa sampai Rp 50 juta,” paparnya.

3. Siapkan tim

Mendaki gunung sendiri, terlalu berisiko untuk keselamatan. Apalagi, jika mendaki tujuh puncak gunung tertinggi di Indonesia. Maka dari itu, siapkan tim terbaik agar perjalanan aman dan nyaman.

“Kita pilih orang-orang yang mau diajak susah dan tentu saja enak diajak jalan, karena pendakian akan memakan waktu berhari-hari,” kata Ericks.

Ericks mengakui, keberhasilan perjalanan mendaki Seven Summit Indonesia selama ini adalah karena teman-temannya. Memang, beda gunung beda pula teman-temannya. Namun, karena mereka sudah saling kenal dan sama-sama punya pengalaman pendakian, pendakian Ericks pun berjalan lancar.

“Ketika sudah saling mengenal, kita tahu bagimana kondisi si As, si B. Pendakiannya jadi lebih enak,” ujarnya.

4. Cari kenalan

Ada banyak manfaat dari berkenalan sesama pendaki gunung, baik dari wilayah yang berbeda-beda. Bukan cuma untuk saling bertukar pengalaman, tetapi juga dapat saling membantu ketika sedang pendakian.

“Kenalan itu penting banget. Saya saja mau ke Latimojong, waktu itu dapat kenalan dari teman-teman di Makassar. Ngobrol-ngobrol, mereka bisa bantu. Ke Binaiya juga begitu, dibantu sama kenalan dari Universitas Kristen Indonesia Maluku,” kenang Ericks.

Oleh karena itu, banyak-banyaklah kamu berkenalan dengan pendaki lain. Baik ketika saat sedang berada di gunung, atau ikut komunitas-komunitas. Begitu indahnya, saling membantu sesama pendaki.

5. Pengetahuan mendaki gunung

Fisik oke, biaya sudah rinci dan tim sudah siap, tapi itu ternyata belum cukup untuk jadi modal mendaki Seven Summit Indonesia. Menurut Ericks, persiapan terakhir yang tak kalah penting adalah pengetahuan mendaki gunung.

“Soal manajemen perjalanan, itu sih yang paling penting. Kita harus tahu berapa lama pendakian, medannya bagaimana dan anggota tim siapa yang kuat dan tidak kuat. Dari situ, kita tahu harus butuh berapa logistik, bagaimana mempersiapkan fisik dan lainnya,” ungkap Ericks yang sehari-hari bekerja sebagai dosen di salah satu universitas di Depok ini.

Ericks memberikan contoh, ketika dia bersama teman-temannya mendaki Gunung Biniya. Ketika perjalanan turun, mereka kehabisan air karena mencoba lewat melewati jalur Desa Piliana. Bahkan, mereka juga tidak menemukan trek pendakian!

“Wah itu kita benar-benar kehabisan air dan jalur pendakiannya nggak ketemu. Jadi, satu orang harus survei dulu jalan ke depan untuk mengecek dan memberitahu. Kita juga harus terus berjalan demi mencapat sumber air,” kenangnya.