everest, persiapan menuju everest, pendakian everest,
 Sepanjang perjalanan menuju Everest, gak seluruhnya bersalju

Tepatnya akhir Maret 2014, suami saya pergi ke Everest bersama seorang temannya. Gak sampe puncak, sih. Cukup mendekati basecamp, saja. Tapi, segitupun udah tinggi, sekitar 5300 meteran. Dan, (buat saya) juga cukup lama perginya. Sekitar 2 minggu lebih. Kalau sampe puncak, trus kapan suami saya pulang? Dia kan harus ngantor Hehehe. Berikut, berdasarkan hasil wawancara suami *sama suami aja pake wawancara hihihi* ada 14 persiapan menuju Everet yang suami lakukan.

Baca Juga

Prediksi Singapore
Agen Togel Online

1. Tiket Pesawat Jakarta – Kathmandu pp

Pasti lah, ya. Abis mau naik apa lagi. Kapal laut mah kayaknya bakal lama aja, tuh hehehe. Suami dan temannya naik Air Asia. Beli tikep PP, Jakarta-Kathmandu. Transit di Malaysia. Waktu itu masih ada tiket murah. Kalau sekarang masih ada gak, ya? *hmmm…*

2. Mengurus Surat Izin Pendakian

Berdasarkan rencana, suami sampai di Nepal hari Jum’at malam. Sedangkan, hari Sabtu kantor pemerintahan libur. Jadi, suami minta tolong travel agen di sana untuk mengurus surat izin pendakian sekaligus urusan tiket pesawat menuju Lukla. Komunikasi dengan travel agen melalu email. Biaya untuk mengurus surat izin, sekitar $10-20 *lupa pastinya berapa*

3. Tiket Pesawat Menuju Lukla

Bisa, sih pake transportasi lain tapi perjalanannya lebih lama. Nanti, saya akan tulis di postingan lain tentang bandara di Lukla.

4. Jaket

everest, persiapan menuju everest, pendakian everest,

Suami bawa 5 jaket tebal, tapi yang 1 ketinggalan di taxi pas menuju Bandara. Jaketnya bisa balik, sih. Karena 1 ketinggalan, jadi yang dibawa cuma 4 jaket.

5. Outfit lainnya

Bawa pakaian yang nyaman. Bawa juga long john. Celana juga jangan pake jeans, tapi celana bahan buat trekking. Sarung tangan yang tebal, kaos kaki tebal, sarung, dan lainnya. Sepatu juga pakai yang buat trekking. *Buat yang perempuan, jangan pake sepatu high heels di sana, ya :p* Setau saya, gak banyak pakaian yang dibawa suami untuk perjalanan lebih dari 2 minggu. Karena di sana, kan, dingin. Jadi, gak keringetan, katanya 😀

6. Duffle Bag

everest, persiapan menuju everest, pendakian everest,
Tas, jaket, dan segala perlengkapannya komplit, Kakaaak! Dibeli … dibeli …! 😀

Suami membawa 1 duffle bag berukuran besar. Naik gunung, kok, bawa duffle bag? Eits, jangan salah, yang bawa koper aja ada hehehe. Suami memang sudah berniat beli ransel berukuran besar di sana. Banyak, kok, yang jual ransel di sana. Dari yang mulai barang baru sampe bekas. Ketika mulai pendakian, duffle bag gak dibawa. Tapi dititip ke hotel di Kathmandu yang bakal dipake menginap sebelum pulang ke Jakarta.

7. Tas Pinggang Kecil

Untuk menyimpan surat, dokumen, atau barang berharga lainnya. Obat-obatan pribadi juga sebaiknya masukin ke tas pinggang kecil.

8. Botol Minum

Suami bawa botol minum berukuran kecil. Merk Nalgene

Iihh, pake disebut merknya! Iya, gak apa-apa, soalnya kami jualan botol merk ituuuh *modus* :p

9. Trekking Pole (Walking Stick)

Beli di sana juga. Walking stick ini, katanya membantu buat jalan.

10. Sleeping bag

Suami sebetulnya udah bawa sleeping bag dari rumah, tapi kurang bisa menahan dingin. Beli lagi, deh, di sana.  Jadi, untuk yang bawa sleeping bag dari rumah, pastikan yang khusus untuk tempat dingin bersalju seperti di Nepal, ya.

11. Kacamata Hitam

Biar gak silau. Terutama di tempat yang dimana-mana salju.

12. Smartphone dan laptop

Ini mau trekking apa mau ke mall? Kok, masih bawa gadget? Hehehe. Laptop diperlukan suami apabila lagi ada di hotel, kali aja ada kerjaan yang bisa dikerjakan saat di sana *liburan tetep mikir kerja hihihi*

Smartphone juga masih berguna untuk saling kontak. Sampe di ketinggian tertentu kami masih bisa saling kontak. Ya, gak setiap saat, sih. Karena dia kan setiap hari harus terus berjalan. Irit-irit battere juga. Tapi, lumayan banget bisa menjawab rasa kangen ketika saling kontak *tsaaahh! :p*

Trus, di sekitar hari ke-4 apa ke-5 gitu, deh, baru hilang kontak sama sekali. Selama lebih kurang 1 minggu. Sempet bingung dan sedih banget karena gak nyangka bakal saling gak kontakan selama 1 mingguan. Ternyata, memang selama semingguan itu gak ada sinyal sama sekali.

13. Trangia

everest, persiapan menuju everest, pendakian everest,Ngopi-ngopi dulu? 🙂

Sempet bawa trangia dari rumah, tapi gak kepake sama sekali. Makannya di penginapan, katanya. Di setiap tempat yang dikunjungi banyak penginapan. Baik itu hostel maupun rumah penduduk.

14. Dompet

Iya, lah. Ini, sih, wajib dibawa. Dengan catatan ada isinya (baca: uang)

Itulah 14 barang yang yang disiapkan suami ketika menuju Everest. Nanti, kalau ada lagi saya tambahin. Suami lagi di kantor. Jadi, wawancara terputus sesaat. Di postingan berikutnya, semoga saya juga bisa menceritakan pengalaman suami selama di sana, ya 🙂

Selain 14 persiapan tadi, tentu aja kondisi fisik harus dijaga. Gak enak, kan, jalan-jalan dengan kondisi fisik yang gak fit. Apalagi jalan-jalan seperti ini membutuhkan banyak tenaga. Perlengkapan pribadi juga jangan sampe lupa. Termasuk, cream untuk kulit untuk mencegah iritasi. Walopun di sana dingin, tapi pulang dari sana suami makin hitam aja kulitnya hahaha.

Sumber Asli : http://www.jalanjalankenai.com

Gunung Semeru sering disebut sebagai gunung-nya para Dewa sekaligus atap tertinggi di Jawa. Kemasyhuran gunung ini sudah sampai ke penjuru negeri, bahkan ke luar negeri. Soe Hok Gie, seorang aktivis 66 pun mendaki gunung ini meskipun ia meninggal pula di gunung itu. Memang, Gunung Semeru adalah gunung yang cukup sulit medannya dan bertabur cerita mistis.

Baca Juga

Capsa Susun
Agen BandarQ
Agen Sakong

Kali ini kami bakal mengangkat kisah mistis dalam pendakian Gunung Semeru oleh salah satu pendaki Semeru yang bisa melihat ‘makhluk astral’. Kita panggil narasumber kita dengan panggilan, ‘Sekar’ ya. Yuk cekidot!

Sebuah jembatan kecil di awal pendakian terlihat biasa saja. Tapi sebenarnya ada sesosok perempuan di sana!

Awal pendakian di Semeru memang relatif mudah dan landai. Cocok untuk pemanasan sebelum perjalanan berat ke puncak. Di awal pendakian ini trek relatif landai dan teduh. Saking teduhnya trek ini terkesan singup atau angker. Suasana mistis terbangun karena rute ini cukup terhalang dari sinar matahari terik. Alhasil, kelembaban yang tinggi bikin banyak makhluk astral berada di sana. Salah satunya sesosok perempuan yang berdiri di jembatan kayu kecil Watu Rejeng. Sekar bertemu dengan sosok ini ketika sore hari jelang senja. Duh, hati-hati kalau sendiri.

Ranu Kumbolo akan mengawali petualangan seram di Semeru. Beberapa ‘permen’ sugus akan menunggui tendamu

Legenda Ranu Kumbolo memang cukup bikin bergidik. Tentu banyak cerita yang mengatakan sosok penunggu di danau berketinggian 2.400 mdpl tersebut. Mayoritas mengatakan tentang dewi penjaga Ranu Kumbolo yang sering menghantui para pendaki. Tapi ada juga sosok mengerikan yang menemui rombongan Sekar. Dia melihat 3 permen sugus, alias pocong yang terbang di samping tenda mereka. Gila men, 3 pocong! Untungnya pendaki yang lain sudah tidur semua. Wah serem banget deh!
Kalimati sampai ke Puncak jauh lebih menyeramkan, Gaes… Penasaran?

Dilihat namanya saja, Kalimati sudah seram, apalagi ada Mbak-mbak yang nimbrung dalam tendamu

Sebagai basecamp yang jadi batas larangan pendakian, Kalimati sering dibanjiri pendaki yang nekat ingin menuju puncak Mahameru. Banyak sekali pendaki memulai perjalanan ke puncak Mahameru tepat pada tengah malam di kala hawa dingin menusuk tulang. Istilah Kalimati sendiri berasal dari sungai yang sudah mati di kawasan itu. Kawasan Kalimati ini juga merupakan zona yang angker. Jelang tengah malam, Sekar melihat sesosok setan perempuan berwajah menyeramkan dan bertangan panjang masuk ke salah satu tenda pendaki. Ia berada di tenda sekian lama, sampai mereka berangkat ke puncak Mahameru. Untung hanya Sekar yang lihat, kalau semuanya bisa pingsan mereka.

Hutan di sekeliling Kalimati memang cukup menyeramkan. Salah satu teman Sekar, juga hampir disesatkan oleh makhluk ghaib di Kalimati. Sewaktu mengambil air di Sumber Mani, ada kejadian ganjil. Ia serasa melihat temannya masuk makin dalam ke hutan, setelah diikuti ternyata tidak ada orang sama sekali. Selagi ia sadar, ia langsung lari kembali ke tenda. Temannya ternyata sudah sampai di tenda. Duh, serem kan?

Arcopodo dan prasasti para pendaki yang gugur di gunung ini. Rasa seram terasa kala kamu melewati titik ini

Di jalur Arcopodo memang dikenal punya sejarah yang cukup horor. Konon ada yang melihat arca kembar berada tak jauh dari jalur Arcopodo. Namun, jarang sekali pendaki bisa melihat arca yang legendaris itu. Hanya sebagian orang yang bisa melihatnya, itupun berbeda-beda bentuknya.

Lupakan soal arca, tentu kamu ingat kan di sekitar Arcopodo banyak terdapat prasasti atau plat besi peringatan atas kematian pendaki di Gunung Semeru. Banyak sekali. Setelah melewati trek tersebut, Sekar merasa ada suara ghaib dari tengah hutan yang tiba-tiba meneriakinya, “TURUN!” ketika ia melintasi trek tersebut tengah malam jelang summit.

Puncak Mahameru memang pusatnya makhluk astral, banyak sekali yang berkumpul di sana layaknya pasar

Sepanjang perjalanan dari batas vegetasi menuju puncak Mahameru, trek berpasir campur batu memang sangat menyusahkan. Butuh kerja keras dan semangat ekstra untuk mencumbu puncaknya. Tak hanya itu, pendakian di tengah gelapnya malam jadi uji nyali tersendiri. Apalagi, udara makin menipis dan konsentrasi kian menurun. Tentu fisik yang selemah ini rentan diganggu makhluk astral. Dan benar, sepanjang perjalanan sampai puncak, ada satu makhluk aneh berwujud anak kecil yang mengerikan. Ehm, kalau kamu tahu tokoh Smeagol di Film Lord of The Rings, ya mungkin mirip seperti itu. Setidaknya begitu menurut penjelasan Sekar setelah dia turun. Di puncak berisi banyak sekali makhluk aneh itu, mirip semacam pasar. Pasar setan barangkali.

Salah satu makhluk itu bahkan ikut turun bersama rombongan Sekar. Ia menggelantung dalam gendongan keril salah satu pendaki. Si pendaki yang digendongin makhluk aneh itu memang merasa pikirannya kosong dan emosinya labil. Jadi memang orang-orang seperti itu yang diikuti makhluk astral semacam itu.

Kepulangan Sekar diwarnai dengan pertemuan dengan arwah pendaki yang meninggal di Rinjani beberapa tahun silam pendaki yang meninggal di semeru

Lelahnya mendaki Semeru begitu dirasakan Sekar yang terhitung cukup jarang mendaki gunung tinggi. Badan yang kian lunglai membuatnya semakin tidak fokus. Dan ada kejadian yang paling dia takuti terjadi. Ya, dia bertemu dengan sosok arwah pendaki yang meninggal di Blank 75 Semeru beberapa tahun yang lalu. Sosok itu berdiri tepat di pinggir jalur pendakian dan menatap Sekar tanpa ekspresi.

Oh iya, sebagai informasi, pendaki yang meninggal ini adalah teman sekampus Sekar waktu kuliah di Jogja. Wajar kalau Sekar kenal orang ini. Dan, dengan begitu mengagetkan sosok ini muncul di hadapan Sekar tanpa ampun. Dia hanya bisa berpaling dan lari secepatnya. Bayangkan kalau kamu bertemu dengan sosok yang sudah meninggal dengan suasana gunung yang sepi. Hiii, seram abis!

Gunung Semeru memang menyimpan banyak kisah mistis. Pengalaman Sekar saat mendaki gunung ini menjadi kisah yang cukup menyeramkan bagi Sekar dan rombongan pendaki yang bersamanya. Banyaknya setan dan gangguan yang ia rasakan sungguh membuat ia sempat takut mendaki gunung. Tapi kuncinya setiap pendaki harus senantiasa mendekatkan diri kepada Tuhan Yang Maha Kuasa.

Selamat mendaki Mahameru ya, Pendaki! bacabagikan ya…

Menurut perhitungan, Gunung Lawu merupakan gunung tertinggi nomor 6 di Pulau Jawa. Tinggi gunung ini yakni 3.265 mdpl.

Menurut orang-orang, Gunung Lawu termasuk salah satu gunung paling mistis di Indonesia. Memang, pada waktu-waktu tertentu gunung ini akan banyak dikunjungi oleh beberapa pendaki dengan keperluan tertentu yang berkaitan dengan klenik atau semacamnya.

Baca Juga

Agen Bola Terbesar
Agen Casino
Bandar Bola

Namun, untuk kita yang ingin mendaki dengan tujuan mendekatkan diri dengan alam dan menikmati keindahannya, semua cerita mistis itu hanya angin lalu. Tak peduli apa, kalau hasrat mendaki sudah di ubun-ubun, rasanya tak ada yang bisa menghalangi.

Gunung Lawu memang misterius, dingin sekaligus menakjubkan. Entah sudah berapa banyak cerita yang tertulis dengan latar belakang gunung ini. Kalau kamu belum tahu banyak tentang Gunung Lawu, beberapa poin berikut ini mungkin akan memberikanmu tambahan wawasan.

1. Lokasinya berada di perbatasan dua provinsi

cemoro kandang

Cemoro Kandang Gunung Lawu

Gunung Lawu merupakan salah satu gunung di Indonesia yang lokasinya berada di antara dua provinsi, yakni provinsi Jawa Tengah dan Jawa Timur. Di lereng gunung ini terdapat jalan raya yang menghubungkan kedua provinsi tersebut. Di wilayah Jawa Timur, gunung ini berada di Kecamatan Plaosan, Kabupaten Magetan sedangkan di wilayah Jawa Tengah gunung ini berada di Kecamatan Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar.

Dua jalur pendakian resmi gunung ini terdapat di kedua kabupaten tersebut. Keduanya hanya berjarak beberapa puluh atau ratus meter saja. Di sepanjang jalan yang menghubungkan Kecamatan Plaosan dan Kecamatan Tawangmangu terdapat banyak spot menarik untuk menikmati suasana dan pemandangan alam di sekitar Gunung Lawu.

2. Punya dua jalur pendakian resmi

Foto: http://manusialembah.blogspot.co.id/2015/02/perjalanan-puncak-lawu-3265-mdpl.html

Gunung Lawu punya dua jalur pendakian resmi yakni Cemoro Kandang dan Cemoro Sewu. Kedua jalur pendakian tersebut hanya berjarak beberapa puluh atau ratus meter saja, tak terlalu jauh. Meski begitu, keduanya berada di provinsi yang berbeda. Cemoro Kandang berada di provinsi Jawa Tengah sedangkan Cemoro Sewu berada di provinsi Jawa Timur. Kedua tempat ini juga merupakan kawasan wisata. Banyak warung-warung yang berjejer di sepanjang jalan dari Cemoro Kadang hingga Cemoro Sewu.

Selain dua jalur tersebut, sebenarnya masih ada beberapa jalur lain (termasuk Cetho), namun belum tercatat sebagai jalur resmi. Dalam artian, belum ada otoritas terkait yang bertanggung jika ada sesuatu yang mungkin terjadi.

 

3. Terkenal dengan udaranya yang dingin

Foto: http://akbar-irma.blogspot.co.id/2013/02/hi-lawu-hi.html

Gunung Lawu juga sangat terkenal dengan udaranya yang dingin. Lebih dingin dari gunung-gunung lain yang ada di Pulau Jawa. Memang jarang mencapai angka minus, namun pada waktu-waktu tertentu pada musim kemarau udara di Gunung Lawu bisa mendekati 0 derajat Celcius. Dinginnya udara di Gunung Lawu bahkan sudah amat terasa saat kita berada di Cemoro Kandang dan Cemoro Sewu.

4. Warung tertinggi di Pulau Jawa ada di sini

Foto: https://akuntomountain.wordpress.com/2012/07/11/901/

Urusan logistik bukanlah masalah yang terlalu berarti di Gunung Lawu karna di beberapa titik di sepanjang jalur pendakian (via Cemoro Sewu) terdapat bangunan-bangunan semi permanen yang digunakan sebagai warung oleh penduduk lokal. Salah satu warung paling terkenal di Gunung Lawu adalah Warung Mbok Yem.

Warung Mbok Yem ini sangat legendaris dan begitu terkenal di kalangan pendaki. Warung ini berada di sekitar Pos V jalur Cemoro Sewu. Jika dilihat dari lokasinya yang berada di atas ketinggian lebih dari 3.000 mdpl, bisa dipastikan bahwa warung ini merupakan warung tertinggi yang ada di Pulau Jawa, mungkin juga Indonesia. Mbok Yem sendiri merupakan orang asli Magetan. Dia sudah tinggal dan berjualan di warungnya selama lebih dari 25 tahun. Meski begitu, Mbok Yem ini sebenarnya punya rumah yang cukup bagus di kampungnya.

Warung Mbok Yem sendiri tak hanya menyediakan berbagai jenis menu makanan dan minuman. Di sana juga tersedia semacam pondok sederhana yang bisa digunakan para pendaki untuk bermalam tanpa membayar ongkos sewa. Ongkosnya adalah dengan membeli makanan di Warung Mbok Yem.

 

5. Kurang cocok untuk pemula

20160403_091132a

Dengan tinggi yang mencapai angka 3.265 mdpl, Gunung Lawu tentu cenderung kurang cocok untuk para pendaki pemula. Terlebih lagi, track pendakian gunung ini memang tidak ramah di kaki. Di jalur Cemoro Sewu, track pendakian didominasi oleh bebatuan yang membuat langkah terasa kurang nyaman. Pemandangan di sepanjang jalur pendakian juga biasa-biasa saja. Kecuali setelah kita sampai di Pos IV, pemandangannya baru terlihat keren.

 

6. Ada beberapa sumber air di jalur Cemoro Sewu

Foto: http://manusialembah.blogspot.co.id/2015/02/perjalanan-puncak-lawu-3265-mdpl.html

Mbok Yem berani tinggal dan membuka warung di dekat puncak Gunung Lawu karna tak jauh dari warungnya terdapat sebuah sumber mata air. Jarak sumber mata air ini hanya beberapa puluh atau ratus meter dari puncak Hargo Dumilah. Selain yang berada di dekat puncak, ada juga sumber air berupa sendang yang berada beberapa meter dari Pos Bayangan 3 (Sebelum Pos I, Jalur Cemoro Sewu). Bau dupa begitu menyengat di dekat sendang ini.

7. Punya beberapa mitos

Foto: http://bocahpetualang.com/mendaki-gunung-lawu-yang-penuh-aroma-mistis.html

Tak jauh beda dengan beberapa gunung lain di Indonesia. Gunung Lawu juga tak jauh-jauh dari mitos. Salah satu mitos tersebut adalah terkait Ratu Kidul si penguasa Pantai Selatan. Di base camp Cemoro Kandang terdapat sebuah anjuran bahwa pendaki sebaiknya tidak mengenakan pakaian berwarna hijau pupus karna konon, Ratu Kidul menyukai warna ini sehingga ia mungkin akan “menculik” pendaki yang mengenakan pakaian berwarna hijau pupus. Mitos ini juga berlaku saat kita berkunjung ke Pantai Parangtritis di Jogja.

Mitos lain yang dipercaya oleh warga lokal adalah terkait hilangnya pendaki. Konon, jika di Gunung Lawu terjadi hujan selama berhari-hari tanpa bertenti, itu tandanya sedang ada pendaki yang hilang.

 

8. Puncak tertingginya bernama Hargo Humilah

Puncak Hargo Dumilah

Puncak Hargo Dumilah

Gunung Lawu punya tiga puncak yakni Hargo Dalem, Hargo Dumiling dan Hargo Dumilah. Dari ketiganya, Hargo Dumilah adalah puncak yang paling tinggi. Di puncak ini terdapat sebuah tugu sebagia penanda. Untuk menuju puncak ini kita harus menaiki sebuah bukit yang cukup curam. Butuh tenaga ekstra untuk sampai ke puncak ini.

 

9. Punya telaga di dekat puncak

Foto: http://www.himalaya-adventure.org/2016/02/rute-pendakian-gunung-lawu.html

Saat berada di Puncak Hargo Dumilah, berjalanlah menuju sebuah tebing yang berada di sebelah barat lalu arahkan pandang ke kiri. Terdapat sebuah kubangan air yang tidak terlalu dalam. Kubangan air tersebut dikenal dengan Telaga Kuning.

10. Bunga adelweis? Ada

bunga edelweis

Kalau kamu termasuk orang yang mendaki untuk mencari keindahan alam, Gunung Lawu merupakan tempat yang tepat. Pemandangan di sekitar puncak terlihat begitu indah berupa padang rumput serta bunga edelweis. Jika ingin menikmati pemandangan bunga edelweis, mendakilah pada bulan Juli – Agustus yang biasanya merupakan musik edelweis. Jika kamu mendaki pada bulan-bulan tersebut besar kemungkinan untuk bisa menikmati keindahan bunga edelweis dengan maksimal. Tapi plis, tolong JANGAN DIPETIK!!

 

11. Jalur Cetho merupakan jalur terpanjang

Foto: http://ryancrb.blogspot.co.id/2015/08/semerunya-jawa-tengah-jalur-lawu-via.html

Selain Cemoro Kandang dan Cemoro Sewu, ada satu jalur lagi yang juga cukup terkenal. Yakni jalur Candi Cetho. Jalur ini merupakan jalur terpanjang dan paling melelahkan. Butuh waktu minimal 10 jam dari titik awal pendakian sebelum sampai ke puncak. Namun, jalur ini memiliki banyak pemandangan indah. Ada sebuah spot yang suasananya mirip-mirip dengan Tanjakan Cinta di Gunung Semeru, minus Ranu Kumbolo.

 

12. Di lereng sebelah barat terdapat dua candi peninggalan Kerajaan Majapahit

Candi Cetho

Jika kamu berasal dari luar kota, sisakanlah barang sehari untuk menikmati keindahan lain di sekitar Gunung Lawu. Gunung Lawu punya beberapa tempat menarik yang terlalu sayang kalau dilewatkan begitu saja.

Di sisi lereng sebelah barat gunung ini kita akan menemukan dua candi Hindu yang merupakan peninggalan Kerajaan Majapahit yakni Candi Cetho dan Candi Sukuh. Kedua candi ini berjarak sekitar 4 km. Kerajaan Majapahit sendiri sejatinya berpusat di Jawa Timur. Namun, entah kenapa, pihak kerajaan memutuskan untuk membangun dua buah candi yang notabene berada di Jawa Tengah. Kedua candi tersebut dibangun pada masa akhir kejayaan Kerajaan Majapahit.

Indonesia memang terkenal dengan barisan pegunungan yang akan membuat kita berdecak kagum. Sejumlah gunung pun menjadi tantangan lebih bagi para pendaki untuk ditaklukkan. Namun, seperti yang kita pahami, bahwa lokasi-lokasi alam memang menjadi tempat-tempat ‘hidup’ makhluk-makhluk astral.

Baca Juga

Agen Bola
Bandar Bola
Agen Bola Terbesar

Kamu bisa percaya atau tidak, tapi memang hal-hal seperti ini selalu dipercaya pendaki dan penduduk sekitarnya. Nah, sebagai buktinya, IDNtimes punya 10 gunung, yang katanya, paling angker di Indonesia.

1. Gunung Salak

salak-sidomi-10b6ed78631f1284d327b8ee6d1c8717.jpg

Berada di rangkaian kawasan Kabupaten Sukabumi dan Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Gunung Salak punya banyak kisah mistik yang masih belum terpecahkan. Namun, di sana juga terdapat sejumlah makam dan tercatat beberapa kecelakaan. Salah satu cerita mistis tentang Gunung Salak adalah ketika pada 2007, 13 orang pemuda pecinta alam memutuskan untuk mendaki gunung dengan ketinggian 2.211 meter ini.

Saat tengah mendaki, salah satu pemuda itu melihat sosok hitam yang melambaikan tangan ke dia. Dirinya langsung bertanya pada teman yang berada di dekatnya apakah melihat hal serupa. Temannya hanya berkata tidak dan memintanya untuk membiarkan sosok itu. Jelang malam, cuaca yang tidak mendukung akhirnya membuat mereka membangun kemah lebih awal.

Ketika berhasil membangun tenda, pemuda yang melihat sosok hitam tadi tidak dapat tidur karena ada perasaan yang tidak nyaman. Dia pun akhirnya terjaga dan memutuskan untuk keluar tenda. Tak disangka di luar tenda sudah ada sejumlah ‘pasukan’ berseragam tentara berwajah pucat mengeliling tenda mereka. Dalam kondisi ketakutan, dia tidak bisa berbuat apa-apa, terlebih ketika seekor macan menatapnya dengan mata bersinar di antara barisan tentara itu.

Namun, tak lama kemudian terdengar suara lantunan ayat-ayat doa dari bukit di atas mereka. Suara tersebut berasal dari seorang wanita. Meski begitu dia tidak melihat wanita itu. Dia pun pelan-pelan mampu masuk ke dalam tendanya lagi dan terlelap berkat lantunan doa yang juga mengusir ‘pasukan’ tersebut.

2. Gunung Sumbing

sumbing-beatifulindonesia-d67bded45edcf003faf278c39f813234.jpg

Dengan ketinggian 3.371 meter, Gunung Sumbing ada di antara tiga kabupaten, yakni Magelang, Temanggung dan Wonosobo. Seperti gunung-gunung lainnya, memang terdapat sejumlah pantangan yang harus ditaati pendaki. Salah satunya adalah tidak boleh naik gunung dalam jumlah ganjil.

Namun, kumpulan mahasiswa pecinta alam ini tidak menggubris dan berangkat bersebelas orang. Saat mereka mau mendaki gunung, baru seperempat jalan, personil mereka bertambah satu orang. Pendaki wanita yang punya indera keenam menyadari hal itu, meski begitu dia tidak menggubris dan tetap melanjutkan perjalanan.

Sampai di puncak, anggota ke-12 itu sudah hilang. Mereka pun beristirahat bersama, tapi penampakan tak mengenakkan mengusik mereka. Pocong muncul di antara mereka ketika sedang duduk mengelilingi api unggun. Empat orang menyadari kehadiran makhluk tersebut, termasuk pendaki yang punya indera keenam. Dia pun secara sengaja mengajak teman-temannya untuk berdoa, dengan alasan mengucap rasa syukur sudah bisa sampai.

Selesai berdoa, pocong tersebut hilang. Akhirnya mereka beristirahat sebelum turun keesokan harinya. Kejadian mistis kembali mereka alami ketika turun. Sesosok pocong mengikuti dan mengawasi mereka. Tanpa digubris, tiba-tiba pendaki yang memiliki indera keenam itu melihat sebuah pintu besar dekat lereng gunung dekat posko istirahat mereka. Pintu tersebut sangat tinggi dan indah. Terdapat penjaga dan sesosok wanita yang memanggil-manggil pendaki itu. Panggilan itu terdengar oleh ke-11 pendaki tersebut. Mereka langsung bergegas berjalan dan menuruni gunung.

3. Gunung Gede

gede-senapatiisus-blog-e157e93054ae1d55353b2f57b08063bb.JPG

Gunung Gede berada dalam kawasan Taman Nasional Gede Pangrango, tepatnya di antara tiga kabupaten, yakni Bogor, Cianjur dan Sukabumi. Dengan ketinggian 2.958 meter, gunung satu ini juga meninggalkan kisah mistis. Salah satunya tentang penunggu Gunung Gede yang merasuki tubuh salah satu pendaki.

Siang itu sekumpulan pendaki remaja menaiki gunung tersebut bersama beberapa pemandu. Hal tersebut dilakukan demi keamanan. Menjelang sampai ke puncak, rombongan tersebut beristirahat. Namun, salah satu pendaki melakukan tindakan yang tidak sopan. Dirinya buang air kecil sembarangan tanpa permisi terlebih dahulu. Setelah kencing sembarangan, pandangannya langsung kabur.

Dia langsung melihat sesosok pria dengan pakaian kerajaan sambil membawa keris. Di sisinya terdapat dua ekor macan yang mengerang. Sosok tersebut dipercaya sebagai penunggu yang marah akibat tindakan tidak sopan pendaki ini. Dia pun kesurupan. Kemudian, dari perspektif teman-temannya, pendaki itu mengerang dengan nafas berat dan berlari-larian naik dan turun tanjakan itu.

Teman-temannya yang kebingungan pun hanya bisa ikut berteriak histeris. Sementara pemandu dan beberapa pendaki lain berusaha menenangkannya. Dalam pandangannya, dia seperti dibawa ke sebuah era yang penuh dengan orang-orang zaman kerajaan. Dia kemudian merasa seperti ditarik menjauh dari kerajaan kemudian mulai sadarkan diri.

Saat sadar, dia kembali melihat sosok penunggu tersebut dalam keadaan marah bersama dua ekor macan tadi. Dia sadar dengan kondisi badannya sudah dibaringkan di posko terdekat. Raut wajah teman-teman dan pemandu sudah khawatir.

Tidak hanya sampai di situ, keesokan harinya saat turun, dia melewati posko yang sama ketika kesurupan dan seperti mendengar bisikan dalam bahasa Jawa, diiringi oleh erangan geram harimau. Dia pun bergegas mengucap doa dan berangkat dari posko itu untuk turun.

4. Gunung Semeru

semeru-anekatempatwisata-511836a42cbbf79029b5ae6eab0ebdc1.jpg

Dengan ketinggian 3.676 meter, Gunung Semeru ada di antara dua kabupaten, yakni Malang dan Lumajang. Gunung ini juga masuk kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru. Menjadi gunung tertinggi di Jawa, Semeru juga tidak sedikit menelan korban. Sama seperti ketika perjalanan lima pendaki dan satu anjing ini yang akan membuatmu merinding.

Hari itu kelima pemuda ini memutuskan untuk melakukan ekspedisi di Gunung Semeru. Mereka merupakan kumpulan pecinta alam dari Madiun. Sesuai dengan jadwal, persiapan mereka telah selesai dan mereka langsung memulai pendakian. Namun tak lama, mereka bertemu dengan seorang pendaki wanita.

Pendaki wanita tersebut mengaku sendiri dan ingin menuju puncak. Akhirnya, dia pun diajak bergabung dengan kelompok 5 pendaki ini. Dengan mudah, mereka cepat akrab dengan pendaki wanita yang ramah serta mudah bergaul ini. Tak terasa mereka berada di salah satu pos yang sudah dekat puncak. Namun, karena malam telah tiba, mereka memutuskan untuk berkemah.

Memasuki malam, mereka pun terlelap. Meski begitu mereka tetap bergantian berjaga. Pendaki pertama yang berjaga membawa anjing untuk mengawasi binatang buas. Namun, tidak lama saat tengah malam, pendaki itu melihat pendaki wanita itu keluar dari tendanya dan berjalan ke arah hutan. Dalam keadaan bingung dan khawatir, dia pun mengikuti pendaki wanita itu.

Tak berapa lama, dia kehilangan bayangan wanita itu. Panik, dia langsung bergegas kembali ke kemah untuk membangunkan teman-temannya. Teman-teman yang kaget dengan ceritanya pun bergegas untuk mencari pendaki wanita itu.

Dalam keadaan gelap mereka tak dapat melihat apa-apa. Teriakan mereka pun percuma. Akhirnya, mereka memutuskan untuk mencarinya pagi hari. Pagi menjelang, mereka sudah beres-beres dan membagi kelompok dalam dua tim untuk mencari.

Salah satu kelompok tersebut mencari sampai bibir jurang Semeru. Mereka melihat sebuah ransel yang mirip dengan ransel milik pendaki wanita itu. Penasaran, mereka akhirnya menuruni jurang. Sesampainya di dasar, mereka menemukan tas ransel dan jasad yang sudah membusuk. Akhirnya, menunggu kedatangan teman lainnya, mereka membawa jasad tersebut ke posko terdekat untuk melaporkan temuan ke SAR.

SAR yang langsung mendatangi dan meninjau kondisi mereka pun mengatakan bahwa itu adalah jasad pendaki wanita. Mereka meyakini itu pendaki wanita yang bersama mereka sejak kemarin. Namun, yang membuat mereka terkejut adalah fakta bahwa jasad tersebut adalah pendaki yang sudah hilang selama satu bulan. Mereka pun terduduk lemas setelah mendengar penjelasan SAR.

5. Gunung Ungaran

ungaran-twitter-ungaranmountain-afd53e65311cd82e29b4c681f9b42463.jpeg

Berada di Kabupaten Semarang, Gunung Ungaran punya ketinggian 2.050 meter. Gunung Ungaran juga dapat dilihat pengendara yang melakukan perjalanan darat ke selatan Semarang, dan gunung tersebut akan berada di sisi kanan. Namun, Gunung Ungaran juga menyimpan misteri, mulai dari penunggu sampai kejadian-kejadian mistis. Salah satunya adalah ketika seorang pendaki tanpa sengaja bertemu penunggu salah satu jalur perbukitan.

Saat itu, pria yang berasal dari Kota Semarang ini berangkat sendiri menuju lokasi pendakian. Mendekati lokasi pendakian, dia mulai merasa tidak nyaman. Namun, tetap dia teruskan. Memulai pendakian pukul 15.00 WIB, pria itu merasa kesulitan karena medan yang terasa lebih berat saat itu.

Sampai di sebuah hutan dengan lapangan luas dia memutuskan untuk beristirahat. Malam menjelang, dia memutuskan untuk berkemah di sana. Setelah tenda dan api unggun siap, suasana di sekitarnya tiba-tiba hening. Padahal, awalnya terasa berisik oleh suara dedaunan serta hewan.

Tak lama, dia memutuskan untuk tidak peduli dan tidur. Tengah malam dia terbangun oleh suara erangan hewan liar. Dia mengira jiwanya sudah dalam bahaya karena melihat bayangan mirip harimau. Namun, hanya beberapa saat bayangan dan suara itu hilang. Dia memutuskan untuk melihat sekitar. Saat membuka tendanya, tak disangka sebuah sosok hitam besar ada di depan tendanya. Tepat di samping sosok itu adalah macan kumbang yang hitam gelap, tapi matanya bersinar hijau.

Melihat itu pun, pendaki itu mulai membaca doa. Dia memejamkan mata. Kemudian, seolah-olah ada tawa datang dari sosok hitam itu. Seperti ada suara teriakan dari dalam hutan. Dia pun kaget dan tak sadarkan diri. Saat terbangun, dia sudah berada di tengah hutan tanpa tenda dan api unggunnya. Dia juga terbangun setelah dibangunkan oleh kelompok pendaki yang kebetulan lewat di dekatnya.

6. Gunung Merbabu

merbabu-outdoorcorner-wordpress-e7a364a087e68ef49df63c4f593f58f6.jpg

Dengan tinggi 3.145 meter, lereng Gunung Merbabu terbagi dalam empat wilayah. Lereng barat ada di Kabupaten Magelang, kemudian lereng timur masuk dalam Kabupaten Boyolali. Sementara lereng utara berada di Kota Salatiga dan Kabupaten Semarang. Terdapat tiga jalur pendakian dari Gunung Merbabu, yakni Kopeng Thekelan, Jalur Wekas dan Jalur Kopeng Cunthel.

Kejadian satu ini dialami pendaki ketika melewati Kopeng Thekelan. Pendaki ini sudah hafal dengan jalur ini. Hari itu, dia bersama enam rekannya, melakukan ekspedisi di Gunung Merbabu.

Sesampainya di posko satu, dia memutuskan untuk beristirahat sejenak sambil foto-foto. Namun, timnya yang sudah ingin bergerak, diberi kesempatan untuk mendaki terlebih dahulu. Pendaki ini akhirnya asyik foto-foto, baru tersadar kalau sudah terlalu lama ditinggal temannya.

Dia memutuskan untuk menyusul. Setengah jalan, dia bertemu seorang pendaki wanita yang juga mengaku sendiri ke puncak. Akhirnya mereka mendaki bersama. Seiring obrolan, perjalanan mereka terhambat oleh cuaca yang buruk. Akhirnya mereka memutuskan untuk istirahat dan bermalam di satu lokasi. Keesokan paginya pendaki wanita itu bangun dan meminta izin untuk pergi terlebih dahulu.

Pria itu baru bangun beberapa jam kemudian. Dirinya terbangun dengan kaget karena badannya tidur dekat tepi tebing. Dia pun bergegas membereskan barang dan menyusul temannya di puncak. Dalam perjalanan dia melihat tas yang masih terlihat penuh dan tidak ada jejak pendaki lain di sekitarnya. Dia mengira bahwa itu adalah ransel milik pendaki wanita yang sudah berangkat tadi pagi.

Dia pun membawa bersamanya. Ketika sampai puncak, dia bingung ketika timnya mengaku tidak ada orang yang sampai ke puncak selain mereka. Dia pun berpikir bahwa wanita itu menyerah dan turun. Akhirnya ransel itu dibawa serta ketika menyelesaikan ekspedisinya.

Dia bermaksud mengembalikan ransel itu, karena terdapat alamat yang tergantung di sisinya. Bersama beberapa orang dari tim, dia akhirnya menemukan rumah pendaki wanita itu. Dia bertemu dengan ibu dari pendaki wanita itu. Namun, bukannya diterima dengan kebahagiaan, tapi air mata menetes dari sang ibu. Dibawalah pria dan timnya ke belakang rumah dan terdapat satu batu nisan yang bertuliskan nama pendaki wanita itu. Pendaki itu ternyata telah hilang selama tiga tahun dan tidak pernah ditemukan jasadnya.

7. Gunung Argapura

argo-tigatitik-wordpress-7777fc4e3e2a3f7f1a9b1e83cc510774.jpg

Berada di ketinggian 3.088 meter, Gunung Argapura merupakan gunung tertinggi di antara Gunung Raung dan Lemongan yang merupakan bagian dari Pegunungan Iyang. Gunung Argapura berada di beberapa kabupaten di Jawa Timur, yakni Probolinggo, Lumajang, Jember, Bondowoso dan Situbondo.

Gunung ini terkenal dengan penampakan noni Belanda yang suka mengganggu pendaki. Hal tersebut dialami oleh seorang pendaki yang kebetulan mahasiswi pecinta alam dari salah satu sekolah tinggi di Jember. Dia dan tim mengeksplorasi gunung ini sejak pagi. Kemudian, mereka beristirahat di taman bunga Edelwis.

Meskipun telah diingatkan untuk tidak memetik, pendaki putri ini bersikukuh untuk memetiknya. Setelah memetik dan puas memainkan bunga itu, mereka bergerak lagi ke puncak. Namun, satu jam kemudian, menurut pengakuan teman yang ada di belakangnya, gadis itu tiba-tiba berbelok ke arah semak-semak. Setelah diteriaki dan dikejar, gadis itu tidak menggubris sampai timnya kehilangan jejaknya.

Malam yang sudah terlalu gelap membuat mereka memutuskan untuk melanjutkan pencarian pagi hari. Keesokan harinya, bersama warga yang ditemui saat perjalanan, mereka bersama-sama mencarinya. Gadis itu ditemukan di jalur buatan Belanda untuk menembus semak-semak. Dia terlihat lemas dan syok. Kemudian dibawa ke rumah warga.

Setelah sadar dan tenang, dia bercerita bahwa tiba-tiba dia digandeng wanita pirang dengan paras cantik. Dia dibawa ke sebuah kompleks rumah-rumah orang Belanda. Dia seperti diingatkan untuk lebih mawas diri ketika di gunung ini oleh perempuan Belanda tersebut. Kemudian, badannya mulai lemas ketika noni itu meninggalkannya.

8. Gunung Slamet

slamet-wisatapriangan-coid-e4ca3f6933a3a0dffca66c1dfc9f59d3.jpg

Berada di antara lima kabupaten, Brebes, Banyumas, Purbalingga, Tegal dan Pemalang, Jawa Tengah, Gunung Slamet memiliki ketinggian 3.428 meter. Gunung ini dikenal dengan medannya yang sulit dan membahayakan. Selain itu juga dikenal dengan penunggunya yang berada di pohon-pohon besar.

Hal serupa dialami oleh seorang pendaki pria asal Bandung yang mendaki bersama enam temannya. Malam pertama mereka sampai di pos dua setelah memulai perjalanan dari dukuh Bambangan. Malam itu hujan semakin deras membuat pendaki ini kalang kabut membangun tenda yang terus diterpa angin. Hujan reda sekitar dua jam kemudian. Namun, tidur salah satu pendaki terusik dengan suara dari pohon besar di dekat mereka.

Ternyata pendaki ini memiliki indera keenam dan melihat sosok makhluk besar bertengger di puncak pohon. Makhluk tersebut berbentuk kelelawar seukuran manusia dewasa, berwarna putih dengan kepala manusia. Meski begitu, makhluk itu ternyata tidak mengganggu mereka secara berlebihan. Hanya membuat suara pada pepohonan.

Pendaki itu kembali tertidur sampai pagi. Kemudian, mereka pun melanjutkan perjalanan ke puncak. Betapa terkejutnya pendaki itu ketika melihat sesosok hitam telah ‘menunggu’ mereka di posko lima. Dia pun berusaha tenang, karena pemandangan yang mengerikan. Wajah makhluk itu hitam legam dengan mata yang terbuka lebar berwarna merah.

Pendaki itu membaca doa-doa selama beristirahat. Teman-temannya yang sudah paham dengan kemampuannya ikut berdoa bersamanya. Tak lama suasana lebih nyaman dengan kicauan burung dan bertemu dengan tim lain. Perjalanan mereka berlanjut dengan lancar dan tanpa gangguan serta penampakan sejak doa-doa yang dipanjatkan sepanjang jalan.

9. Gunung Penanggungan

pang-desapenanggungan-wordpress-3abaa3eb44c793a266fdb36df9694501.jpg

Gunung Penanggugan berada di ketinggian 1.653 meter dan merupakan bagian dari kluster pegunungan bersama Gunung Arjuno dan Welirang. Tepatnya, gunung ini terletak di antara Kabupaten Mojokerto (barat) dan Kabupaten Pasuruan (timur). Jaraknya 55 kilometer dari Surabaya, Jawa Timur. Gunung ini juga terkenal sebagai salah satu dari sembilan gunung suci di Jawa.

Ekspedisi di gunung ini pun tak kalah angker dengan gunung besar lainnya. Berawal dari perjalanan dua kakak beradik yang memang pecinta alam. Mereka memulai perjalanan dari LMDH Tamiajeng, Desa Tamiajeng, Kecamatan Trawas. Keindahan alam pun memberikan pemandangan nyaman bagi keduanya.

Menjelang sore mereka sampai di pos dekat puncak bayangan (hampir puncak). Mereka istirahat di pos itu selama 15 menit, kemudian melanjutkan perjalanan untuk sampai puncak bayangan. Setibanya di sana, malam pun menutup jalur dan membuat mereka harus berkemah di salah satu goa.

Jelang tengah malam, mereka mendengar suara orang ramai-ramai ngobrol seperti di atas mereka. Mereka mengira sudah ada yang mencapai puncak terlebih dahulu. Meskipun selama perjalanan mereka tidak melihat pendaki lain. Kemudian, saat mereka memutuskan untuk tidur, terlihat lampu-lampu senter seperti menyinari jalur pendakian.

Mereka pun mengira itu adalah kumpulan pendaki lain, dan mereka berikan signal untuk bergabung di goa itu. Namun, sinar itu tidak bergerak mendekati mereka dan hanya di satu tempat saja. Tak lama mereka pun terlelap karena capek menunggu. Paginya mereka melanjutkan perjalanan untuk melihat matahari terbit. Sampai di puncak, mereka menikmati terbitnya matahari, tapi kebingungan dan heran setelah melihat tidak ada satu orang pun di puncak.

Setelah menikmati matahari terbit, mereka pun turun dan kembali ke pos awal. Namun, mereka bertanya-tanya, siapa yang terdengar mengobrol dan lampu senter siapa itu?

10. Gunung Ciremai

ciremai-bluetripper-18cbc7b9a6b5c18c2bc14652ce032aa0.jpg

Ada di antara Kabupaten Cirebon, Kuningan dan Majalengka, Jawa Barat, Gunung Ciremai masuk dalam Taman Nasional Gunung Ciremai. Gunung ini memiliki tinggi 3.084 meter dan yang tertinggi di Jawa Barat. Pemandangan yang indah dan medan yang tidak sulit dari gunung ini banyak pendaki lokal maupun luar Cirebon pun berdatangan.

Namun, selayaknya gunung lain, bila penunggu diganggu, maka pendaki akan diganggu juga. Hal serupa dialami oleh seorang pendaki gunung asal Cirebon. Saat itu dia pergi bersama tiga temannya berada di salah satu posko tengah jalur pendakian Ciremai. Mereka beristirahat pada malam kedua saat mereka mau turun.

Teman-temannya tiba-tiba berteriak ‘Gempaa! Gempaa!’, tapi pendaki asal Cirebon ini tidak merasakan gempa. Malah dia melihat sesosok berjubah putih sedang terbang di atas ketiga temannya. Kemudian, dia memanjatkan doa dan berusaha menenangkan teman-temannya.

Gangguan itu belum berakhir sampai keesokan paginya. Mereka ‘disesatkan’ saat turun sehingga yang hanya butuh satu jam, mereka memakan waktu lebih dari enam jam. Mereka kewalahan, pendaki itu pun akhirnya duduk dengan tenang sambil memanjatkan doa. Saat membuka mata, tiga temannya hilang, tapi dia dikelilingi tujuh pria berjubah putih.

Dia berusaha meminta maaf dan minta tidak diganggu. Usut punya usut, ternyata salah satu temannya, membuang sampah dan buang air sembarangan saat di puncak. Dia pun meminta maaf dan berjanji akan memberikan wejangan pada temannya itu.

Tak lama, dia sadar, dan teman-temannya sudah panik melihatnya tidak bangun-bangun. Dia pun menceritakan apa yang dilihat dan teman-temannya ikut berdoa dan maaf. Kemudian, perjalanan mereka pun berakhir dengan lancar.

Cerita-cerita di atas memang dialami oleh para pendaki. Namun, tidak pernah menghentikan mereka untuk mengekplorasi keindahan gunung Indonesia.

Kamu yang hobi mendaki mungkin sudah tak asing lagi dengan Gunung Lawu. Gunung yang dulunya bernama Wukir Mahendra ini merupakan gunung tertua di Pulau Jawa dan termasuk dalam salah satu gunung purba.

Segudang keunikan dimiliki gunung yang satu ini. Karena itu, banyak pendaki tertarik untuk menaklukkannya. Di kawasan gunung ini terdapat flora dan fauna langka seperti cemara gunung, Edelweis, harimau dan elang Jawa.

Baca Juga

Agen Bola
Bandar Bola
Taruhan Bola

Bisa dikatakan, Gunung Lawu merupakan salah satu favorit para pendaki. Pendakian ke gunung ini biasanya ditempuh dari Cemorokandang di Tawangmangu, Jawa Tengah; Cemorosewu di Sarangan, Jawa Timur; dan jalur Candi Cetho.

Nah, di balik segala daya tariknya, Gunung Lawu ternyata menyimpan sebuah misteri mengenai keberadaan ‘Pasar Setan’. Ya, konon para pendaki Gunung yang melewati jalur pendakian Candi Cetho kerap melihat penampakan ‘Pasar Setan’ (Pasar Bubrah).

Jalur ini boleh dikatakan favorit para pendaki karena bisa menikmati sensasi turunnya kabut tebal secara perlahan. Meski begitu, jalur ini juga menjadi jalur yang paling ditakuti alias angker dibandingkan dua jalur lainnya.

Medannya sulit, didominasi tanjakan terjal serta jurang yang cukup dalam. Ditambah lagi, jalur ini dipercaya sebagai jalur perlintasan ke alam gaib. Banyak pendaki yang dihadapkan pada hal-hal aneh ketika melewati jalur ini.

Terlebih ketika melewati sebuah lokasi yang disebut sebagai ‘Pasar Setan’. Bagi yang sudah pernah mendaki Gunung Lawu, pasti tak asing dengan nama ‘Pasar Setan’.

Lokasi tersebut berupa sebuah lahan di lereng Gunung Lawu yang penuh dengan ilalang dan angin yang berhembus cukup kencang. Konon, ketika melewati lokasi tersebut, para pendaki sering mendengar suara bising layaknya sebuah pasar. Ada suara yang seolah menawari untuk belanja.

Sebagian pendaki percaya, ketika mendengar suara tersebut, mereka harus membuang apa saja di lokasi ‘Pasar Setan’ layaknya melakukan transaksi jual beli di pasar. Dan hingga saat ini cerita tentang Pasar Setan di Gunung Lawu masih menjadi misteri gaib yang tak terpecahkan.

Olahraga panjat tebing tidak harus dilakukan oleh profesional, melainkan bisa dinikmati siapapun termasuk pemula. Terlebih jalur dilintasi adalah jalur yang sudah disediakan berbentuk pijakan berupa tangga besi yang ditanam di dinding tebing.

Ya, panjat tebing ala via ferrata yang ada di Gunung Parang, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat. Sampai saat ini lokasi panjang tebing itu diklaim sebagai satu-satunya dari sekian banyak venue panjat tebing di Indonesia bahkan dunia.

Baca Juga

Agen Sbobet
Agen Maxbet
Agen Sbobet Casino

Via ferrata Gunung Parang juga sangat cocok untuk semua usia, karena selain berbicara olahraga, tempat itu bisa dijadikan sebagai wisata alternatif dengan suguhan pemandangan alam yang eksotis.

Gunung Parang sendiri terletak di Kampung Cihuni, Desa Sukamulya, Kecamatan Tegal Waru, Purwakarta. Terdiri berupa gunung bebatuan atau karang dengan ketinggian mencapai 396 meter di atas permukaan laut dengan kemiringan mencapai 90 derajat, sehingga menjadi surga bagi para pecinta panjat tebing.

Ketinggian panjat tebing via verrata di Gunung Parang bervariasi, mulai dari 100, 300, 600 hingga 900 meter.

Untuk sampai di lokasi panjat tebing Gunung Parang, para pengunjung bisa melakukan perjalanan dengan memakan sekitar satu setengah jam dari pusat Kota Purwakarta, melalui jalur utama Purwakarta-Bandung, dan masuk ke Jalan Raya Plered-Tegal Waru dari daerah Cianting. Sesampainya di daerah Tegalwaru bisa menggunakan sejumlah ruas jalan yang bisa diakses menuju Gunung Parang.

Setibanya di lokasi, pengunjung yang akan melakukan panjat tebing terlebih dahulu mendaftar untuk kemudian mendapat segala informasi tentang Gunung Parang, serta pengarah tentang segala hal yang harus dilakukan saat memanjat dari sejumlah pemandu.

“Untuk standar pemanjatan semuanya diwajibkan menggunakan peralatan memanjat seperti tali, helm, carabiner, harness dan sepatu. Jadi di sepanjang jalur pemanjat hanya memanjat besi tahap demi tahap juga mengaitkan carabiner ke kawat dari satu tingkat ke tingkat lain, ini demi kemanan,” Kata kata salah seorang pemandu.

Usai mendapat pengarahan, para pemanjat kemudian bersama-sama masuk ke areal Gunung Parang dengan berjalan kaki dengan disuguhkan pemandangan indah berupa pesawahan dan kolam-kolam kecil yang tepat berada di bawah Gunung Parang yang menjulang.

Selanjutnya kegiatan memanjat dimulai, satu persatu pemanjat menaiki tahap demi tahap di jalur via verrata. Segala kemampuan dikeluarkan termasuk beradu nyali agar dapat melintasi semua tantangan.

Dengan ditemani para pemandu, para pemanjat terus berusaha agar mencapai titik yang ditentukan. Meski terbilang ekstrem namun para pemanjat terlihat semangat bahkan banyak dari mereka yang semula ketakutan justru menikmatinya.

Setelah hampir dua jam memanjat, para pengunjung akhirnya sampai di masing-masing titik panjatan. Mulai dari yang 100, 300, 600 hingga 900 meter. Mereka mengaku puas karena selain bisa menaklukan tantangan sekaligus bisa menikmati keindahan alam dari ketinggian Gunung Parang, mulai dari hamparan sawah dan perkebunan, permukiman hingga pemandangan indah Danau Jatiluhur.

“Seru banget, menantang banget. sensasinya oke,” kata salah seorang pemanjat Imanes, saat memanjat Gunung Parang, Selasa (8/11).

Dikatakan Lia (24), lajang asal Jakarta. Kegiatan panjat tebing di Gunung Parang menjadi pengalaman terdirinya baginya. Itu karena trek yang dilalui dirasa sulit dan penuh tantangan.

“kendalanya biasanya kalau untuk yang pertama agak sulit sih, itu kan ada liku-likunya, ada tikungan. cengkraman ama pegangan buat talinya harus kuat stamina juga harus benar-benar kuat,” ujar Lia.

Selain Lia, hal senada juga disampaikan para pengunjung lain, mereka merasa bangga bisa naik ke gunung yang kini dikenal sebagai lokasi terbaik pemanjatan di Indonesia itu.

“awalnya sih emang capek, cuma pas sampai di atas itu terbayar semuanya. pemandangannya indah mungkin recommended banget lah buat yang suka naik gunung,” ujar pemanjat asal Purwakarta, Dian Firmansyah.

Panjat Tebing via ferrata Gunung Parang sendiri digagas pada tahun 2013 lalu, trek itu juga diklaim sebagai yang pertama di Indonesia.

“Jalur via verrata adalah tangga besi yang ditanam di sepanjang jalur pemanjatan di Gunung Parang ini,” jelas Baban Yuhana. Salah seorang pemandu di gunung parang.

Selain via verrata, juga tersedia paket lain yang tersedia saat berkunjung ke Gunung Parang, yaitu rock climbing, serta camp ground tracking.

Keberadaan panjat tebing Gunung Parang yang mulai dikenal, saat ini para pengunjung datang dari berbagai daerah di Indonesia. Terutama saat akhir pekan.

“Kalau untuk yang ramei tuh di weekend dari Jumat malam udah berdatangan, kebanyakan yang datang dari Jakarta. Tapi yang one day trip juga banyak,” terang Baban.

Dikatakan Baban, dalam perpekan jumlah pemanjat tidak kurang antara 80 hingga 100 orang. Bahkan bukan hanya wisatawan lokal melainkan turis asing.

Sementara dari sejumlah paket yang ada, agar dapat dapat berolahraga sekaligus wisata alam, setiap pengunjung tidak usah khawatir, karena biayanya relatif murah.

“Untuk biaya antara 100 ribu hingga 400 ribu rupiah perorang, ya tergantung pilihan paket dan ketinggian panjatan,” pungkas Baban.

Nah tertarik kan untuk mencoba sensasi berolahraga panjat tebing di Gunung Parang, sekaligus menikmati keindahan alamnya. Kenapa tidak datang saja dijamin bakal ketagihan.

Perjalanan yang menjadi pengalaman solois yang tidak ternilai bagi saya dimana bisa melangkahkan kaki dan mendaki salah satu gunung tertinggi di Indonesia, Gn. Kerinci 3805 Mbpl.
Dengan tekat yang bulat dan menikmati perjalanan Solois 23-Mei-2013, mulai perjalanan, Jakarta Bandara Soekano Hatta-Minangkabau-Kersiktuo dan summit Kerinci.

 

Gunung Kerinci

 

Tugu Macan Kersik Tuo

Baca Juga

Taruhan Bola
Bandar Bola
Agen Bola Terpercaya

Setelah bermalam di basecamp jejak kerinci jam 8.30 saya mulai menuju POS 1 dan benar langsung disambut hutan yang lebat serta kicauan burung yang indah, alam Gunung Kerinci memang berbeda dengan Gunung yang lain, direkomendasikan untuk berjalan di pagi hari, alhamdulillah cuaca saat itu cerah dan sejuk ditutupi lebatnya hutan dan saya di temani “Mardam” (sahabat Jejak Kerinci) yg setia menemani expedisi solois saya di Mt. Kerinci.
Gerbang Selamat Datang

 

Gerbang Pintu Rimba

 

Start dari Pos 1-ke Pos 2 jam 9.10-9.30 Pos 2 treking sama dengan awal perjalanan ada air di pos 2 jarak 20 meter ke bawah arah kiri bisa langsung di minum ajib dah 🙂 yang menarik suara monyet & kicauan burung yg indah jalur masih bersahabat dan dikelilingi lebatnya hutan menemani perjalanan saya.
POS I
 
POS II
start dari Pos 2 ke Pos 3 jam 9.50-10.30 perjalanan ditemani suara siamang,indahnya dari awal sampai pos 3, perjalanan mulai lebih menguras keringat 😀 tetapi asik karena suara kicauan burung dan siamang yang menemani para pendaki dan berbeda dengan Gunung yang lain.
Jalur Gn. Kerinci
Jalur Gn. Kerinci
Jalur Gn. Kerinci
Jalur Gn. Kerinci
start dari pos 3 menuju Shelter 1 baru di sebut awal pendakian jam 10.30-11.59, Gn.Kerinci perjalanan yang menguras tenaga, karna lebih melelahkan dengan kondisi jalanya kebanyakan disini para pendaki mulai memasak atau mengemil makanan untuk mengisi tenaga untuk siap kembali melangkah menuju ke shelter ke 2, dan mulai tidak terdengar suara siamang karna sudah diketinggian 2372 Mbpl tapi pemandangan luar biasa indah, lebatnya hutan masih terjaga, dan dalam mendaki tolong jaga kebersihan hutan kita, kondisi selalu jalan terus menanjak, akar, licin dan Istimewa .start dari shelter 1 ke shelter 2 jam 11.59 – 15.20 lebih menantang dibandingkan pos 3 ke shelter 1 karna disini selain Fisik dan Stamina yang terkuras, kita melewati tanjakan yang Extreme dimana jalur hanya cukup untuk 1 orang bergiliran pada waktu berhadapan dengan pendaki lain, jangn terburu-buru waktu berjalan jaga keamanan karna terjalnya jalan dan tipe jalan sangat licin kondisi hujan, tipe tanah, batu akar dengan jarak tapakan cukup jauh, dan lembab serta ditutupi seperti berjalan di goa, ditutupi pepohonan dan waktu yg ditempuh sangat panjang dibandingkan perjalanan dari pos1 ke pos3 sampai shelter 1.
Jalur Shelter II
Jalur Shelter II  Kondisi Hujan

 

Shelter II
Para pendaki kebanyakan juga beristirahat dan memasang tenda di Shelter 2. Di Shelter 2 jika waktu tidak mencukupi untuk melanjutkan ke Shelter 3 dikarnakan kondisi cuaca ataupun yang lain tidak perlu khawatir di Shelter 2 dengan tanah datar dan mata air yang melimpah, bisa menjadi pilihan untuk beristirahat, Saya start dari 15.20 – 16.50 selter 2 ke Shelter 3 dan jalur Istimewa dibanding dengan jalur sebelumnya karna benar2 berbeda Tipe jalur Menuju Shelter 3 Gunung kerinci lembab, terjal dan jalur tertutup seperti goa lebih banyak kita jumpai, karna ditutupi pepohonan tas Carrier saya sering nyangkut 😀 stamina, mental sangat teruji kesabaran dalam menempuh perjalanan ke Shelter 3 kehati2an diusahakan selalu dijaga karena jalur lebih Istimewa dibandingkan jalur sebelumnya, Tipe tanah, pasir jalur sempit dan akar2 yang dikit,
 
Jalur Puncak
View Gn. 7
Tugu Yuda
Summit waktu itu karena cuaca tidak bagus saya mulai jam 7.30 – 09.40 dari Shelter 3 sampai puncak Gunung Kerinci 3805 Mbpl, sujud syukur saya karena perjalanan lancar dan sukses sampai puncak, 
 
Puncak Gn. Kerinci
Puncak Gn. Kerinci & Malioboro

Puncak Gn. Kerinci & Malioboro
Puncak Gn. Kerinci & Malioboro

 

Kawah Gn. Kerinci
pada saat turun dari Puncak sampai Shelter 3 butuh waktu sekitar 50 menit, tanpa menunggu lama saya packing dan makan,lalu melanjutkan untuk turun, kondisi dengan tipe jalur sangat menguras tenaga, saya start turun jam 11.50 – 15.20 turun sampai pintu rimba, Mardam sahabat solois dalam pendakian saya, dan dalam menurun 2 kali, terjungkal 🙁 dan sangat Expres dalam menurun, terimakasih sahabat kerinci niat kembali dan menjelajahi wisata Kerinci nan Indah 🙂 catatan penting buat sahabat pendaki.
Gunung Kerinci Menurut saya (1. Cuaca yg mudah berubah kapanpun, 2. Flora dan Fauna yang masih terjaga  3. Jalur tereking yang sangat meningkatkan Adrenalin dan bahaya, 4. Kawah & Belerang setiap saat keluar, tapi kembali lagi kita selalu berdoa dan allah yang menjaga kita )

Dulu ketika saya kecil, saya paling suka diajak jalan-jalan keliling Jakarta saat malam hari. Senang aja melihat kerlap lampu-lampu jalan yang berbaris dan cahaya yang mengintip dari jendela gedung-gedung tinggi. Panorama yang tidak bisa dinikmati pada siang hari.

Saat itu Jakarta belum macet seperti sekarang. Malam hari cenderung sepi dan lengang. Sekarang, rasanya sulit menikmati perjalanan di Jakarta baik siang maupun malam (kecuali tengah malam, kali ya) karena macetnya yang nggak habis-habis.

BACA JUGA

Taruhan Bola
Judi Bola
Agen Bola

Sedangkan Bandung, waktu saya kecil dulu lebih sepi lagi. Apalagi Bandung terkenal dengan pohon-pohon besar berusia puluhan tahun yang menaungi jalan dari sisi-sisinya, membuat Bandung di waktu malam terasa makin gelap.

Tapi itu dulu. Sekarang, Bandung waktu malam malah menawarkan panorama yang indah. Bukan hanya café-café yang menjamur di beberapa area, tapi pemandangan dan suasana kota memang enak untuk dinikmati.

KALAU KAMU SEDANG LIBURAN DI BANDUNG DAN INGIN MENIKMATI WAJAH BANDUNG WAKTU MALAM HARI, ADA 5 HAL YANG BISA KAMU LAKUKAN

  1. Mencoba café dan resto

Banyak sekali café dan resto yang menarik untuk dikunjungi. Untuk mendapatkan pengalaman yang sensasional, kunjungi café yang ada di area tertinggi Bandung seperti di Setiabudhi, Dago Pakar atau Ciumbuleuit.

Café di sana biasanya menyajikan pemandangan Bandung dari atas yang cakep banget. Teras-terasnya sengaja dibuat menghadap tebing agar pengunjung bisa menikmati suasana Bandung waktu malam dari ketinggian

  1. Menikmati udara dingin di gunung yang tersebar di sekeliling Bandung

Kalau mau lebih tinggi lagi, lanjutkan dengan naik ke Lembang, Ciwidey atau Manglayang. Udara dingin dan kabut adalah teman sejati yang akan menemani perjalanan di sana. Cukup banyak obyek wisata yang bisa dikunjungi, seperti Gunung Tangkuban Parahu, Sari Ater dan Maribaya di Jalan Terusan Lembang – Subang, Kawah Putih dan Situ Patengan di Ciwidey.

  1. Keliling kota

Kalau kita berkeliling kota pada siang hari, tentunya kemacetan dan jalan-jalan padat akan menjadi pemandangan kita. Paling-paling, kita akan berakhir di mall atau factory outlet. Buat orang-orang yang nggak terlalu suka belanja seperti saya dan lebih suka berpetualang, tentu jalan-jalan siang hari keliling kota kurang seru. Tapi kalau Bandung waktu malam, akan nada pemandangan yang berbeda, seperti:

  1. Bangunan eksotis bergaya kumpeni akan lebih jelas kita lihat. Karena di malam hari, kendaraan dan pedangan kaki lima yang biasa menutupi bangunan itu nggak banyak. Jadi arsitektur bangunan bisa kita nikmati.
  2. Lapangan Gasibu. Memandang Gedung Sate di depan Lapangan Gasibu pada malam hari, indah juga lho. Apalagi kalau jago motret, pasti bisa dapat foto keren di sini.
  3. Jembatan Pasupati. Memang agak susah untuk berhenti di atas jembatan ini kalau kita mengendarai mobil. Kalau pakai motor, kamu bisa berhenti sejenak di atas jembatan dan menikmati panorama Bandung waktu malam hari dari ketinggian.
  4. Halaman Masjid Agung. Tahu kan bagaimana kondisi halaman Masjid Agung saat siang hari? Ramai banget. Kalau malam, suasana lebih lengangdan lampu-lampu minaret masjid akan menyala dan menyajikan pemandangan indah.
  5. Jalan Braga. Jalan ini selalu cantik baik pagi, siang ataupun malam. Tapi tentu saja saat malam hari ada nuansa sedikit mistik kalau kita berjalan di sepanjang jalan ini. Berasa di Eropanya beneran deh. Soalnya nggak banyak kendaraan yang lalu lalang. Kalau buat saya sih, lampu-lampu klub mulai tampak kelap-kelipnya agak mengganggu dan merusak kesyahduan Braga ;p.

bandung malam hari

kendaraan di depan Gedung Merdeka masih cukup ramai

Tapi kalau kamu keliling kota Bandung waktu malam, harus siap-siap juga melihat pemandangan aneh di beberapa ruas jalan. Misalnya di Jalan Naripan dan Otista (kalau nggak salah, saya gak ngeh nama jalannya), kalau kamu memelankan kendaraan dan menajamkan mata, akan terlihat banyak wanita-wanita berpakaian seksi berjajar bak tiang lampu jalan setiap beberapa meternya. Warna baju yang gonjreng dan dandanan menor, memang membuat mereka “menyala” melebihi sorot lampu pinggir jalan.

Ini yang disayangkan sebenernya. Karena dulu, waktu saya kecil, hanya ada beberapa area tertentu aja yang diisi oleh wanita dan “wanita jelmaan” ini. Tapi sekarang kok tambah banyak ya. Tanya kenapa??

  1. Jajan di pinggir jalan

Ada beberapa jajanan pinggir jalan yang sering saya kunjungi sejak jaman kuliah dulu. Biasanya saya dan teman-teman “kabur”sejenak dari tempat kos malam-malam saat kelaparan usai belajar. Iya, belajar. Nggak percaya?? ?

Tempat ini biasanya menjual roti bakar, pisang keju, internet (indomie telor kornet), susu milo dan sebagainya. Sebenarnya ini jajanan anak kos banget. Tapi saya dan suami mewajibkan mencoba jajanan ini setiap kami ke Bandung untuk mengenang masa muda masing-masing ;p.

(Baca: Bandung dan Sudut Favorit Saya)

 

  1. Berendam air panas

Waah ini pengalaman seru banget. Kebayang ya, udara Bandung yang dingin dan kita berendam di air panas, rasanya nyaman dan melegakan banget. Kalau mau melakukan ini, kita harus mengunjungi tempat-tempat yang memiliki sumber air panas alami seperti di Ciwidey atau Lembang.

Nah, kelima hal di atas adalah hal-hal seru yang bisa kita lakukan di Bandung pada malam hari. Jadi kalau traveling di Bandung, jangan diam-diam di hotel aja. Sayang banget kesempatannya. Apalagi kalau kamu suka kuliner dan fotografi. Momen indah ini bisa digunakan untuk mengeksplor hobby kamu.

Namun ada beberapa hal yang harus dipersiapkan dan diperhatikan untuk jalan-jalan di Bandung waktu malam hari. Diantaranya:

  • Pakai jaket. Iya, Bandung kan dingin. Makin malam, udaranya makin menusuk tulang. Apalagi kalau kamu mau turun dari kendaraan dan menikmati suasana alamnya, jaket harus dipakai supaya jalan-jalannya tetap nyaman. Tips memilih jaket, gunakan jaket yang tipis aja. Nggak perlu lah pakai jaket tebal seperti kamu mau traveling ke Eropa. Jumper atau sweater pun bisa diganakan.
  • Pakai sepatu. Ini juga untuk melindungi dari udara dingin, dan nyamuk. Iya, di beberapa area saya menemukan cukup banyak nyamuk. Biasanya sih area yang dekat dengan pepohonan. Karena nyamuk kan suka sembuyi di antara dedaunan atau semak.

Nggak perlu sepatu khusus kalau kamu hanya jalan-jalan biasa. Yang pasti sih pakai sepatu yang menutupi kaki dan nyaman untuk jalan-jalan. Jangan pakai sepatu pesta, ya. Hehehe.

  • Celana atau rok panjang. Yoi, jangan sekali-kali pakai celana atau rok pendek. Dingin bow. Alasannya sama seperti di atas, untuk melindungi kamu dari udara dingin dan nyamuk.
  • Topi atau kupluk. Kalau kamu mau naik gunung, atau pergi ke puncak tertinggi Bandung, kayaknya perlu deh pakai kupluk untuk melindungi kepala dan telinga dari udara dingin.  Kalau jalan-jalannya di tengah kota sih kayaknya nggak terlalu perlu, ya.
  • Kendaraan. Sebaiknya nggak mengandalkan kendaraan umum. Saya khawatir beberapa kendaraan umum jurusan tertentu nggak beroperasi selama 24 jam. Khawatirnya saat kamu mau pulang atau kembali ke hotel, nggak ada lagi angkot/busnya.

Bisa bawa mobil atau motor. Jangan bawa sepeda lah, ya, karena jalanan di Bandung naik turun. Capek ngegowesnya.

Beneran seru lho menikmati kota Bandung waktu malam hari. Saya baru saja melakukannya dua minggu yang lalu bareng keluarga. Kami naik ke puncak tertinggi Bandung di area Dago. Lalu berhenti di salah satu sudut dimana kita melihat Bandung dari ketinggian. Lalu mencoba mengambil beberapa foto dari sana.

bandung waktu malam

pemandangan Bandung waktu malam hari dari ketinggian

Kami juga berhenti di depan halaman Masjid Agung dan mencoba memotret Gedung Merdeka dari atas jembatan penyeberangan. Lalu kami keliling kota hingga hampir tengah malam dan jajan roti bakar. Jalan-jalan ini nggak menghabiskan banyak uang karena kami praktis nggak perlu membayar tiket apapun. Hanya menyiapkan uang bensin dan uang jajan yang nggak terlalu besar. Kalau mau lebih irit, bisa membawa bekal sendiri :).

Hiburan malam Jakarta tidak lah begitu gelap gempita seperti dahulu lagi, di karenakan telah banyak perubahan yang terjadi di Jakarta, banyak penertiban yang terjadi dan semakin ketat nya peraturan peraturan dari pemerintahan untuk Jakarta Underground.

Dunia Malam - Jakarta Underground

Jika kamu sedang berkunjung ke Jakarta dan ingin mencari hotel yang dekat dengan tempat hiburan malam nya, kamu bisa mencoba hotel dekat Plaza Indonesia: Pullman Thamrin, Shangri La, Mulia, Mandarin Oriental, Grand Hyatt, dan Kempinski, beberapa dari hotel yang di sebutkan bahkan memiliki bars yang cukup hidup. Jika kamu ingin mencari hotel yang lebih tidak mengoyak kantong, bisa mencoba Holiday Inn Thamrin, All Season Gajah Mada, Novotel Gajah Mada, Mercure Sabang, atau All Season Thamrin.

Baca Juga

Agen Casino
Agen Bola
Agen Casino Sbobet

Saat ini Jakarta sudah semakin berkembang, dan sisi unik jakarta seperti tempat dugem Stadium sudah menghilang tepat sebulan sebelum pemilihan presiden. Dan belum ada tempat yang sanggup menggantikan Stadium. Tempat seperti Illigals sering mengadakan acara dengan mengundang DJ yang dulu di Stadium, namun rasanya masih kurang. Illigals sangat jarang di penuhi sesak pecinta dunia malam dan selalu tutup cepat.

Dunia Malam - Jakarta Underground

Colosseum adalah salah satu tempat yang lumayan dan boleh untuk di kunjungi untuk mencari hiburan dunia malam, meskipun sebagian besar pengunjung di tempat ini adalah pria, yang hanya duduk di meja nya di temani oleh escort dari Alexis. Dimana membuat tempat ini semakin malam akan semakin membosankan karena tidak ada nya wanita pecinta dunia malam yang memenuhi klub malam ini.

Jika kamu mencari tempat hiburan malam yang bisa di tongkrongin sampai pagi, kamu boleh mencoba ke Mille’s, namun di tempat dugem ini di penuhi oleh pemakai obat dan pecinta clubbing kelas berat. Jika kamu tidak tertarik dengan obat dan hanya mencari tempat club untuk duduk minum bir, maka tempat ini akan sangat cepat membosan kan untuk mu.

Jika kamu berkunjung dengan kawan kawan, maka KTV Golden Crown atau Lantai 5 Kelapa Gading bisa di gunakan sebagai klub kecil. Selain dari Stadium, Redsquare dan Millenium yang sudah di tutup, tidak banyak lagi tempat hiburan dunia malam yang muncul. Hanya Blowfish’s yang sukses dalam renovasi nya dan sekarang ini mungkin menjadi tempat dugem dunia malam yang terbaik di Jakarta saat ini.

Daerah konsentrasi hiburan dunia malam di Jakarta adalah di daerah SCBD, tidak jauh dari Pasific Place. Disana ada Emprica, Potato Head Garage, Lucy in The Sky, dan Fable. Masing masing tempat hiburan malam ini menarik kalangan pengunjung tertentu. Emprica lebih banyak di datangi oleh suku Chinese di Jakarta (No-SARA), Potato Head Garage banyak di kunjungi oleh eksekutif muda, Lucy in The Sky dikunjungi oleh para pelajar, sedang kan Fable di dominasi oleh pelajar di sekolah International. Tempat Hiburan Dunia Malam ini biasa nya akan sepi di hari biasa, terkecuali ada event, jika kamu mencari keramaian maka datang lah di akhir pekan.

Dunia Malam - Jakarta Underground

Saat ini hampir semua tempat dugem di Jakarta sudah tidak memiliki genre musik nya tersendiri, lebih banyak hanya mengikuti arah trend yang populer saat ini, ada beberapa tempat yang masih mempertahan kan genre musik tersendiri seperti 365, Skye, Cloud dan Safe House. Kebanyakan musik klub malam saat ini sangat membosan kan dan tidak ada identitas tertentu yang menggambarkan klub tersebut. Setiap minggu nya mendengarkan musik yang sama tentu akan membuat kamu semakin bosan dan ingin mencari suasana baru. DJ bahkan seperti tidak ada kreativitas, setiap malam nya hanya memainkan musik yang sama dan sama. Padahal sebenar nya jika mau, di internet sangat banyak referensi yang bisa di jadikan musik baru oleh DJ DJ Dunia Malam tersebut. Kesempatan terbaik kamu untuk bisa mendengarkan musik yang bagus adalah menunggu ada nya DJ International yang di undang untuk tampil. Seperti di Dragonfly, Illigals, Equinox X2 dan Blowfish setiap minggu nya.

Jakarta juga saat ini sudah menjadi salah satu dunia malam termahal di Asia, kamu minimal harus merogoh kocek sekitar IDR 2.000.000 hanya untuk biaya masuk ke dalam klub (minimal charge untuk table dll..) Jika kamu sedang ingin ditemani atau mencari tempat pijat plus plus, maka akan menghabiskan lebih banyak lagi.

X2 adalah salah satu hiburan dunia malam yang menarik expat, dahulu tempat dugem ini biasanya akan tampak 20 – 30 orang bule di akhir pekan, namun saat ini malah lebih banyak bule yang memenuhi tempat ini. Sama hal nya juga dengan Immigrant dan Dragonfly. Sebagian Turis masih menganggap Jakarta adalah kota dunia malam 24 jam, namun saat ini mungkin mereka sudah salah, selain tempat klub malam dan tempat hiburan dunia malam yang lebih ekstrim di Jakarta Utara dan Jakarta Barat, kamu mungkin sudah akan berada di Rumah atau Hotel pada jam 5 pagi. Salah satu Jakarta telah menjadi kota yang semakin maju.

Salam Dunia Malam..